Ketua Pansus DPRP: Kekerasan akan Bertumbuh Subur di Papua - Suara Wiyaimana Papua
Headlines News :
Home » , , » Ketua Pansus DPRP: Kekerasan akan Bertumbuh Subur di Papua

Ketua Pansus DPRP: Kekerasan akan Bertumbuh Subur di Papua

Written By Suara Wiyaimana Papua on Senin, 11 Mei 2015 | Senin, Mei 11, 2015

Ilustrasi, Ist
Jayapura, MAJALAH SELANGKAH -- Ketua Panitia Khusus, Hak Asasi Manusia (Pansus HAM) Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP), Laurenzus Kadepa mengatakan, kunjungan Presiden Republik Indonesia ke Papua sama sekali tak bermanfaat untuk rakyat Papua, terutama korban dan keluarga korban yang jadi kekerasan aparat negara sejak Papua dianeksasi ke pangkuan NKRI.

"Jokowi ke Papua tak membawa manfaat bagi rakyat Papua. Menurut kami, cara ini justru terkesan melindungi pelaku pelanggaran HAM. Sementara keluarga dan korban kekerasan militer diabaikan. Kami yakin ke depan kekerasan di tanah Papua akan bertumbuh subur," kata Laurenzus Kadepa kepada majalahselangkah.com melalui telepon seluler, Minggu (10/05/2015).

Menurut pengamatannya, selama ini ada sesuatu skenario yang sedang dimainkan pihak tertentu untuk membungkus seluruh kejahatan di Papua sehingga penyelesaian atas setiap kasus yang terjadi selalu terhambat dan terjadi tupang tindih karena kasus demi kasus selalu saja terjadi. 

Kadepa juga mengkritik pertemuan Presiden Jokowi dengan para tokoh Masyarakat di Markas Komando Resort Militer (Korem) Jayapura, Sabtu (9/5/2015). "Di undangan ditulis pertemuan tatap muka dengan Presiden RI bersama tokoh masyarakat, padahal bukan itu. Agendanya, presiden memberi arahan kapada prajurit TNI-Polri," jelasnya 

Meski demikian Laurenzus mengapresiasi gaya Jokowi untuk merubah pola pendekatan keamanan di Papua, dan membuka akses jurnalis asing masuk Papua. "Langkah itu adalah suatu langkah maju." kata dia

Hanya saja kata Kadepa, pengampunan yang diberikan Jokowi kepada lima tapol dan membuka akses jurnalis asing ke Papua bukan berarti tuntutan penyelesaian masalah penembakan di Paniai serta pelanggaran HAM yang pernah terjadi di masa lalu akan berakhir.

"Jokowi jangan menganggap masalah penembakan Paniai sudah berakhir dengan memberi grasi untuk lima orang tahanan politik dan membuka akses jurnalis asing ke Papua dan hal lainnya. Masalah Paniai adalah pelanggaran HAM berat, dan negara yang harus bertangung jawab, karena korban dan keluarga korban kini menanti keadilan untuk mereka," tegasnya. (Hendrikus Yeimo/MS)

Share this article :

0 komentar:

.

.

MELANESIANS IN WEST PAPUA

MELANESIANS IN WEST PAPUA

GOD'S WORD DAILY DEVOTIONAL

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

GOOGLE FOLLOWER

Traslate By Your Language

WEST PAPUA FREEDOM FIGHTER

WEST PAPUA

WEST PAPUA

VISITORS

Flag Counter
 
Support : WEST PAPUA | WEDAUMA | SUARA WIYAIMANA
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2014. Suara Wiyaimana Papua - All Rights Reserved
Template Design by WIYAIPAI Published by SUARA WIYAIMANA