Militer Indonesia Pasang Ranjau Bom Di Jazad Perempuan Di Kabupaten Puncak Papua, 7 Orang Korban Akibat Ledakan Bom, TPNPB: Warga Sipil Menjadi Sasaran Operasi Militer Indonesia Di Tanah Papua.
Siaran Pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Kamis, 7 Mei 2026
Silahkan Ikuti Laporan Dibawa Ini.!
Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan dari PIS TPNPB dari Kota Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua pada hari Kamis, 7 Mei 2026 bahwa aparat militer Indonesia telah menembak mati seorang warga sipil atas nama Tarling Wanimbo di dalam kebun milik keluarganya di Kampung Erenggobak pada 2 Mei 2026 kemarin saat aparat melakukan operasi militer, setelah ditembak mati, jazad korban di pasang oleh ranjau bom dan tinggal selama empat hari dan pada tanggal 6 Mei kemarin, masyarakat sipil bersama kepala kampung dan kepala distrik melakukan evakuasi jazad korban namun, bom tersebut meledak hingga mengakibatkan tujuh orang yang tergabung dalam misi kemanusiaan menjadi korban luka-luka akibat ledakan bom.
PIS TPNPB juga melaporkan bahwa selain Tarling Wanimbo, Omukiame Kiwak dan ada tiga orang lainnya yang juga menjadi korban tewas dan luka-luka dalam operasi militer Indonesia sejak 1-4 Mei 2026 di Distrik Omukia, baca https://www.papuaspiritnews.com/laporan-tpnpb-dugaan-penembakan-warga-sipil-dan-tekanan-terhadap-pengungsi-di-puncak-papua/ sementara korban lainnya belum bisa evakuasi karena akses masuk di tempat kejadian masih diblokade oleh aparat militer Indonesia.
Ia juga melaporkan dari Kota Ilaga bahwa para pengungsi yang berada di kamp-kamp pengungsian di Distrik Omukia terus bertambah akibat operasi militer Indonesia terus meluas ke kampung-kampung di Wilayah tersebut sementara para pengungsian hidup dalam tekanan akibat operasi militer terus di tingkatkan di wilayah sipil dan kamp-kamp pengungsian. Anak-anak balita, perempuan hingga lansia yang berada di kamp-kamp pengungsian di Distrik Omukia saat ini kekurangan makanan dan obat-obatan oleh sebab itu, kami meminta kepada lembaga-lembaga kemanusiaan internasional internasional untuk dapat membantu para pengungsi disana.
PIS TPNPB juga melaporkan bahwa selain para pengungsi yang berada di Distrik Omukia dan Kembru ada juga yang tersebar ke kampung-kampung dan hutan belantara sehingga kami meminta kepada Palang Merah Indonesia dan Internasional untuk dapat mencari mereka dan bawa ke kamp-kamp pengungsian darurat yang didirikan oleh pengungsi di Omukia dan Kembru. Hal ini perlu dilakukan karena operasi militer Indonesia masih terus terjadi dan meluas ke seluruh kampung-kampung di Kabupaten Puncak Papua agar warga sipil tidak menjadi korban pembunuhan oleh aparat militer Indonesia.
Dalam hal tersebut, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB meminta kepada Pemerintah Indonesia untuk segera menjalankan visi dan misi PBB untuk memberikan akses seluas-luasnya terhadap Palang Merah Internasional untuk menangani warga sipil di Tanah Papua yang sedang mengungsi akibat operasi militer dan konflik bersenjata antara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat dan aparat militer Indonesia. Karena para pengungsi di Tanah Papua tidK mendapatkan penanganan serius oleh lembaga-lembaga HAM secara nasional dan sudah berada dalam krisis kemanusiaan akibat kematian dan sakit terus meningkat karena kurangnya bantuan kemanusiaan.
Demikian Siaran Pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Kamis, 7 Mei 2026 oleh Sebby Sambom Jubir TPNPB OPM.
Dan terima kasih atas kerja sama yang baik.
Penanggungjawab Nasional Komando Markas Pusat Komando Nasional TPNPB-OPM.
Jenderal Goliath Tabuni
Panglima Tinggi TPNPB-OPM
Letnan Jenderal Melkisedek Awom
Wakil Panglima TPNPB-OPM
Mayor Jenderal Terianus Satto
Kepala Staf Umum TPNPB-OPM
Mayor Jenderal Lekagak Telenggen
Komandan Operasi Umum TPNPB-OPM


0 komentar:
Posting Komentar