Hamba Tuhan Mengganut Paham Imperialisme Di Papua Barat - Suara Wiyaimana Papua
Headlines News :
Home » , , , » Hamba Tuhan Mengganut Paham Imperialisme Di Papua Barat

Hamba Tuhan Mengganut Paham Imperialisme Di Papua Barat

Written By Suara Wiyaimana Papua on Selasa, 26 Januari 2016 | Selasa, Januari 26, 2016

Oleh :Frans Nawipa

Opini,(KM)--Topik ini menarik bagi setiap lembaga- lembaga yang berada di atas tanah Papua Barat, terlebih khusus kepada lembaga Agama(hamba Tuhan) di Papua Barat yang menganut paham imperialisme barat (Amerika) yang fokus melakukan kerja kerja yang di bebankan oleh Imperilaisme Barat (Amerika) demi memonopoli hegomoninya di teritori West Papua Sambil mengembangkan Gonocida meruju pada pemusnaan Etinis Melanesian di West Papua.

Lembaga agama ini, Sulit di percaya bahw,apakah lembaga ini hadir untuk memberitahukan kabar baik dari Allah terhadap manusia yang beradah di bahwa tirani dosa? Apakah hamba-hamba Tuhan yakni,Pendeta, Pastor, Klasis, Uskup,Dll untuk menyelamatkan umat manusia yang berada di bahwa penindasan? Dan umat manusia yan membutukan keselamatan dari ketidakadilan?.

Ataukah? Lembaga Agama (Hamba Tuhan) melestarikan ketidakadilan di negeri bumi cendrawasi? Atau memelihara dan Memihak para mengguasa (Borjuis Kapitalis) yang menguasi terirori West Papua yang datang menguras, mengisap sumber daya Alam Papua? Sambil melakukan tindakan arogasi terhadap rakyat Papua Barat,sehingga pertumbuhan kejahatan kemanusiaan di Papua Barat meningkat terus menerus.

Mengapa Saya mengatakan bahwa lembaga Agama(Hamba Tuhan) mangganut Paham Imperialisme. Untuk menjawab pertanya ini kita bersama sama melihat kenyataan yang di buat oleh lembaga Agama ( Hamba Tuhan) pada saat kunjungan kedubes Amerika Serikat kemarin di Papua Barat. Persoalan ini sangat di sayangkan bagi rakyat Papua Barat melihat dengan tidakkan lembaga Agama (hamba Tuhan) dukungan atas perpanjangan kontrak karya PT Freeport dengan pemerintah klonialisme Indonesia dan Imperialisme Barat (Amerika) dengan perjanjian yang tidak tepat dan tidak menyentuh secara meyeluruh sesuai dengan harapan rakyat Papua Barat yang di tuntut selama ini.

Persoalan rakyat Papua Barat bukan kesejatraan rakyat dan pembagunan di teritori West Papua dan bukan persoalan makan minun dan lain lain, melainkan Persoalan utama rakya dan bangsa Papua Barat adalah, status Politik Papua Barat yang di masukan secara sepihak ( ilega) kedalam kekuasaan klonialisme Indonesia yang didukung oleh Imperialisme barat (Amerika) hanya untuk kepentingan Ekonomi, Politik. 

Jadi tindakan atas dukungan Perpanjangan Kontrak karya PT Freeprot yang di pelopori oleh pemuka pemuka Agama di Papua Barat dengan alasan atas kesejatraan rakyat dan pembagunan ini tidak dan menyentu dan bagi rakyata Papua Barat. Bahan tidak perna sembukan luka yang membekan dari dahulu kalah hingga kini.

Dekungan atas Perpanjangan kontrakan karya PT.Freeport dengan pemerintah klonialisme Indonesia dan Imperialisme Barat (Amerika) ini sama saja para pemuka-pemuka Agama merniat melestarikan ketidakadilan, di Papua Barat yakni,Ekonomi, Politik, Budaya, Kesehatan, Pendidikan. semakin bertambah kemiskinan, kemeralatan dan pertumbuhan kematian terhadap rakyat Papua Barat di atas Tanah Papua.

Lebih rumit lagi menggenai persoalan Politik Papua Barat yang selama 54 Tahun yang di perjuangkan oleh rakyat Papua Barat Terhitung 1960-an hingga detik ini.melalui berbagai faksi faksi pergerakan Pembebasan Nasional Papua Barat secara Gerilya, lobi" Diplomasi, Sipil Lapangan Dll, ini Sudah jelas bahwa perjungan Pembebasan Nasional Papua Barat dalam hal HAM (Hak Menentukan Nasib Sendiri) bisa di Akhiri dan bisa rebut dengan Tagannya sendiri (rakyat Papua) tetap, yang menghambat dan menyudutkan perjuangan Papua Barat Hanya Karna sumber daya Alam (Ekonomi) di Papua Barat, yang melirik di mata penjuru dunia sehingga kedaulatan Papua Barat yang di rebut oleh rakyat Papua Barat yang dideklarasikan tepat 1 Desember 1961 tidak di akui oleh kaum klonialisme Indonesia Dan Imperialisme Barat (Amerika) dan tidak di akui momen yang terjadi secara defacto, tetapi dejoure kan oleh hukum klonialisme Indonesia dan tuanya Imperialisme Indonesia demi memonopoli Inventasi asing di West Papua sambil menghanyutkan darah dan daging manusia Papua di atas Tanah leluhur Papua Barat.

Dengan melihat kenyatan ini bahwa,kesejatraan rakyat dan pembangunan dari seluruh teritori West Papua akan ada hasil ketika kemerdekan itu di rebut oleh tangan rakyat terindas (rakyat Papua) itu sendiri, tetapi kebijakan terkait dengan perpanjangan kontrak karya PT Freeport yang di sahkan oleh lembaga Agama (Hamba Tuhan) berdasakan alasan alasan tetentu, tidak akan selamatkan rakyat bangsa Papua Barat dari tirani penindasan, perbudakan, dan kemunafikan yang ada hanya penderitaan yang kekal.

Akhir kata,Walapun orang lain memiliki kepandaian dan marifat yang tinggi, tetapi tidak dapat membagun Bangsa Papua ini. Bangsa Papua ini akan bangkit dan berdiri sendiri,LAWAN.(Frans NWP/KM).

Sumber: KABAR MAPEGAA
Share this article :

0 komentar:

.

.

MELANESIANS IN WEST PAPUA

MELANESIANS IN WEST PAPUA

GOD'S WORD DAILY DEVOTIONAL

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

GOOGLE FOLLOWER

Traslate By Your Language

WEST PAPUA FREEDOM FIGHTER

WEST PAPUA

WEST PAPUA

VISITORS

Flag Counter
 
Support : WEST PAPUA | WEDAUMA | SUARA WIYAIMANA
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2014. Suara Wiyaimana Papua - All Rights Reserved
Template Design by WIYAIPAI Published by SUARA WIYAIMANA