Hut Papua Barat Ke-55, Ini Tiga Pergerakan Pro Refrendum Mediasi Rakyat - Suara Wiyaimana Papua
Headlines News :
Home » , , , , » Hut Papua Barat Ke-55, Ini Tiga Pergerakan Pro Refrendum Mediasi Rakyat

Hut Papua Barat Ke-55, Ini Tiga Pergerakan Pro Refrendum Mediasi Rakyat

Written By Suara Wiyaimana Papua on Jumat, 02 Desember 2016 | Jumat, Desember 02, 2016


Demonstran Referendum Papua: Kami Dipukuli AparatKoordinator FRI Surya Anta mengatakan pemukulan diduga dilakukan oleh aparat keamanan dalam aksi demonstrasi pada hari ini. (REUTERS/Beawiharta)
Jayapura (KM)--- Orang asli  dan Non asli Papua pegiat  kemerdekaan Papua Barat  secara serentak merayakan HUT ke-55 yang jatuh pada 1 Desember  sebagai hari embrio bangsa-nya.

Pantauan awak media ini,  ada tiga pergerakan pro kemerdekaan memediasi  rakyat. Acara dilaksanakan serentak  di tempat berbeda- beda secara nasional. Tiga pergerakan yaitu Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Front Rakyat Indonesia (FRI), Aliansi Mahasiswa Papua (AMP).

Pertama, Komite Nasional Papua Barat  (KNPB), setiap suku- suku pribumi  di tujuh wilayah adat dari Sorong  sampai dengan Samarai, baik tokoh agama,  politik,  adat, akademisi, tokoh gerakan sosial  turut hadir dalam acara  ibadah bersama.

Setiap wilayah dirayakan dalam bentuk perayaan ibadah untuk mengucap syukur atas keberhasilan diplomasi yang terus bergulir di kanca Internasional, serta menuntut segera kembalikan hak politik bangsa Papua Barat. 

Pada HUT kali ini, himbauan yang dikeluarkan KNPB bahwa wajib hayati dan merefleksikan hari embrio bangsa Papua  secara damai, aman dan tertip di masing- masing Honai, karena menghargai sebagai hari lahirnya sebuah bangsa sama seperti bangsa- bangsa lain di dunia.

Kedua, Front Rakyat Indonesia (FRI) untuk refrendum Papua Barat  juga turut ambil bagian pada HUT yang ke - 55, setelah Front  ini dideklarasikan di Jakarta belum lama ini.  Aksi pertama yang dilakukan yaitu aksi turun jalan.

Informasih yang dihimpung, kegiatan FRI dipusatkan di dua kota yaitu Jakarta dan Jogyakarta. Dalam aksi pertama setelah dideklarasikan ada empat belas aktivis ditahan di Kapolres Jogyakarta.

Sedangkan, Surya Anta juru bicara FRI ditahan dan dipukul bersama dua orang anggota AMP oleh kepolisi Metro  Jaya- Jakarta. 

Seorang anggota aktivis FRI yang ditahan di Jogyakarta melakukan aksi mogok makan. Dengan alasan bahwa kami ditahan tidak tepat, kami menyampaikan pendapat dimuka umum,sehingga ruang demokrasi itu ada.

Ketiga, Aliansi Mahasiswa Papua (AMP), seperti tadisi biasanya setiap HUT 1 Desember AMP selalu melakukan lonch march untuk menyampaikan aspirasinya. 

Aksi kali ini dipusatkan di Jakarta. Sekitar 203 massa aksi ditangkap dan di bawah ke Polda Metro Jaya, Jakarta.  

Aksi masa diperlakukan secara tidak manusiawi, bahkan Polisi tak hanya represif tapi juga melakukan kekerasan terhadap pendemo. Mereka disiram dengan water canon, dihadang, dipukul.  

AMP selalu eksis memperjuangkan tiga isu utama perlawanan terhadap Imperialisme, Kolonialisme dan Kapitalisme.

Pewarta : Marinus Gobai 
Wamena -- Sekitar lebih dari 3000 masyarakat Papua di wilayah Lapago turut serta memeriahkan Ibadah perayaan HUT Kemerdekaan Bangsa Papua yang ke 55 tahun, 01 Desember 2016 di Lapangan SInapuk Wamena, Kamis (1/12/2016). Aksi 1 Desember 2016 merupakan aksi tahunan. Aksi kali ini dilakukan dalam bentuk ibadah syukur yang dipimpin Pendeta. Isak Asso. Terik matahari siang itu tidak menyurutkan semangat warga Wamena yang hadir meneriakan yel-yel Papua Merdeka dan Referendum. Usai melakukan ibadah yang dimulai pukul 12.00 WP, orasi politik diawali pembacaan pidato tertulis Sekjen United Liberation Movement for West Papua oleh Sekretaris Dewan Aadat Papua Wilayah Lapago Dominikus Surabut yang juga tim kerja ULMWP. Pidato yang dibacakan ini berisi ungkapan syukur atas apa yang telah dijalani ULMWP bersama bangsa Papua dan dukungan yang terus mengalir hingga hari ini. “Pidato sekjen ULMWP sangat jelas. Disini saya sampaikan bahwa kami bangsa Papua sudah bersatu di ULMWP. Baik NFRPB, PNWP dan WPNCL. Yang non afiliasi dengan tiga elemen utama tersebut, segera bergabung, ini saatnya kita bersatu untuk bergerak bersama menuju pembebasan bangsa Papua” ajak Engelbert Surabut dalam orasi politiknya atas nama Negara Federal Republik Papua Barat (NFRPB). Baca: Ini Pidato Sekjend ULMWP 1 Desember Ia menegaskan kelompok organisasi yang tidak bersatu dengan ULMWP namun melaksanakan kegiatan atas nama perjuangan rakyat bangsa Papua untuk menentukan nasib sendiri adalah lawan yang menyusup merusak perjuangan murni bangsa Papua melalui ULMWP Lanjutnya, saat ini mengatakan masalah Papua bukan lagi masaah internal Indonesia maupun Papua saja melain sudah menjadi masalah Pasifik dan saat ini sudah beberapa kali dibicarakan dalam sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa. “Ini persoalan harga diri, jati diri bangsa Papua yang tempatkan Tuhan di tanah ini, kita bukan pencuri, kina anak-anak adat yang tahu diri. Jangan takut bicara tentang masa depan Papua,” ajaknya. Perwakilan dari Parlemen Nasional West Papua (PNWP) dalam kesempatan orasinya, mengklarifikasi isu pernyataan-pernyataan yang menyebutkan bangsa Papua belum bersatu. “Itu isu yang tidak benar. Karena sesungguhnya 3 faksi besar organ perjuangan rakyat bangsa Papua yaitu NFRPB, WPNLC dan PNWP sudah nyatakan diri untuk bersatu melalui ULMWP,” kata Yosep Siep yang berorasi mewakili PNWP. Perayaan 1 Desember ini diakhiri sekitar pukul 14.30 WP. Masyarakat yang hadir membubarkan diri dengan tertib dan aman. Meski demikian, menurut Engelbert Surabut, ada dua mobil polisi yang hadir memantau kegiatan. Namun polisi yang ada di mobil tersebut tidak masuk ke lapangan Sinapuk. “Kami sudah kordinasi sebelumnya. Jadi mereka pantau saja di luar. Kami sampaikan terima kasih kami kepada pemerintah Indonesia melalui Polres Jayawijaya karena memberikan kesempatan pada kami untuk merayakan 1 Desember kali ini,” ujar Engelbert Surabut. (*) Baca ini: ULMWP Apresiasi Aksi 1 Desember FRI West Papua

Sumber: http://www.tabloid-wani.com/2016/12/1-desember-momen-klarifikasi-persatuan-rakyat-papua-dalam-ulmwp.html
Share this article :

0 komentar:

.

.

MELANESIANS IN WEST PAPUA

MELANESIANS IN WEST PAPUA

GOD'S WORD DAILY DEVOTIONAL

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

GOOGLE FOLLOWER

Traslate By Your Language

WEST PAPUA FREEDOM FIGHTER

WEST PAPUA

WEST PAPUA

VISITORS

Flag Counter
 
Support : WEST PAPUA | WEDAUMA | SUARA WIYAIMANA
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2014. Suara Wiyaimana Papua - All Rights Reserved
Template Design by WIYAIPAI Published by SUARA WIYAIMANA