Nomor: 010/HU-NGR/08.2026
Tentang: Seruan Aksi Nasional Bangsa Papua 3 Agustus 2026 Menyikapi Krisis Kemanusiaan dan Darurat Militer Indonesia di West Papua.
Kepada Yth.
Seluruh Rakyat Bangsa Papua, Para Pemimpin Adat, Tokoh Agama, Tokoh Perempuan, dan Generasi Muda Papua di seluruh wilayah West Papua dan di perantauan.
Dengan penuh keprihatinan dan tanggung jawab sejarah, Nieuw Guinea Raad (NGR) sebagai lembaga representatif politik bangsa Papua, penerus sah dewan legislatif 1961 dan Deklarasi Kemerdekaan Bangsa Papua 1 Desember 1961, menyampaikan himbauan umum ini kepada seluruh rakyat bangsa Papua di manapun berada.
NGR mencermati dengan keprihatinan mendalam eskalasi operasi militer Indonesia di berbagai wilayah West Papua, yang telah menimbulkan korban jiwa, pengungsian massal penduduk sipil, pembatasan akses kemanusiaan, serta tekanan sistematis terhadap rakyat sipil, pemimpin adat, dan pembela hak asasi manusia. Kondisi ini menunjukkan pola darurat militer de facto yang memperburuk krisis kemanusiaan yang telah berlangsung bertahun-tahun di tanah Papua.
Situasi ini terjadi di tengah upaya bangsa Papua menegakkan hak penentuan nasib sendiri yang berlandaskan pada Deklarasi Kemerdekaan Bangsa Papua pada 1 Desember 1961, dan berlangsung tanpa akses independen bagi lembaga kemanusiaan internasional, jurnalis, maupun pemantau hak asasi manusia untuk memverifikasi kondisi di lapangan secara langsung.
Sehubungan dengan hal tersebut, NGR menghimbau dan menyerukan kepada seluruh rakyat bangsa Papua untuk bersatu dan mengambil bagian dalam Aksi Damai Nasional Bangsa Papua, yang akan diselenggarakan oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di seluruh tanah air West Papua secara serentak pada Senin, 3 Agustus 2026.
Aksi ini akan diselenggarakan oleh KNPB secara serentak di seluruh wilayah West Papua meliputi tujuh wilayah adat (Mamta, Saireri, Domberai, Bomberai, Ha-Anim, LaPago dan Meepago) sebagai bentuk konsolidasi nasional dan pernyataan sikap damai rakyat Papua terhadap Krisis Kemanusiaan dan Darurat Militer Indonesia di West Papua.
Dengan demikian NGR menyampaikan dukungan penuh dan menghimbau seluruh elemen rakyat Papua, tanpa memandang latar belakang wilayah, adat, maupun organisasi, untuk bersatu mengambil bagian dalam aksi yang dikoordinasikan oleh KNPB ini.
Aksini bertujuan untuk menuntut penghentian segera operasi militer yang menimbulkan korban sipil dan pengungsian di wilayah West Papua, menuntut dibukanya akses tanpa hambatan bagi lembaga kemanusiaan internasional, Komisi Tinggi HAM PBB, dan jurnalis independen ke wilayah konflik dan juga menegaskan kembali keabsahan Deklarasi Kemerdekaan Bangsa Papua 1 Desember 1961 sebagai dasar hukum perjuangan politik bangsa Papua. Juga mendesak masyarakat internasional dan badan-badan PBB untuk mengambil langkah konkret menyikapi krisis kemanusiaan di West Papua, termasuk dukungan terhadap upaya memperoleh penyelelesaian status politik dan hukum wilayah dan bangsa Papua di Mahkamah Internasional (ICJ) serta membangun konsolidasi nasional rakyat Papua yang bersatu, damai, dan bermartabat dalam menghadapi situasi darurat yang tengah berlangsung.
NGR menegaskan bahwa aksi ini bersifat damai, tertib, dan bermartabat, dilaksanakan sesuai prinsip-prinsip perjuangan tanpa kekerasan di bawah koordinasi KNPB di masing-masing wilayah. Seluruh peserta dihimbau untuk mengikuti arahan koordinator lapangan KNPB, menjaga persatuan, disiplin, dan keselamatan bersama selama pelaksanaan aksi, serta senantiasa mengedepankan semangat cinta kasih sebagai landasan moral dan spiritual perjuangan bangsa Papua.
Demikian himbauan umum ini disampaikan agar menjadi perhatian dan dilaksanakan oleh seluruh rakyat bangsa Papua dengan penuh kesadaran, persatuan, dan tanggung jawab bersama demi masa depan bangsa Papua yang bermartabat dan merdeka.
Sekian dan terima kasih.
Port Numbay) West Papua, 1 Agustus 2026
Nieuw Guinea Raad - Dewan Papua
Ketua
AMINUS BALINGGA


0 komentar:
Posting Komentar