Polda Papua Stop Hambat Proses Pengungkapan Paniai Berdarah - Suara Wiyaimana Papua
Headlines News :
Home » , » Polda Papua Stop Hambat Proses Pengungkapan Paniai Berdarah

Polda Papua Stop Hambat Proses Pengungkapan Paniai Berdarah

Written By Suara Wiyaimana Papua on Senin, 16 Februari 2015 | Senin, Februari 16, 2015

Suasana waktu pemakaman di lapangan Karel Gobay (IST)
Polda Papua Stop Hambat Proses Pengungkapan Paniai Berdarah
Jakarta, Jubi – Aktivis Hak Asasi Manusia Wilayah Meepago Oktovinaus Marko Pekei menilai Kapolda Papua sedang berusaha menutupi penyelidikan kasus penembakan empat pelajar di Paniai 8 Desember 2014 lalu. Bahkan ada upaya Kapolda berusaha menghambat proses pengungkapan penyelidikan pengungkapan terhadap pelaku yang dilakukan KOMNAS HAM Republik Indonesia.
“Kapolda jangan menutupi kelalaian tugas penyelidikan atas kasus Paniai berdarah. Menyimak ungkapan Kapolda Papua, Irjen (Pol) Drs. Yotje Mende yang mengajak Keluarga Korban Paniai Berdarah (04 desember 2014) untuk menggali mayat korban sebagaimana yang dirilis media lokal (13/2) lalu merupakan upaya untuk menghambat proses,” kata Oktovianus Marko Pekei kepada Jubi melalui releasenya, Sabtu (14/2).
Menurut Pekei, polisi mestinya berperan aktif dalam proses peyelidikan hingga mengungkap siapa pelaku pebembakan itu, bukan menghambat dengan pernyataan yang tidak masuk akal. Sejak terjadi peristiwa berdarah di Enarotali, seharusnya kepolisian selaku pihak penyidik mesti berperan untuk menyelidiki kasus tersebut, termasuk peluru yang bernyasar ditubuh korban sebelum para korban dimakamkan.
Katanya, apalagi peristiwa tersebut terjadi di tengah kota sehingga telah disaksikan publik, maka kepolisian setempat berkewajiban menyelidiki kasus tersebut, namun kasus yang terjadi di depan mata aparat tersebut terkesan dibiarkan. Ketika itu, pihak kepolisian terkesan tidak berani menyelidiki kasus ini terutama menyelidiki peluru karena publik telah menyaksikan bahwa korban tewas akibat ditembak oleh salah satu kesatuan aparat yang bertugas di Paniai.
Aparat keamanan justru melemparkan kesalahan kepada pihak lain (TPN/ OPM) padahal tidak ada TPN/OPM di TKP dan sekitarnya dan masyarakat luas menyaksikan bahwa penembakan tersebut jelas-jelas dilakukan oleh aparat di depan masyarakat. Nah, pertanyaannya, mengapa pihak kepolisian tidak berperan untuk menyelidiki peluru yang nyasar di tubuh korban?
“Mengapa Kapolda baru berbicara sekarang setelah keluarga korban telah memakamkan para korban pada beberapa minggu lalu? Berbicara sekarang setelah korban sudah dikubur kan aneh. Tetapi, Kapolda baru berbicara sekarang atas kasus tersebut menunjukkan bahwa kepolisian Setempat tidak berperan menyelidiki kasus berdarah ini sejak awal,” katanya serius.
Lanjut Pekei, ungkapan Kapolda Papua dalam pemberitaan itu mennjukkan ketakutan pihak Kepolisian atas penyelidikan yang sedang dilakukan oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (KOMNAS HAM) dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) yang saat ini telah ke tempat kejadian peristiwa (TKP). Apalagi KOMNAS HAM sempat menyampaikan kepada publik atas temuan sementara yang menunjukkan adanya keterlibatan salah satu kesatuan aparat yang bertugas di Paniai.
Sementara itu, aktivis mahasiswa, Agus Kadepa, kepada Jubi beberapa waktu lalu mengatakan sangat tidak masuk akal kalau pihak pemerintah tidak bisa mengungkap siapa pelaku penembakan empat mahasiswa itu. Negara sedang menutup kejahatannya dengan berbagai alasan yang tidak masuk akal. “Kalau tidak mau ungkap berarti kan dia yang pelakunya,” tegas Kadepa dalam demontrasi memperinggati sebulan penembakan itu di Abepura, Kota Jayapura. (Mawel Benny)
Share this article :

0 komentar:

.

.

MELANESIANS IN WEST PAPUA

MELANESIANS IN WEST PAPUA

GOD'S WORD DAILY DEVOTIONAL

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

GOOGLE FOLLOWER

Traslate By Your Language

WEST PAPUA FREEDOM FIGHTER

WEST PAPUA

WEST PAPUA

VISITORS

Flag Counter
 
Support : WEST PAPUA | WEDAUMA | SUARA WIYAIMANA
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2014. Suara Wiyaimana Papua - All Rights Reserved
Template Design by WIYAIPAI Published by SUARA WIYAIMANA