Pilot AMA Asal Amerika Ditembak Atas Pelanggaran Persoalan Papua Barat di Amerika 1962 - Suara Wiyaimana Papua
Headlines News :

.

.
Home » , , , » Pilot AMA Asal Amerika Ditembak Atas Pelanggaran Persoalan Papua Barat di Amerika 1962

Pilot AMA Asal Amerika Ditembak Atas Pelanggaran Persoalan Papua Barat di Amerika 1962

Written By Suara Wiyaimana Papua on Senin, 06 Juli 2026 | Senin, Juli 06, 2026


Mayor Jenderal Lekagak Telenggen: Penembakan Pilot Nichloas F Goselin Asal Amerika Serikat Di Papua Karena PBB, Amerika Serikat Dan Belanda Melanggar Piagam PBB Pasal 73e

Siaran Pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Sabtu, 4 Juli 2026

Silahkan Ikuti Laporan Dibawa Ini.!

Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah Menerima laporan resmi dari Komandan Operasi Umum Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, Mayor Jenderal Lekagak Telenggen bersama pasukannya dari medan perang mewakili pasukan TPNPB di 36 Komando Daerah Pertahanan di seluruh Tanah Papua bahwa penembakan terhadap pilot Nicholas F Goselin Asal Amerika Serikat dan pembakaran pesawat AMA milik maskapai penerbangan di Indonesia terjadi karena PBB, Amerika Serikat dan Belanda telah melanggar hukum Internasional dalam hal ini pelanggaran pasal 73e, Resolusi PBB No. 1541,  Perjanjian New York Agreemnet pada 15 Agustus 1962, dan Roma Agreemnet 30 September 1962, yang keseluruhan kesepakatan Internasional antara Amerika, Belanda, Indonesia dan PBB tanpa melibatkan orang Papua dalam penyelesaian akar persoalan politik di Tanah Papua yang hingga sekarang masih terus menjadi konflik dan sudah terjadi selama 64 tahun antara Pemerintah Kolonial Indonesia dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat dan rakyat Papua.

Oleh sebab itu, Mayor Jenderal Lekagak Telenggen mewakili seluruh pasukan TPNPB di 36 Komando Daerah Pertahanan di seluruh Tanah Papua mendesak kepada PBB untuk segera menyelesaikan akar persoalan politik antara pemerintah kolonial Indonesia dengan orang Papua. 

Jika hal tersebut tidak di tanggapi serius oleh PBB maka, penembakan tidak akan pernah dihentikan dan korban akan terus berjatuhan. Penembakan pilot Nicholas F Goselin Asal Amerika Serikat pada 2 Juli 2026 lalu sebagai peringatan penting terhadap PBB, Amerika Serikat dan Belanda untuk segera menyelesaikan konflik yang sedang terjadi antara pemerintah kolonial Indonesia dan orang Papua di atas Tanah Papua.

Selain itu, Mayor Jenderal Lekagak Telenggen menegaskan kepada PBB bahwa akar persoalan konflik di Papua juga bermula antara kesepakatan sepihak antara Pemerintah kolonial Indonesia dan Amerika Serikat terkait dengan operasi penambangan emas terbesar ke 2 di dunia melalui PT. Freeport McMoRan milik Amerika Serikat yang beroperasi sejak tahun 1967 di Tembagapura Papua sebelum terjadinya penentuan pendapatan rakyat (Pepera) serta terjadinya Pepera tahun 1969 di berbagai wilayah di Papua saat itu jumlah orang Papua berjumlah 815.904 jiwa namun hanya 1.024 orang yang dipilih oleh pemerintah Indonesia untuk melakukan pemilihan bebas namun dalam todongan senjata oleh militer Indonesia.

Dan juga operasi penambangan emas di Tembagapura oleh PT.Freeport McMoRan milik Amerika Serikat pada tahun 1967 itu orang tua kami sudah tolak namun mereka di todong oleh militer Indonesia atas dukungan Amerika Serikat sehingga operasi penambangan emas tetap beroperasi hingga sekarang walaupun kami sudah tolak sejak tahun 1967 hingga sekarang. Oleh sebab itu, kami menegaskan kepada pemerintah Amerika Serikat dan Indonesia untuk bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan serta memberikan warning kepada para pekerja asing dan Indonesia yang sedang mencuri kekayaan alam Papua. 

Kami juga menghimbau kepada tukang ojek, dan seluruh warga imigran Indonesia dan warga negara asing yang bekerjasama dengan pemerintah kolonial Indonesia lalu menjalankan pembangunan infrastruktur dan menjalankan ekonomi di seluruh Tanah Papua agar segera berhati-hati dan juga disampaikan kepada seluruh maskapai penerbangan sipil yang selalu melakukan pendoropan pasukan dan logistik militer Indonesia ke seluruh Tanah Papua untuk hentikan aktivitasnya. Hal ini perlu kami sampaikan guna menghindari jatuhnya korban jiwa susulan setelah pilot Nicholas F Goselin asal Amerika Serikat yang ditembak oleh pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo di Yahukimo. Karena kami tidak meminta uang maupun pembangunan oleh pemerintah Indonesia di atas Tanah Papua dan mendesak kepada Pemerintah Kolonial Indonesia untuk segera mengakui kemerdekaan bangsa Papua pada 1 Desember 1961.

Dengan tegas kami juga mendesak kepada Presiden kolonial Indonesia, Prabowo Subianto bahwa seluruh pembangunan dan ekonomi kami tolak serta siap tembak mati seluruh agen intelijen militer pemerintah Indonesia yang beroperasi di wilayah konflik bersenjata di Tanah Papua, karena Tanah Papua adalah tanah kami dan hak kami yang harus dijaga dan dilindungi dari ancaman pendudukan ilegal Indonesia serta kepentingan asing. 

Kami juga menegaskan kepada pemerintah Indonesia bahwa saya, Mayor Jenderal Lekagak Telenggen, Komandan Operasi Umum TPNPB siap bertanggung jawab atas perampasan senjata, penembakan anggota militer Indonesia serta penembakan pilot asal Amerika Serikat di Yahukimo atas nama Nicholas F Goselin dan berbagai aksi penembakan antara pasukan militer Indonesia dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat di berbagai daerah di Tanah Papua.

Demikian Siaran Pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Sabtu, 4 Juli 2026 oleh Sebby Sambom Jubir TPNPB OPM.

‎Dan terima kasih atas kerja sama yang baik.

‎Penanggungjawab Nasional Komando Markas Pusat Komando Nasional TPNPB-OPM.

Jenderal Goliath Tabuni

‎Panglima Tinggi TPNPB-OPM

Letnan Jenderal Melkisedek Awom

‎Wakil Panglima TPNPB-OPM

Mayor Jenderal Terianus Satto

‎Kepala Staf Umum TPNPB-OPM

Mayor Jenderal Lekagak Telenggen

‎Komandan Operasi Umum TPNPB-OPM

Share this article :

0 komentar:

.

.

Pray For West Papua

Pray For West Papua

MELANESIANS IN WEST PAPUA

MELANESIANS IN WEST PAPUA

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

GOOGLE FOLLOWER

Traslate By Your Language

WEST PAPUA FREEDOM FIGHTER

WEST PAPUA

WEST PAPUA

VISITORS

Flag Counter
 
Support : WEST PAPUA | WEDAUMA | SUARA WIYAIMANA
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2014. Suara Wiyaimana Papua - All Rights Reserved
Template Design by WIYAIPAI Published by SUARA WIYAIMANA