Militer Indonesia Tembak Tiga Warga Sipil di Dogiyai - Suara Wiyaimana Papua
Headlines News :
Home » » Militer Indonesia Tembak Tiga Warga Sipil di Dogiyai

Militer Indonesia Tembak Tiga Warga Sipil di Dogiyai

Written By Suara Wiyaimana Papua on Kamis, 08 Mei 2014 | Kamis, Mei 08, 2014

Anthon Edowai, salah satu warga yang ditembak
oleh Brimob di Dogiyai.

Dogiyai, KNPBNews, – Tiga  warga sipil ditembak oleh anggota BRIMOB POLDA Papua yang sedang betugas di Kabupaten Dogiyai-Papua. Dari sejak Papua dianesasikan dalam Republik Indonesia manusia Papua ditembak kapan pun dimanapun dan siapapun dan dari segala kesatuan militer Republik Indonesia. 

Selasa (2014/06/05) pagi, Sekitar pukul 10.00 waktu setempat, tiga warga sipil di Desa Epeida, Kabupaten Dogiyai, Papua, ditembak oleh anggota Brimob Polda (polisi) yangbertugas  Kabupaten Dogiyai. Ketiganya adalah warga sipil, Anthon Edowai (32) tertembak di paha; Julius Anouw (27) tertembak di dada dan perut ditembak usus tumpah keluar.

“Benny Goo, saksi di lokasi kejadian mengatakan kasus, tanpa memberikan peringatan, petugas Brimob brutal menembak warga sipil yang berada di kantor polisi untuk meminta pertanggungjawaban seorang sopir truk yang diduga menabrak dua warga sipil.

“Insiden itu dimulai ketika seorang sopir yang menggunakan truk dengan plat nomor 9903 menabrak dua warga sipil atas nama Yusten Kegakoto (18) dan John Anouw (20). Mereka dipukul at 6:40 Wit. ”
“Masyarakat tidak menerima dan datang ke kantor polisi untuk meminta pertanggungjawaban driver, tanpa pertanyaan, seorang Brimob langsung menembak kerumunan, dan tiga orang yang menjadi korban,” kata Goo.
“Tiga warga sipil, lanjut Goo, sedang dirawat di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Dogiyai, dan masyarakat sendiri menuntut akuntabilitas polisi, dalam hal ini unit Brimob atas insiden penembakan.

“Dua pemuda dipukul oleh rumah ibadah baru, karena balap-balap sopir truk dengan kendaraan, sehingga dapat menekan dua warga sipil. Kita tahu bahwa driver ini membawa bahan makanan dari Nabire ke Dogiyai untuk dijual di Kios. Jadi orang-orang harus meminta tanggung jawab pengemudi, “kata Goo.
Berikut Kronologisnya: 

Senin, 5 Mei 2014 malam, Gereja Kingmi Papua di Digikotu Moanemani menggelar acara puji-pujian seperti biasanya. Malam pujian-pujian digelar hingga pukul 05.00 pagi waktu setempat. Yuncen Kegakoto (18) dan Lasarus Anouw (20) pulang ke rumah menggunakan kendaraan roda dua (motor).

Kedua korban tiba di tanjakan Epeida dan melaju naik ke atas bukit. Mereka bertemu dengan truk yang melaju dari arah kota Nabire. Motor dan truk masing-masing tidak dapat mengendalikan dan terjadi tabrakan maut.

Kira-kira pukul 06.00 waktu setempat, warga menemukan Lasarus Anouw dan Yuncen Kegakoto tak bernyawa. Lasarus Anouw didapati tali perut keluar dan Yuncen Kegakoto pata tulang paha.

Yuncen Kegakoto berumur 18 tahun. Ia adalah pemuda di kampung Apagougi dan berprofesi sebagai petani. Ia masih belum menikah. Sementara Lasarus Anouw berumur 20 tahun dan berasal dari kampung yang sama. Lasarus juga adalah pemuda kampung dan bertani.

Sementara itu, Ketua Komisariat Diplomasi Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Dogiyai, Marsel Edowai mengatakan, “ sopir truk yang mengendarai truk bernomor polisi DS 9903. Ia dikabarkan membawa barang-barang kios milik pengusaha di Dogiyai. Saat warga menemukan dua korban itu, sopir truk tidak ada di tempat kejadian perkara (TKP). Dikabarkan, ia menyelamatkan diri di pos Brimob di kota Moanemani.

Warga kemudian membawa dua korban itu untuk disemayamkan di rumah duka. Dalam waktu beberapa jam saja, informasi tentang tabrakan menyebar kepada sahabat dan keluarga mereka di beberapa kampung.

Kira-kira pukul 06:40 waktu setempat, warga sudah memadati pos Brimob. Warga bernegosiasi untuk  meminta sopir dikeluarkan dari pos untuk memintai pertanggungjawaban dan mencari solusi. Brimob menolak, negosiasi tidak membuahkan hasil dan warga semakin marah.

Brimob yang berada di pintu masuk pos mulai terdesak dan marah. Lalu, Brimob melepaskan tembakan beberapa kali. Tembakan lainnya mengenai 3 warga sipil. Mereka yang terkena tembakan atas nama Yulius Anouw (27) terkena peluru kikis di dada dan mengakibatkan luka cukup dalam, Anthon Edowai (28) tertembak di paha kiri, dan Gayus Auwe (32) terkena serpihan peluru di dada dan kaki kiri.

Kira-kira pukul 11.30 sempat dilangsungkan pertemuan tertutup antara Asisten III, Kapolsek dan Koramil untuk membicarakan kondisi keamanan daerah. Akses jalan dari Nabire ke pedalaman siang tadi hingga malam ini sepi.

Share this article :

0 komentar:

.

.

MELANESIANS IN WEST PAPUA

MELANESIANS IN WEST PAPUA

GOD'S WORD DAILY DEVOTIONAL

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

GOOGLE FOLLOWER

Traslate By Your Language

WEST PAPUA FREEDOM FIGHTER

WEST PAPUA

WEST PAPUA

VISITORS

Flag Counter
 
Support : WEST PAPUA | WEDAUMA | SUARA WIYAIMANA
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2014. Suara Wiyaimana Papua - All Rights Reserved
Template Design by WIYAIPAI Published by SUARA WIYAIMANA