Sejak 1961, Orang Asli Papua Sudah Dihadapi Dengan Senjata - Suara Wiyaimana Papua
Headlines News :
Home » , , » Sejak 1961, Orang Asli Papua Sudah Dihadapi Dengan Senjata

Sejak 1961, Orang Asli Papua Sudah Dihadapi Dengan Senjata

Written By Suara Wiyaimana Papua on Rabu, 07 September 2016 | Rabu, September 07, 2016

Ilustrasi Senjata (IST)
Sejak 1961, Orang Asli Papua Sudah Dihadapi Dengan Senjata
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Jayapura, Jubi – Anggota Komisi I DPR Papua bidang Pemerintahan, Politik, Hukum dan HAM, Ruben Magai menyatakan, bukan hal baru jika kita mendengar ada orang asli Papua yang menghembuskan nafas terakhirnya akibat amunisi yang keluar dari moncong senjata. Apakah oleh pihak yang sering disebut Orang Tak Dikenal (OTK) ataukah aparat keaamanan TNI/Polri yang bertugas di berbagai daerah di Papua.

Ia mengatakan, pasca Presiden Indonesia pertama, Soekarno mengeluarkan Tri Komando Rakyat (Trikora), 19 Desember 1961, sejak itulah negara melalui aparatnya selalu menghadapi orang asli Papua dengan senjata. Kondisi itu berlangsung hingga kini. Kejadian terbaru adalah kasus penembakan terhadap remaja 15 tahun di Sugapa, Intan Jaya. Pelaku diduga oknum anggota Brimob.

“Saya pikir cara-cara ini sudah berlangsung lama. Sejak Trikora orang asli Papua sudah menjadi korban. Tak ada cara lain yang dipakai negara selain melakukan kekerasan melalui alat negara. Banyak kasus yang tak selesai. Sekarang masyarakat Papua bingung mau mencari keadilan dimana,” kata Ruben kepada Jubi, Selasa (6/9/2016).

Menurutnya, masyarakat asli Papua sudah trauma. Apalagi dulu Papua merupakan Daerah Operasi Militer (DOM). Dijaman itu, TNI yang saat itu masih disebut ABRI lebih dominan. Kini peran itu diambil alih polisi. Padahal polisi adalah penegak hukum di masyarakat.

“Ini bukan hal baru. Sudah puluhan tahun berlangsung kalau pelaku dari aparat keamanan, diproses hukum pun sama saja. Tak ada hasilnya. Mubazir. Ujung-ujungnya pelaku akan bebas. Papua ini pendekatan TNI/Polri beda dengan daerah-daerah lain. Tak ada pendekatan kemanusiaan,” ucapnya.

Katanya, pendekatan yang dipakai aparat kemanan di Papua menunjukkan pendidikan dan pengetahuan HAM mereka rendah, meski slogannya melayani dan. mengayomi.

“Kini pendekatannya tak lagi manusiawi. Tapi pendekatan kekerasan. Kalau masyarakat mabuk atau berbuat keribuatan harusnya diingatkan. Bukan ditembak mati seperti kejadian di Sugapa. Ini polisi sama saja tak menjalankan tugasnya dengan baik. Seolah sudah kehilangan kendali,” katanya.

Legislator Papua lainnya, Emus Gwijangge menilai, sebagian besar aparat keamanan yang bertugas di Papua mungkin tak mengetahui jelas tugas dan fungsinya.

“Akibatnya ada saja oknum-oknum aparat keamanan yang menciderai institusi karena ulah mereka yang arogan,” kata Emus kepada Jubi beberapa waktu lalu.

Katanya, menggunakan bedil menghadapi rakyat sipil bukanlah solusi. Itu adalah cara-cara Orde Lama yang sudah usang. Aparat kemanan dalam menangani berbagai dinamika di masyarakat harusnya dengan cara persuasif. (*)

Sumber: http://tabloidjubi.com/…/sejak-1961-orang-asli-papua-sudah…/
Share this article :

0 komentar:

.

.

MELANESIANS IN WEST PAPUA

MELANESIANS IN WEST PAPUA

GOD'S WORD DAILY DEVOTIONAL

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

GOOGLE FOLLOWER

Traslate By Your Language

WEST PAPUA FREEDOM FIGHTER

WEST PAPUA

WEST PAPUA

VISITORS

Flag Counter
 
Support : WEST PAPUA | WEDAUMA | SUARA WIYAIMANA
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2014. Suara Wiyaimana Papua - All Rights Reserved
Template Design by WIYAIPAI Published by SUARA WIYAIMANA