Update: 5 Orang yang Tewas Ditembak Adalah Pelajar SMA, Warga Gelar Duka Bersama di Lapangan Terbuka - Suara Wiyaimana Papua
Headlines News :
Home » » Update: 5 Orang yang Tewas Ditembak Adalah Pelajar SMA, Warga Gelar Duka Bersama di Lapangan Terbuka

Update: 5 Orang yang Tewas Ditembak Adalah Pelajar SMA, Warga Gelar Duka Bersama di Lapangan Terbuka

Written By Suara Wiyaimana Papua on Selasa, 09 Desember 2014 | Selasa, Desember 09, 2014

Dari kanan ke kiri, Simon Degei (18), Otianus Gobai (18), dan Alfius Youw (17) saat dijejerkan di lapangan sepak bola Karel Gobay oleh keluarga korban bersama warga di sana. Foto: Abeth
Paniai, MAJALAH SELANGKAH -- Ternyata, 5 orang yang ditembak aparat gabungan Polisi dari Kepolisian Resort (Polres) Paniai, Kepolisian Daerah (Polda Papua) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Tim Khusus dari Batalyon 753 Nabire, Kodam XVII Cenderawasih Papua, adalah pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA). 

Wartawan majalahselangkah.com menemui sejumlah pihak, termasuk keluarga korban di tempat kejadian maupun di Rumah Sakit Umum (RSUD) untuk memastikan nama-nama korban tewas dan korban luka-luka. 

Berdasarkan penelusuran itu, 5 orang yang ditembak adalah pelajar SMA Negeri 1 Paniai Timur. Sementara, 17 orang yang  terkena luka tembak, 4 di antaranya adalah pelajar Sekolah Dasar. 

Para pelajar yang tewas tertembak adalah: 

SATU: Simon Degei berusia 18 tahun. Ia sekolah di SMA Negeri 1 Paniai Timur dan saat ini berada di Kelas III. Ia ditembak mati di tempat kejadian dan saat ini masih dijejer bersama mayat lainnya di lapangan sepak bola Karel Gobay.

DUA: Otianus Gobai. Ia berusia 18 tahun. Otianus siswa SMA Negeri 1 Paniai Timur, Kelas III, mengenakan baju sekolah, Osis. Ia ditembak mati di tempat.

KETIGA: Alfius Youw berusia 17 tahun. Ia juga adalah siswa SMA Negeri 1 Paniai Timur, Kelas III. Tampak di foto, dia mengenakan baju olahraga biru. Sama dengan tiga lainnya, ia ditembak mati di tempat.
Kepada majalahselangkah.com, kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Paniai, Andreas Tekege mengatakan, pihaknya mencatat kejadian tersebut adalah sejarah baru dan rugi besar dengan tewasnya para pelajar SMA kelas III ini. 

KEEMPAT: Yulian Yeimo berusia 17 tahun. Ia belajar di SMA Negeri 1 Paniai Timur. Saat ini berada di kelas I. Ia meninggal di RSUD Paniai.

KELIMA: Abia Gobay berumur 17 tahun. Ia juga siswa SMA Negeri 1 Paniai Timur. Seperti 3 rekan lainnya, ia berada di Kelas III. Abia ditemukan tewas ditembak di Kampung Kogekotu, sebelah lapangan terbang, sekitar 400 meter dari Kantor Polsek Enarotali. Mayat Abia Gobay telah dibawa pergi ke rumah oleh keluarga. Malam ini tidak dijejer bersama mayat empat rekannya.

Hingga malam ini, mayat para korban masih dijejer di lapangan terbuka sepak bola "Karel Gobay" pusat kota Enarotali. Keluarga korban bersama masyarakat mengadakan duka bersama. Di sana, warga telah memasang tenda di lapangan.

"Kami akan di sini sampai Kapolda dan Pangdam datang tanggung jawab perbuatan anak buah mereka di sini," kata salah satu orang tua korban. 
"Kami rugi besar sekali. Ini sejarah baru bagi kami. Mereka adalah anak SMA dan kelas III. Bulan Juni akan ujian dan masuk perguruan tinggi. Ini tidak hanya satu orang. Kami benar-benar kehilangan," tuturnya. Kapolres Paniai, Daniel T. Prionggo tidak menjawab telepon dari, majalahselangkah.com. Sementara, Wakapolres Paniai memantau langsung korban yang dijejer di lapangan sepak bola Karel Gobay, tetapi tidak memberikan keterangan kepada wartawan.

Majalahselangkah.com menemuai dokter Yosua Purba, dokter yang menangani para korban yang dirawat di ruang IGD RSUD Paniai. Ia menjelaskan, pihaknya melayani korban sejak Pukul 09.00 dengan pasien yang berlumuran darah. 

Pihak RSUD Paniai, pada siang tadi belum mendata korban luka-luka yang dirawat di sana. Wartawan media ini mendatangi pasien langsung dan menanyakan nama mereka. Berdasarkan pendataan itu, 4 orang siswa sekolah dasar (SD), 1 orang siswa SMP, serta ada PNS, mahasiswa, Satpam, Ibu Rumah Tangga. 

Yulian Tobai, Satpam RSUD Paniai siang tadi tampak kritis luka tembak dan peluru masih bersarang di tubuhnya.  

Berikut nama-nama mereka:
1.   Oni Yeimo (Pemuda) dirawat di RSUD Paniai di Madi.
2.   Yulian Mote (25 tahun, PNS) dirawat di RSUD Paniai di Madi.
3.   Oktovianus Gobay (Siswa SMP Kelas I) dirawat di RSUD Paniai di Madi.
4.   Noak Gobai (Mahasiswa di STIKIP Semester V) dirawat di RSUD Paniai.
5.   Bernadus Magai Yogi (Siswa SD kelas IV) dirawat di RSUD Paniai di Madi.
6.   Akulian Degey (Siswa SMP kelas 1) dirawat di RSUD Paniai di Madi.
7.   Agusta Degey (28 tahun, Ibu Rumah Tangga) dirawat di RSUD.
8.   Andarias Dogopia (Pemuda) dirawat di RSUD Paniai di Madi.
9.   Abernadus Bunai (Siswa SD kelas IV) dirawat di RSUD Paniai di Madi.
10. Neles Gobay (PNS) dirawat di RSUD Paniai di Madi.
11. Jerry Gobay (Siswa SD kelas V) dirawat di RSUD Paniai di Madi.
12. Marice Yogi (52 tahun, Ibu Rumah Tangga) dirawat di RSUD Paniai di Madi.
13. Oktovianus Gobay (Siswa SD kelas V) dirawat di RSUD Paniai di Madi.
14. Yulian Tobai (Satpam RSUD) dirawat di RSUD Paniai di Madi, kritis. 
15. Yuliana Edoway (Ibu Rumah Tangga) dirawat di RSUD Paniai di Madi.
16. Jermias Kayame (48 tahun, Kepala Kampung Awabutu) dirawat di RSUD.
17. Selpi Dogopia (34 tahun).

Hingga malam ini, majalahselangkah.com belum memastikan, berapa banyak orang dari 17 orang ini yang sudah diperbolehkan pulang untuk perawatan di rumah oleh dokter RSUD. Kronologi sementara, telah dipublikasikan majalahselangkah.com siang tadi. Majalahselangkah.com masih mengumpulkan data dari berbagai, termasuk dari pihak kepolisian. 

Diketahui, Kepala Polisi Daerah Papua, Inspektur Jenderal Polisi Yotje Mende menjelaskan, anggotanya hanya melakukan upaya pengamanan. (Abeth Abraham You/GE/MS)

Share this article :

0 komentar:

.

.

MELANESIANS IN WEST PAPUA

MELANESIANS IN WEST PAPUA

GOD'S WORD DAILY DEVOTIONAL

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

GOOGLE FOLLOWER

Traslate By Your Language

WEST PAPUA FREEDOM FIGHTER

WEST PAPUA

WEST PAPUA

VISITORS

Flag Counter
 
Support : WEST PAPUA | WEDAUMA | SUARA WIYAIMANA
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2014. Suara Wiyaimana Papua - All Rights Reserved
Template Design by WIYAIPAI Published by SUARA WIYAIMANA