Pernyataan Sikap TPNPB OPM Kodap IV SORONG RAYA - Suara Wiyaimana Papua
Headlines News :

.

.
Home » , , , » Pernyataan Sikap TPNPB OPM Kodap IV SORONG RAYA

Pernyataan Sikap TPNPB OPM Kodap IV SORONG RAYA

Written By Suara Wiyaimana Papua on Minggu, 07 Juni 2026 | Minggu, Juni 07, 2026

Pasukan TPNPB OPM KODAP IV SORONG RAYA

TPNPB Kodap IV Sorong Raya Serang Truck Rombongan  Militer Indonesia dan Berhasil Tembak 2 Personnel Militer Dan Operasi Militer Terjadi Di Maybrat. 

Siaran Pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Kamis, 4 Juni 2026

Silahkan Ikuti Laporan Dibawa Ini.!

Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan resmi dari Komandan Kowip I Rutis, Barnabas Muk bahwa pada hari Selasa, 2 Juni 2026 sekitar pukul 12:00 kami telah berhasil melakukan penyerangan terhadap 100 lebih Pasukan militer Indonesia dalam truk-truk militer di tengah jalan sekitar 4KM dari Kampung Framniawai menuju Distrik Aifat Timur Jauh, dan dalam serangan tersebut juga kami berhasil menembak mati dua orang Personnel militer Indonesia sehingga baku tembak terjadi hingga pukul 18:00, akibatnya terjadi operasi militer menjelang malam di Kampung Framniawai menuju Distrik Aifat Timur Jauh.

Barnabas Muk juga melaporkan bahwa penyerangan dan kontak senjata tersebut melibatkan Komandan Operasi TPNPB Kodap IV Sorong Raya Mayor Manfred Fatem, Komandan Batalyon Aikiyu Matias Aisyasor bersama Komandan Kowip II dan pasukan dari sembilan Batalyon TPNPB yang telah siaga dan turun lapangan.

Komandan Kowip I Rutis, Barnabas Muk juga melaporkan bahwa Pasukan militer Indonesia juga telah menduduki pemukiman warga sipil lalu mendirikan pos-pos militer tanpa ijin di kampung-kampung di Kabupaten Maybrat yang mengakibatkan masyarakat sipil ketakutan dan trauma akibat kekerasan yang terus dilakukan oleh aparat militer Indonesia terhadap warga sipil.

Kami juga menegaskan kepada Presiden Prabowo Subianto, Panglima TNI Agus Subyanto dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bahwa;

1. Pengiriman Pasukan militer Indonesia ke wilayah perang di Maybat yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Tambrauw dan Teluk Bintuni, kami TPNPB Kodap IV Sorong Raya siap layani anda 1X24 jam.

2. Aparat militer Indonesia yang sedang berada di wilayah perang di Maybrat dan Bintuni serta pemerintah di dua wilayah tersebut bahwa Almarhum Immanuel Aimau yang telah gugur namun ia akan selalu ada bersama kami dan akan bangkit Immanuel Aimau lainnya sedang bergabung, gugur 1 tumbuh seribu.

3. TPNPB Kodap IV Sorong Raya dengan tegas mengimbau bahwa kami akan terus berjuang dalam perang hingga negara kolonialis Indonesia mengembalikan hak kedaulatan bangsa Papua yang sudah merdeka dan berdaulat sejak 1 Desember 1961.

4. Disampaikan kepada seluruh rakyat Papua bahwa seluruh para pahlawan bangsa Papua yang telah gugur dalam medan perang, roh leluhur bangsa Papua, alam dan Tuhan ada bersama kami sehingga kami akan tetap berjuang sampai Indonesia mengakui kemerdekaan bangsa Papua.

Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB juga mengimbau kepada seluruh pasukan TPNPB di 36 Komando Daerah Pertahanan di seluruh Tanah Papua dan kepada rakyat Papua agar wajib menjaga hak-hak masyarakat adat dan sumber daya alam Papua dari ancaman kapitalisme, militerisme dan kolonialisme Indonesia dan antek asing di atas Tanah Papua. 

Hal ini perlu kami mengimbau agar orang Papua tidak menjadi miskin, menderita dan kelaparan di atas Tanah leluhurnya sendiri.

Kami juga menegaskan kepada orang Papua yang bekerja sama dengan indonesia yang sedang menduduki jabatan Bupati, DPR, MRP, ASN, TNI, POLRI dan sebagainya bahwa hari ini anda sedang bergaya dalam penjara besar tetapi dikemudian hari anda akan ditangkap dan dimasukan dalam penjara Indonesia bukan karena anda korupsi tetapi kepintaran anda yang membawa anda kedalam penjara.

Orang Papua juga harus ingat bahwa Almarhum Lukas Enembe ditangkap dan dibunuh oleh negara indonesia bukan karena korupsi tetapi karena kepintarannya sehingga ia dibunuh oleh negara Indonesia.

Rakyat Papua juga harus sadar bahwa pernyataan mantan Gubernur Papua, Barnabas Suebu pernah mengungkapkan bahwa "Saya Menyesal Bergabung Dengan NKRI" ini adalah kenyataan bahwa orang Papua tidak layak menjadi bagian dari Indonesia karena undang-undang NKRI tidak memihak kepada orang Papua dan negara masih terus melakukan pembunuhan, penangkapan, eksploitasi sumber daya alam Papua tanpa menghargai dan menghormati hak-hak masyarakat adat dan orang Papua pada umumnya.

Oleh sebab itu, TPNPB menyerukan kepada Gubernur, Bupati, DPR, MRP, ASN, TNI dan POLRI yang namanya orang Papua agar segera bersatu merebut kembali kemerdekaan bangsa Papua, jangan lagi menjadi budak Jakarta lalu merampas hak-hak saudara anda lalu membunuh mereka di atas Tanah leluhurnya demi kepentingan Jakarta. Berhentilah menjadi budak kolonialisme Indonesia di Tanah Papua.

Demikian Siaran Pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Kamis, 4 Juni 2026 oleh Sebby Sambom Jubir TPNPB OPM.
‎Dan terima kasih atas kerja sama yang baik.
Penanggungjawab Nasional Komando Markas Pusat Komando Nasional TPNPB-OPM.
Jenderal Goliath Tabuni
‎Panglima Tinggi TPNPB-OPM
Letnan Jenderal Melkisedek Awom
‎Wakil Panglima TPNPB-OPM
Mayor Jenderal Terianus Satto
‎Kepala Staf Umum TPNPB-OPM
Mayor Jenderal Lekagak Telenggen
‎Komandan Operasi Umum TPNPB-OPM
Share this article :

0 komentar:

.

.

Pray For West Papua

Pray For West Papua

MELANESIANS IN WEST PAPUA

MELANESIANS IN WEST PAPUA

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

GOOGLE FOLLOWER

Traslate By Your Language

WEST PAPUA FREEDOM FIGHTER

WEST PAPUA

WEST PAPUA

VISITORS

Flag Counter
 
Support : WEST PAPUA | WEDAUMA | SUARA WIYAIMANA
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2014. Suara Wiyaimana Papua - All Rights Reserved
Template Design by WIYAIPAI Published by SUARA WIYAIMANA