Operasi Militer di Intan Jaya, Gembala GKII Tewas - Suara Wiyaimana Papua
Headlines News :

.

.
Home » , , » Operasi Militer di Intan Jaya, Gembala GKII Tewas

Operasi Militer di Intan Jaya, Gembala GKII Tewas

Written By Suara Wiyaimana Papua on Jumat, 03 Juli 2026 | Jumat, Juli 03, 2026

 


JAYAPURA, SUARAPAPUA.com —- Human Rights Defender (HRD) melaporkan seorang gembala Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII), Elianus Agimbau (20), meninggal dunia setelah diduga ditembak aparat militer Indonesia di kampung Kupia, distrik Agisiga, kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Senin (29/6/2026).

Dalam laporan yang diterima HRD, Elianus Agimbau yang juga merupakan aparat kampung bersama seorang warga lainnya, Sandi Agimbau, sebelumnya meninggalkan kampung Kupia untuk mengungsi ke pusat kota Sugapa akibat situasi keamanan di wilayah tersebut.

Menurut HRD, ketika keduanya tiba di kawasan pangkalan ojek Mbamogo, kampung Mamba, distrik Sugapa, mereka diduga ditembaki aparat militer yang disebut telah bersiaga di sekitar lokasi kejadian. Elianus dilaporkan meninggal dunia di tempat, sedangkan Sandi Agimbau berhasil melarikan diri ke arah hutan setelah terkena serangan.

“Korban Elianus Agimbau ditemukan meninggal dunia, sementara Sandi Agimbau melarikan diri ke dalam hutan,” demikian keterangan HRD dalam laporannya.

HRD juga memastikan jenazah Elianus Agimbau sempat ada dalam semak-semak sebelum akhirnya ditemukan warga pada Selasa (30/6/2026). Proses evakuasi dilakukan setelah keluarga korban memperoleh informasi mengenai lokasi keberadaan jenazah.

‎Lokasi kejadian disebut berada di kawasan perbatasan distrik Sugapa dan distrik Agisiga, yang menurut HRD hingga kini masih menjadi area operasi militer.

‎Selain peristiwa tersebut, HRD melaporkan dua warga sipil lainnya, Daud Hagismijau dan Kiko Hagismijau, yang sebelumnya mengalami luka tembak di kampung Titigi, distrik Sugapa, pada 29 Juni 2026, hingga kini masih menjalani perawatan di Gereja Katolik setempat.

Menurut HRD, kedua korban belum dirujuk ke rumah sakit karena disebut dituduh sebagai anggota TPNPB Kodap VIII Intan Jaya. Saat insiden terjadi, keduanya dikabarkan sedang bergotong royong membangun Gereja Katolik Santo Fransiskus Xaverius Titigi bersama umat lainnya.

‎HRD juga menyampaikan laporan mengenai dugaan serangan terhadap permukiman warga dan fasilitas sipil di distrik Agisiga dan Sugapa selama periode 26 hingga 29 Juni 2026. Dalam laporannya disebutkan sejumlah rumah warga, bangunan gereja, dan fasilitas sipil lainnya mengalami kerusakan maupun terbakar akibat operasi militer yang diduga melibatkan helikopter, drone, roket, serta operasi darat.

‎Menurut HRD, operasi militer tersebut masih berlangsung hingga Selasa (30/6/2026). Kondisi para warga yang mengungsi di kawasan hutan belum diketahui secara pasti.

‎Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI, Polri maupun pemerintah kabupaten Intan Jaya serta Pemprov Papua Tengah mengenai laporan HRD tersebut. 


Sumber: suarapapua.com

Share this article :

0 komentar:

.

.

Pray For West Papua

Pray For West Papua

MELANESIANS IN WEST PAPUA

MELANESIANS IN WEST PAPUA

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

GOOGLE FOLLOWER

Traslate By Your Language

WEST PAPUA FREEDOM FIGHTER

WEST PAPUA

WEST PAPUA

VISITORS

Flag Counter
 
Support : WEST PAPUA | WEDAUMA | SUARA WIYAIMANA
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2014. Suara Wiyaimana Papua - All Rights Reserved
Template Design by WIYAIPAI Published by SUARA WIYAIMANA