PERDANA MENTERI WALE MENDESAK INDONESIA UNTUK MENGUPAYAKAN DIALOG DAN MENGURANGI TEKANAN DI PAPUA BARAT.
Perdana Menteri Yang Terhormat Matthew Wale menyerukan kepada Pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah-langkah konstruktif guna mengurangi ketegangan di Papua Barat.
Hal ini termasuk mempertimbangkan langkah-langkah demiliterisasi dan pembentukan proses dialog yang inklusif dan kredibel.
Perdana Menteri menekankan pentingnya mengatasi situasi hak asasi manusia dan mengakui aspirasi sah rakyat Papua Barat.
Beliau mengatakan ini termasuk keinginan mereka untuk menentukan nasib sendiri, melalui cara-cara damai dan sah.
Beliau menekankan bahwa aspirasi ini harus diberikan pengakuan yang semestinya dan bahwa proses yang kuat dan kredibel harus dibentuk untuk mengatasinya.
“Perdamaian berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui dialog, saling menghormati, dan komitmen untuk menjunjung tinggi hak asasi manusia,” kata Perdana Menteri Wale.
Perdana Menteri Wale juga menyatakan keprihatinan mendalam atas laporan peningkatan kekerasan, dan mengutuk keras pembunuhan warga sipil yang tidak bersalah, serta pembunuhan pilot Amerika Serikat.
“Perlindungan nyawa warga sipil harus tetap menjadi prioritas utama, dan semua pihak harus menahan diri secara maksimal,” katanya.
Perdana Menteri selanjutnya menyatakan keprihatinan atas apa yang tampaknya merupakan kebijakan berkelanjutan untuk meningkatkan jumlah personel militer Indonesia di Papua Barat.
Ia memperingatkan bahwa militerisasi lebih lanjut berisiko memperburuk ketegangan daripada menyelesaikannya.
“Perdamaian tidak dapat dijamin melalui kekerasan. Indonesia tidak dapat mengharapkan untuk mencapai stabilitas dengan mencoba memaksakan kontrol melalui kekerasan,” tambahnya.
Perdana Menteri Wale menegaskan kembali komitmen Kepulauan Solomon untuk mendukung keterlibatan damai, stabilitas regional, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. - 𝘗𝘙𝘌𝘚𝘚 𝘙𝘌𝘓𝘌𝘈𝘚𝘌
[SELESAI]


0 komentar:
Posting Komentar