Negara Takut Terhadap Simbol-Simbol Perjuangan Papua - Suara Wiyaimana Papua
Headlines News :
Home » , » Negara Takut Terhadap Simbol-Simbol Perjuangan Papua

Negara Takut Terhadap Simbol-Simbol Perjuangan Papua

Written By Suara Wiyaimana Papua on Senin, 30 Januari 2017 | Senin, Januari 30, 2017

Add caption
Simbol adalah sesuatu yang biasanya merukakan tanda yang terlihat untuk menggantikan gagasan atau objek tertentu. Simbol juga dapat berupa gambar yang digunakan untuk mendukun teks, membuat makna yang lebih jelas dan lebih mudah dipahami. Kata simbol dalam bahala latin yaitu symbolium, dalam bahasa inggris disebut symbol. Kata simbol berasal dari bahasa yunani yaitu symbolon (symballo) yang berarti bermakna, memberi kesan atau menarik kesimpulan.

Dalam sejarah pembentukan negara moderen simbol negara seperti bendera, lagu kembangsaan dan lambang negara merupakan sayarat formal yang mengambarkan idenditas suatu negara. Sehingga simbol bangsa wajib dimiliki oleh suatu negara merdeka sebagai pertanda  otonomi negara atas rakyatnya dan teritorti yang dimilikinya. Jauh sebelum ada negara moderen penggunaan simbol juga telah ada pada kerajaan-kerajaan tradisional yang kala itu dijadikan sebagai identidas atau petunjuk tentang pasukan perang, wilayah kekuasaan, atau sebagai pertanda pengikat kesepakatan-kesepakatan berama atau memberikan isyarat/tanda kepada teman atau sebaliknya kepada lawannya.

Dalam perkembangannya pengunaan simbol tidak saja ditemukan dan digunakan oleh negara dan pemerintah, orgasasi non pemerintah, tetapi juga telah digunankan secara umum oleh khalayak umum dalam segala hal untuk memberikan batasan atau menandai atas suatu hal tentang hal yang dipunyai.

Simbol dalam konteks gerakan sosial termasuk gerakan perlawanan tidak hanya identik dengan tanda yang berwujut dalam bentuk benda. Tetapi juga simbol atau tanda merupakan berbentuk pengakuan atau legitimasi tertentu. Dalam tulisan ini hanya akan membahas saimbol yang berwujut yang dalam bentuk benda atau dapat dilihat.
Dalam sejarah Gerakan perjuangan kemerdekaan Papua sejak awal dilakukan hingga saat ini tidak terlepas dari pengunanan simbol-simbol sebagai tanda perlawanan dalam perjuang pembebasan dari kolonial indonesia untuk membentuk suatu bangsa merdeka yang memiliki pemerintahan sendiri atas rakyat Papua diseluruh teritori wilayah West Papua.

Simbol dalam perjuangan kemerdekaan Papua merdeka pertama kali yang menucul menjadi simbol identitas Papua  adalal simbol-simbol negara Negara yaitu Bendera Bintang Kejora, Lambang Negara yang mengunakan gambar burung Mambruk, Mata Uang Negara Papua dan Lagu Kebangsaan yang  berjudul Hai Tanahku Papua pada deklarasi Negara West Papua 1 Desember 1961 di Holandia (kini Kota Jayapura), saat itu belum ada simbol-simbol organisasi politik atau partai-partai perjuangan lainnya yang memiliki sibol-simbol organisasi selain simbol-simbol baku kenegaraan beserta beberapa simbol instansi pemerintah lainnya seperti Dinas Keamanan/Papoea Vrijwillingers Korps (PVK), Dinas Kesehatan, Dinas Pertania, Dinas Penerangan dan Dinas Pendidikan. Simbol-simbol kenegaraan ini  dirembuk secara bersama oleh 21 orang anggota Parlemen West Papua yang disebut Dewan Nieuw Guinea / Nieuw Guinea Raad dengan perwakilan pemerintah Belanda pada bulan-bulan sebelum dilakukan deklarasi.

Semejak itu bendera bintang kejora, Lambang Burung Cenderawasi dan lagu Hai Tanahku Papua menjadi simbol utama persatuan rakyat Papua. Bendera bintang kejora merupakan simbol bangsa Papua yang mampu mengikat hati rakyat Papua dari seluruh suku-suku bangsa yang berada di Papua yang didasari oleh nasionelisme kepapuaan / kesamaan kultru dan kemauan bersama untuk membangun satu negara yang merdeka. Dalam sejarahnya pada tahun 1962 semenjak diinvasi meliter Indonesia hingga tahun 1969 dilaksanakan Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA)/referendum yang dilaksanakan secara tidak demokratis, sejak itu simbol-simbol negara Papua dilarang digunakan. Bendera Binta Kejora dilarang dikibarkan, mata uang Papua dilarang didarkan dan lagu hai tanahku Papua dilarang dinyanyikan. Walaupun larangan diterapkan disertai sanksi yang tegas bahkan hingga ditembak mati larangna ini tidak mampu menghadang rasa cinta dan kembanggaan rakyat terhadap simbol-simbol Negara Papua, rakyat tidak surut dan berhenti memakai simbol-simpol negara Papua. Namun sebaliknya rakyat Papua melakukan perlawanan terbuka secara damai di beberapa kota yaitu Manukwari, Jayapura, Biak dan Sorong dengan mengunakan simbol-simbol negara Papau dalam bentuk gambar dan lagu-lagu. Dan juga perlawanan bersenjatah dengan metode gerilya dilakukan di daratan Manukwari dan sekitarnya.

Pengaruh simbol-simbol Negara Papua dalam gerakan perjuangan kemerdekaan Papua dalam dasawarsa saat ini mempunyai peran yang sangat penting tidak hanya sebagai pertanda identitas kepapuaan atau sebagai simbol-simbol formal negara Papua yang memiliki nolani hirtori sehingga menjadi simbol yang absrak yang hanya dapat dipajang atau untuk dililhat kasat mata dan memiliki noai keindahan/estetika. Tetapi lebih dari itu, nilai histori dan budaya yang melekat pada Bintang Kejora dan Lagu Hai Tanahku Papua telah menyatu dengan juwa dan menjadi darah yang mengalir pada tiap anak-anak Papua yang melakukan perlawanan. Sehingga menjadi simbol perjuangan yang memiliki nilai nasionalisme yang mampu menggerakan setiap nadi anak bangsa untuk bangkit dan melakukan perlawanan. Bintang Kejora dan Hai Tanahku Papua telah menjadi simbol kepapuaan yang mampu mengikat gerakan perjuganan kemerdekaan semenjak dicetuskan hingga kini mejadi nafas yang menghembus pada tiap hidup generasi Papua dari periode ke periode.

Indonesia menerapkan kebijakan keamanan yang membatasi pengunaan simbol-simbol perjuangan rakyat Papua. Kebijakan ini merupakan upaya untuk meredahkan gerakan perjuangan Papua merdeka yang telah mengakar dengan tujuan untuk menghapus secara perlahan-lahan memori/ingatan dan rasa cinta orang-orang Papua terhadap nasionalisme Papua. Tetapi juga efek dari pelarangan pengunaan simbol-simbol perjuagan Papua merdeka akan menghilangkan identitas dan esensi atau pesan/makna dari perjuangan yang tersirat dari setiap aksi-aksi perlawanan yang dilakukan. Dengan begitu akan menjadi mudah untuk Pemerintah menepis atau menghindar dari substansi tuntutan yang disampaikan. Juga dengan tidak mengunakan simbol-simbol perjuangan pada aksi-aksi yang dilakukan akan menutup pesan perjuangan kepada publik yang merupakan mitra strategis dari sebuah perjuangan rakyat.

Kebijakan indonesia ini bertentangan dengan prinsip-prinsip negara demokrasi. Mestinya pengunaan simbol-simbol perjuangan rakyat Papua yang ditampilakan dalam bentuk gambar, tulisan atau lagu yang dilakukan secara terbuka merupakan bagian dari prinsip kebebasan menyampaikan pendapat secara bebas, terbukan dan langsung dalam bentuk tulisan, gambar atau suara secara terbuka mersti diperbolehkan. Bahkan negara melalui pemerintah wajib melindungi dan turut menfasilitasi aga hak-hak warga Papua ini dapat disalurkan secara baik dan benar. Seperti yang dilakukan oleh Pemerintah Spayol dalam menangapi gerakan kemerdekaan Catalonia yang digerakan oleh rakyat Catalunya dan Pemerintah Inggris dalam merespok gerakan kemerdekaan Skotlandia.

Dibalik kebijakan pelarangan penggunaan simbol-simbol negara Papua oleh rakyat Papua dalam setiap gerakan perlawanan yang dilakukan menunjukan kepada kita bahwa sesungguhya negara takut terhadap simbol-simbol perjuangan Papua merdeka. Mengapa demikian?, karena tentunya pengunaan simbol-simbol Negara Papua itu akan menyuburkan semangat gerakan perlawanan dalam perjuangan kemerdekaan Papua. Simbol-simbol itu akan mewariskan ingatan kolektif rakyat Papua tentang sejarah politik masa lalu dan dapat menghidupklan kembali pola pikir generasi-generasi Papua untuk melakukan perlawanan-perlawanan. Pada satu sisi juga pengunaan simbol-simbol Papua merdeka seperti gambar bendera bintang kejora di pamfel, baliho atau diukir pada tubuh dan menyuarakan yel-yel Papua meredeka adalah merupakan media atau wadah yang berfunsi menyampaikan sikap politik atau tuntutan dari aksi yang dilakukan sehingga tuntutan atau sikap politik tersebut tidak disalah tapsirkan atau dipolitisir. Dan juga simbol-simbol yang digunakan itu dapat menyampaikan informasi atau pesannya lanngsung kepada publik.

Kata kunci dari tulisan ini adalah gunakan simbol-simbol negara Papua dalam setiap perjuangan yang dilakukan.

Oleh : Kac Ronald
@23Januari2017

Share this article :

0 komentar:

.

.

MELANESIANS IN WEST PAPUA

MELANESIANS IN WEST PAPUA

GOD'S WORD DAILY DEVOTIONAL

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

GOOGLE FOLLOWER

Traslate By Your Language

WEST PAPUA FREEDOM FIGHTER

WEST PAPUA

WEST PAPUA

VISITORS

Flag Counter
 
Support : WEST PAPUA | WEDAUMA | SUARA WIYAIMANA
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2014. Suara Wiyaimana Papua - All Rights Reserved
Template Design by WIYAIPAI Published by SUARA WIYAIMANA