Damai! Pemimpin GIDI Pendeta Yunus Wenda dan Ustad Ali Bersalaman dan Berpelukan - Suara Wiyaimana Papua
Headlines News :
Home » » Damai! Pemimpin GIDI Pendeta Yunus Wenda dan Ustad Ali Bersalaman dan Berpelukan

Damai! Pemimpin GIDI Pendeta Yunus Wenda dan Ustad Ali Bersalaman dan Berpelukan

Written By Suara Wiyaimana Papua on Minggu, 26 Juli 2015 | Minggu, Juli 26, 2015

Pdt. Yunus Wenda dan Ustad H. Ali Muktar sedang salam damai. Foto: Ist.

Tolikara, MAJALAH SELANGKAH -- Perdamaian digelar di Tolikara, Papua, Rabu (22/7/2015). Pemimpin Umat GIDI yang dipimpin Ketua Klasis Toli, Pdt. Yunus Wenda dan Ustad H. Ali Muktar mewakili umat muslim bersalaman.

Dalam acara perdamaian yang digelar di lapangan Koramil Tolikara, kedua perwakilan umat itu saling menyampaikan kata-kata permohonan maaf, lalu bersalaman dan berpelukan. 

Pelukan yang sangat erat dan saling memaafkan itu disaksikan Bupati Tolikara, Usman Genongga Wanimbo dan Muspida Kabupaten Tolikara.

"Kami minta maaf telah menyakiti hati saudara-saudara kami umat Muslim. Ini karena kekhilafan untuk itu, mohon permasalahan ini cukup di sini saja. Kita harus bersatu kembali seperti yang lalu," kata Pendeta Yunus, dikutip detik.com.

Ucapan itu disambut baik Ustad Ali Muktar. Dia juga mohon maaf atas apa yang sudah terjadi, dan dia berharap kejadian seperti ini tidak akan pernah terjadi lagi di Tolikara. 

"Kami juga mohon maaf atas kekhilafan yang sudah terjadi. Kami sangat mengharapkan tidak akan pernah lagi terjadi seperti ini. Mari kita bersama-sama membangun kerukunan seperti yang selama ini terjadi di Tolikara ini," sambutnya.

Salaman dan pelukan yang dilakukan kedua  pemimpin umat itu disambut tepuk tangan hadirin. 

Sementara itu, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua, Inspektur Jenderal Polisi Yotje Mende mengakui, anggota Polri melakukan tembakan kepada warga sipil yang memicu insiden pembakaran rumah dan kios yang merembet ke Mushola di Karubaga, Kabupaten Tolikara, Jumat (17/7/2015) pekan lalu.

"Jadi, yang mengeluarkan tembakan itu memang anggota saya, dan saat ini sebanyak 23 orang dari 50 anggota Polri di Tolikara sudah dilakukan pemeriksaan oleh Ditreskrimum Polda Papua diback up oleh Mabes Polri,"kata Kapolda kepada wartawan di Jayapura. 

Namun, lanjut Kapolda, dari hasil pemeriksaan sementara terhadap 23 anggota Polri di Tolikara, tidak ada yang mengaku melakukan penembakan. "Kita akan proses prosedur dari penembakan yang dilakukan oleh aparat di TKP saat inside dan pemeriksaan masih terus berjalan," jelasnya.

Kata Mende, pihak penyidik Polda Papua juga meminta keterangan dari beberapa pendeta terkait dengan adanya surat edaran tersebut. 

"Masyarakat tetap tenang, masalah ini akan kita usut tuntas," ujar Kapolda.

Kapolda menyebutkan tiga pokok permasalahan dalam kasus Tolikara yang menjadi fokus Polda Papua, diantaranya, pertama dari penyerangan saat pelaksanaan sholat ied dan pembakaran kios yang kita buat dalam satu laporan polisi. Kedua, terjadi penembakan yang dilakukan oleh anggota Polri. Dan, ketiga, soal surat edaran GIDI. (TBR/MS)

Share this article :

0 komentar:

.

.

MELANESIANS IN WEST PAPUA

MELANESIANS IN WEST PAPUA

GOD'S WORD DAILY DEVOTIONAL

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

GOOGLE FOLLOWER

Traslate By Your Language

WEST PAPUA FREEDOM FIGHTER

WEST PAPUA

WEST PAPUA

VISITORS

Flag Counter
 
Support : WEST PAPUA | WEDAUMA | SUARA WIYAIMANA
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2014. Suara Wiyaimana Papua - All Rights Reserved
Template Design by WIYAIPAI Published by SUARA WIYAIMANA