Militer Indonesia Lakukan Serangan di Markas TPNPB OPM KODAP III NDUGAMA DERAKMA - Suara Wiyaimana Papua
Headlines News :

.

.
Home » , , , » Militer Indonesia Lakukan Serangan di Markas TPNPB OPM KODAP III NDUGAMA DERAKMA

Militer Indonesia Lakukan Serangan di Markas TPNPB OPM KODAP III NDUGAMA DERAKMA

Written By Suara Wiyaimana Papua on Minggu, 07 Juni 2026 | Minggu, Juni 07, 2026


Militer Indonesia Kembali Melakukan Serangan Bom Menggunakan Pesawat Nirawak Mengakibatkan Kebun Dan Rumah-rumah Warga Sipil Hancur, TPNPB: Indonesia Tidak Pernah Tunduk Pada Hukum Humaniter Internasional Dalam Konflik Bersenjata Di Tanah Papua

Siaran Pers Ke II Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Sabtu, 6 Juni 2026

Silahkan Ikuti Laporan Dibawa Ini.!

Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan resmi dari Komandan TPNPB Kodap III Ndugama-Derakma dari Batalyon Yuguru, Mayor Yibet Gwijangge bersama Komandan Operasi Batalyon Yuguru Soa-Soa Karunggu dari markas TPNPB di Nduga pada hari Sabtu, 6 Juni 2026 bahwa aparat militer Indonesia kembali melakukan serangan bom menggunakan pesawat nirawak di pemukiman warga sipil di Nduga sejak 31 Mei hingga 4 Juni 2026 secara berturut-turut hingga menyebabkan perkebunan warga sipil, rumah-rumah dan pemukiman warga menjadi hancur akibat ledakan bom yang diturunkan melalui pesawat nirawak dari udara di wilayah Yuguru.

Mayor Yibet Gwijangge bersama Mayor Soa-Soa Karunggu melaporkan lebih lanjut bahwa serangan bom melalui udara menggunakan pesawat nirawak telah menghancurkan pemukiman warga sipil, gereja, perkebunan warga dan terhadap warga sipil serta pasukan TPNPB sudah terjadi sejak 15 Maret 2026 di areal Gunung Kemandobo hingga menghancurkan perkebunan warga sipil namun tidak ada korban jiwa akibat ledakan bom tersebut. Usai serangan bom aparat militer Indonesia dan pasukan TPNPB terus melakukan siaga satu dan kembali terjadi baku tembak pada 28 April 2026 di Gunung Lobe Alma mengakibatkan Komandan Operasi Batalyon Mugi, Mayor Ket Gwijangge gugur dan dua orang aparat militer Indonesia tewas dalam insiden tersebut.

Operasi militer indonesia terus berlanjut sejak 28-30 April 2026 menggunakan pesawat nirawak dan serangan darat yang mengakibatkan terjadi serangan bom dari udara pada 30 April terhadap pemukiman warga sipil di pinggiran Sungai Yuguru, akan tetapi dalam serangan bom tersebut tidak adanya korban jiwa dari warga sipil sementara pemukiman warga hancur akibat ledakan bom. Sejak 30 April hingga 18 Mei 2026 aparat militer Indonesia terus melakukan operasi udara dan seluruh pasukan TPNPB masih melakukan siaga di markas TPNPB dan secara tiba-tiba pada 18 Mei lalu serangan bom militer Indonesia dari udara menghancurkan markas TPNPB Batalyon Yuguru yang mengakibatkan Enggenpi Gwijangge gugur dalam markas. Serangan bom di hari yang sama juga terjadi di wilayah Kilmid yang mengakibatkan tiga orang anggota TPNPB Kodap lll Ndugama Derakma gugur dalam serangan udara yang dilancarkan oleh aparat militer Indonesia menggunakan Pesawat nirawak.

Mayor Yibet Gwijangge dan Komandan Operasi Batalyon Yuguru Mayor Soa-Soa Karunggu menegaskan kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI Agus Subyanto dan seluruh jajaran aparat militer kolonialisme Indonesia agar hentikan penggunaan pesawat nirawak dalam konflik bersenjata di Nduga selama melakukan pertempuran melawan pasukan TPNPB karena serangan-serangan tersebut bukan saja mengakibatkan korban jiwa terhadap pasukan TPNPB tetapi, banyak warga sipil, bangunan dan pemukiman warga sipil yang menjadi korban serta penggunaan senjata berat dalam konflik bersenjata di Tanah Papua yang digunakan oleh aparat militer Indonesia tidak seimbang dan telah melanggar hukum humaniter Internasional dalam konflik di Papua karena penggunaan kekuatan bersenjata tidak seimbang dan serangan bom banyak menyasar ke pemukiman warga sipil. 

Kami juga menegaskan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa, TPNPB Kodap III Ndugama-Derakma tidak akan pernah mundur dalam medan perang melawan pendudukan ilegal Indonesia di atas Tanah Papua dan anda harus tahu bahwa kami berjuang di atas tanah leluhur kami sendiri bukan di tanah Jawa, Surabaya, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, NTT, NTB, Bali, Manando dan wilayah-wilayah lain diluar Tanah Papua. Sehingga perang yang telah terjadi di Tanah Papua akan terus terjadi hingga negara kolonialisme Indonesia mengakui kemerdekaan bangsa Papua pada 1 Desember 1961. Serta kami menegaskan agar seluruh aparat militer Indonesia yang sedang menduduki rumah-rumah dan pemukiman warga sipil di Nduga agar segera kosongkan dan kembalikan fasilitas sipil ke rana sipil dan menjamin hukum humaniter internasional dan hukum HAM terhadap warga sipil di wilayah konflik bersenjata di Nduga.

Mayor Yibet Gwijangge juga memberitahukan kepada semua pihak baik secara nasional dan internasional bahwa film dokumenter "Pesta Babi" yang dibuat oleh Dandy Laksono dkk bersama Jubi, LBH Papua Merauke dan aktivis kemanusiaan dan lingkungan hidup terkait Proyek Strategis Nasional (PSN) di Merauke dan juga soal Konflik Bersenjata antara TPNPB dan aparat militer Indonesia, pengungsian warga sipil, investigasi saham milik perusahan-perusahan asing dan nasional serta kehancuran kehidupan masyarakat adat di Tanah Papua akibat kolonialisme Indonesia itu adalah benar dan nyata adanya yang sudah terjadi 64 tahun lalu dan sekarang masih terus terjadi. Dan juga kami meminta kepada PBB untuk dapat menyelesaikan akar persoalan konflik di Tanah Papua antara orang Papua dengan pemerintah Indonesia yang telah mengakibatkan banyak korban jiwa di Tanah Papua akibat konflik yang terus terjadi yang berkepanjangan di kawan Asia-Pasifik bahkan di skala Internasional dan juga menegaskan kepada pemerintah kolonialisme Indonesia untuk hentikan melakukan kriminalisasi terhadap Dandhy Laksono, Direktur LBH Papua Merauke dan Mama Yasinta Moiwend sertu kru film dokumenter "Pesta Babi" karena Indonesia adalah negara demokrasi sehingga mewajibkan melindungi warga negaranya bukan melakukan perlawanan balik terhadap aktivis kemanusiaan dan lingkungan hidup lalu melakukan kriminalisasi mereka.

Demikian Siaran Pers Ke II Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Sabtu, 6 Juni 2026 oleh Sebby Sambom Jubir TPNPB OPM.
‎Dan terima kasih atas kerja sama yang baik.
Penanggungjawab Nasional Komando Markas Pusat Komando Nasional TPNPB-OPM.
‎Jenderal Goliath Tabuni
‎Panglima Tinggi TPNPB-OPM
Letnan Jenderal Melkisedek Awom
‎Wakil Panglima TPNPB-OPM
Mayor Jenderal Terianus Satto
‎Kepala Staf Umum TPNPB-OPM
Mayor Jenderal Lekagak Telenggen
‎Komandan Operasi Umum TPNPB-OPM







Share this article :

0 komentar:

.

.

Pray For West Papua

Pray For West Papua

MELANESIANS IN WEST PAPUA

MELANESIANS IN WEST PAPUA

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

GOOGLE FOLLOWER

Traslate By Your Language

WEST PAPUA FREEDOM FIGHTER

WEST PAPUA

WEST PAPUA

VISITORS

Flag Counter
 
Support : WEST PAPUA | WEDAUMA | SUARA WIYAIMANA
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2014. Suara Wiyaimana Papua - All Rights Reserved
Template Design by WIYAIPAI Published by SUARA WIYAIMANA