Dilakukan Penyerahan Satu Pucuk Senjata Kepada Pimpinan Kodap III Ndugama Serakma - Suara Wiyaimana Papua
Headlines News :

.

.
Home » , , , » Dilakukan Penyerahan Satu Pucuk Senjata Kepada Pimpinan Kodap III Ndugama Serakma

Dilakukan Penyerahan Satu Pucuk Senjata Kepada Pimpinan Kodap III Ndugama Serakma

Written By Suara Wiyaimana Papua on Sabtu, 25 Juli 2026 | Sabtu, Juli 25, 2026

Pasukan TPNPB OPM NDUGAMA DERAKMA

Upacara Militer Dan Penyerahan Senjata Hasil Rampasan Kepada Brigjend Egianus Kogeya Setelah Evaluasi TPNPB Kodap III Ndugama Derakma. 

Siaran Pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Sabtu, 25 Juli 2026

Silahkan Ikuti Laporan Dibawa Ini.!

Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan resmi dari Panglima TPNPB Kodap lll Ndugama Derakma, Brigjend Egianus Kogeya dan pasukannya dari lapangan bahwa satu pucuk senjata laras panjang milik aparat militer Indonesia yang di sita oleh pasukan TPNPB di Distrik Yuguru sejak 4 Januari 2026 secara resmi telah diserahkan oleh pasukan TPNPB kepada Brigjend Egianus Kogeya saat upacara kemiliteran TPNPB. Satu pucuk senjata laras panjang yang di sita dari aparat militer Indonesia oleh TPNPB saat terjadi kontak senjata antara pasukan TPNPB dari Batalyon Yuguru dengan aparat militer Indonesia yang mengakibatkan sejumlah aparat militer Indonesia gugur dan satu pucuk senjata di sita kini menjadi aset TPNPB Kodap III Ndugama Derakma dan akan digunakan dalam medan perang di Nduga demi merebut kembali kemerdekaan bangsa Papua.

Brigjend Egianus Kogeya juga melaporkan bahwa setelah terjadinya evaluasi total TPNPB Kodap III Ndugama Derakma dari 3 Kowip dan 13 Batalyon TPNPB yang di gelar pada 24 Juli 2026 kemarin di markas TPNPB Kodap III Ndugama Derakma, kami seluruh pasukan TPNPB siap angkat senjata dan kembali membuka medan perang melawan aparat militer Indonesia sampai negara indonesia mengakui kemerdekaan bangsa Papua yang sudah merdeka sejak 1 Desember 1961. Jika negara indonesia tidak mengabaikan sikap kami maka perang akan terus terjadi.

Kami juga menegaskan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa berapa pun jumlah personil militer Indonesia yang di kirim ke medan perang di Nduga maka kami siap lawan sampai kemerdekaan bangsa Papua dikembalikan. Seluruh pasukan TPNPB yang masih ada ini siap perang dan senjata yang telah kami sita ini akan digunakan dalam medan perang kembali.

Dalam laporan yang disampaikan juga oleh Kepala Staf TPNPB Kodap lll Ndugama Derakma, Rumianus Wandikbo bahwa penyanderaan pilot warga negara asing di Papua terlebih khususnya di Nduga itu bukan hal baru yang kami lakukan, penyanderaan pilot sudah terjadi sejak perjuangan kemerdekaan Papua yang dilakukan oleh orang tua kami. Pertama terjadi di wilayah Jila, pilotnya kami sandera namun pesawatnya kami bakar namun berjalannya waktu pilotnya kami bebaskan. Yang kedua, penyanderaan 13 warga negara asing dan Indonesia di Mapnduma, pesawat dan manusianya kami bebaskan. Yang ketiga, penyanderaan pilot asal Selandia Baru, Kapten Philips Mark Martens pada tahun 2023 di Distrik Paro, pesawatnya kami bakar dan pilotnya kami tahan selama 1 tahun dan 9 bulan namun, selama operasi pembebasan pilot oleh militer Indonesia mereka tidak mampu sehingga kami bebaskan walaupun ia bekerja sama dengan pemerintah Indonesia.

Dan juga pembebasan Pilot asal Selandia Baru, Kapten Philips Mark Martens itu dilakukan karena dia adalah warga sipil yang hidup dengan kami selama 1 tahun dan 9 bulan namun Indonesia gagal dalam misi pembebasan pilot dan akhirnya kami bebaskan. Oleh sebab itu, kami secara resmi memohon maaf kepada jaringan kerja baik di tingkat lokal, nasional dan internasional atas kesalahpahaman dalam pembebasan Pilot.

Dalam hal tersebut, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB meminta kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI Agus Subyanto agar hentikan operasi militer menggunakan helikopter dan hentikan serangan bom menggunakan drone militer di pemukiman warga sipil diluar dari wilayah perang dan juga penggunaan drone militer Indonesia dalam konflik bersenjata di Papua tidak sesuai dengan hutan tropis di Papua seperti di Nduga maka serangan drone kerap kali menyasar pemukiman warga sipil sehingga Presiden Prabowo Subianto harus segera hentikan penggunaan drone dan evaluasi total sehingga serangan bom menggunakan drone tidak lagi mengorbankan warga sipil karena salah target dalam operasi.

Demikian Siaran Pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Sabtu, 25 Juli 2026 oleh Sebby Sambom Jubir TPNPB OPM.

‎Dan terima kasih atas kerja sama yang baik.


Penanggungjawab Nasional Komando Markas Pusat Komando Nasional TPNPB-OPM.

Jenderal Goliath Tabuni

Panglima Tinggi TPNPB-OPM

‎Letnan Jenderal Melkisedek Awom

‎Wakil Panglima TPNPB-OPM

Mayor Jenderal Terianus Satto

‎Kepala Staf Umum TPNPB-OPM

Mayor Jenderal Lekagak Telenggen

‎Komandan Operasi Umum TPNPB-OPM

Share this article :

0 komentar:

.

.

Pray For West Papua

Pray For West Papua

MELANESIANS IN WEST PAPUA

MELANESIANS IN WEST PAPUA

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

GOOGLE FOLLOWER

Traslate By Your Language

WEST PAPUA FREEDOM FIGHTER

WEST PAPUA

WEST PAPUA

VISITORS

Flag Counter
 
Support : WEST PAPUA | WEDAUMA | SUARA WIYAIMANA
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2014. Suara Wiyaimana Papua - All Rights Reserved
Template Design by WIYAIPAI Published by SUARA WIYAIMANA