Laporan Pernyataan Mayor Jendral Setanah Papua Dari Markas Pusat - Suara Wiyaimana Papua
Headlines News :

.

.
Home » , , , » Laporan Pernyataan Mayor Jendral Setanah Papua Dari Markas Pusat

Laporan Pernyataan Mayor Jendral Setanah Papua Dari Markas Pusat

Written By Suara Wiyaimana Papua on Minggu, 26 Juli 2026 | Minggu, Juli 26, 2026


Mayor Jendernal Lekagak Telenggen Tetapkan DPO Terhadap Masyarakat Sipil Yang Terlibat Sebagai Agen Intelijen Militer Indonesia Dan Siap Eksekusi Mati Termasuk Gubernur, Bupati, DPR, ASN, Kepala Desa Dan Pejabat Negara Indonesia Karena Terlibat Sebagai Agen Pemerintah Kolonialisme Indonesia. 

Siaran Pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Minggu, 26 Juli 2026

Silahkan Ikuti Laporan Dibawa Ini.!

Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan resmi dari Komandan Operasi Umum TPNPB, Mayor Jenderal Lekagak Telenggen dari Markas TPNPB di Puncak Ilaga bahwa pada hari Jumat, 24 Juli 2026 kami secara resmi menetapkan DPO dan siap tembak mati terhadap Gubernur2, Bupati2, Anggota2 DPR, ASN, Kepala Desa dan seluruh pejabat Papua yang terlibat aktif sebagai agen pemerintah kolonialisme Indonesia di atas Tanah Papua yang selalu mendukung pemerintah dan aparat militer Indonesia untuk memperpanjangkan penjajahan di atas Tanah Papua, mereka tersebut wajib di eksekusi mati oleh seluruh pasukan TPNPB di 36 Komando Daerah Pertahanan di seluruh Tanah Papua dari Sorong-Merauke. Kami juga tidak segan-segan eksekusi mati terhadap warga sipil yang menjadi agen intelijen militer pemerintah Indonesia yang selalu melaporkan keberadaan dan markas TPNPB di seluruh Tanah Papua.

Mayor Jenderal Lekagak Telenggen juga melaporkan bahwa kejadian eksekusi mati terhadap tiga orang agen intelijen militer Indonesia di Yahukimo pada 20-21 Juli 2026 sesuai dengan bukti lapangan dalam medan perang bahwa mereka adalah benar-benar agen intelijen maka, pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo dan TPNPB Kodap III Ndugama Derakma dari Batalyon Wesem eksekusi mati. Hal ini sebagai peringatan penting terhadap masyarakat sipil untuk tidak terlibat sebagai mata-mata aparat militer Indonesia dan juga kepada seluruh jajaran Legislatif, Yudikatif dan Eksekutif di Tanah Papua dengar baik-baik, anda sebagai target utama karena terlibat langsung memperpanjang kolonialisme Indonesia di Tanah Papua.

Kami juga menegaskan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa pendoropan ratusan ribu aparat militer Indonesia ke Tanah Papua untuk melakukan perang melawan kami serta yang menduduki jabatan sebagai guru, tenaga kesehatan, tukang ojek, tukang bangunan dan memberikan makan gizi gratis serta memberikan uang kepada anak-anak kecil hingga lansia untuk membujuk mereka sebagai agen intelijen Indonesia untuk mengejar kami maka, kami siap tembak mati semuanya seperti yang terjadi di Yahukimo. Oleh sebab itu, sesuai dengan fakta dilapangan kami siap tembak mati agen intelijen militer Indonesia terutama orang Papua sehingga keluarga dan orang Papua yang tidak tahu apa-apa jangan bicara banyak dan mengeluarkan opini liar karena anda bukan di dalam medan perang. Situasi dan kondisi di lapangan hanya pasukan yang tahu.

Dan juga kami sampaikan kepada seluruh rakyat Papua bahwa dalam medan perang di Tanah Papua, aparat militer Indonesia tidak mengetahui nama tempat, nama kampung, pos TPNPB dan Markas TPNPB namun semua laporan tersebut disampaikan oleh masyarakat Papua yang termasuk sebagai agen intelijen militer pemerintah Indonesia sehingga aparat mengetahui semua sehingga banyak terjadinya serangan bom dan penyerangan terhadap pasukan TPNPB sehingga banyak pasukan gugur. Oleh sebab itu, kejadian eksekusi mati terhadap agen intelijen militer Indonesia seperti di Yahukimo itu kami tidak salah. Silahkan keluarga korban menuntut kepada Presiden Prabowo Subianto ketika kami eksekusi mati banpol-banpol, komcad dan seluruh agen intelijennya di wilayah konflik bersenjata. Kami juga menegaskan kepada seluruh barisan merah putih, entah dari Gubernur hingga bawahannya kami siap tembak mati. Barisan Merah Putih itu dulu harus ditembak mati setelah itu perang melawan aparat militer Indonesia untuk merebut kembali kemerdekaan bangsa Papua.

Mayor Jenderal Lekagak Telenggen juga menegaskan kepada rakyat Papua bahwa perjuangan TPNPB di 36 Komando Daerah Pertahanan di seluruh Tanah Papua berjuang demi rakyat, bangsa Papua Barat demi merebut kembali kemerdekaan bangsa Papua dan perjuangan ini untuk kepentingan rakyat Papua maka, bagi orang Papua yang menjadi agen intelijen militer Indonesia harus ditembak mati.

Demikian Siaran Pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Minggu, 26 Juli 2026 dan diteruskan kepada semua pihak oleh Sebby Sambom Jubir TPNPB OPM.

‎Dan terima kasih atas kerja sama yang baik.

Penanggungjawab Nasional Komando Markas Pusat Komando Nasional TPNPB-OPM.


Jenderal Goliath Tabuni

‎Panglima Tinggi TPNPB-OPM

Letnan Jenderal Melkisedek Awom

‎Wakil Panglima TPNPB-OPM

Mayor Jenderal Terianus Satto

‎Kepala Staf Umum TPNPB-OPM

Mayor Jenderal Lekagak Telenggen

‎Komandan Operasi Umum TPNPB-OPM

Share this article :

0 komentar:

.

.

Pray For West Papua

Pray For West Papua

MELANESIANS IN WEST PAPUA

MELANESIANS IN WEST PAPUA

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

GOOGLE FOLLOWER

Traslate By Your Language

WEST PAPUA FREEDOM FIGHTER

WEST PAPUA

WEST PAPUA

VISITORS

Flag Counter
 
Support : WEST PAPUA | WEDAUMA | SUARA WIYAIMANA
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2014. Suara Wiyaimana Papua - All Rights Reserved
Template Design by WIYAIPAI Published by SUARA WIYAIMANA