MERESPON KARYA KEMATIAN DAN KEBANGKITAN KRISTUS - Suara Wiyaimana Papua
Headlines News :
Home » , , » MERESPON KARYA KEMATIAN DAN KEBANGKITAN KRISTUS

MERESPON KARYA KEMATIAN DAN KEBANGKITAN KRISTUS

Written By Suara Wiyaimana Papua on Jumat, 03 April 2015 | Jumat, April 03, 2015


MERESPON KARYA KEMATIAN DAN KEBANGKITAN KRISTUS

Makna Kematian Kristus

Kematian Kristus di Kayu Salib dan kebangkitan-Nya adalah demonstrasi kasih Allah atas umat manusia dan kuasa-Nya atas dosa dan maut. Kasih Allah dinyatakan lewat pengorbanan Putra Allah yang memikul dosa seisi dunia sehingga menyediakan jalan pendamaian bagi manusia kepada Allah.

Kematian Kristus adalah kematian yang menggantikan hukuman yang seharusnya manusia terima karena dosa-dosanya. Manusia yang percaya kepada Kristus kini tidak lagi menerima hukuman, melainkan menerima anugerah pengampunan dosa. Salib menjadi lambang pengampunan yang sempurna karena Kristus telah membayar utang dosa secara tuntas di atas-Nya.

Oleh darah Kristus yang telah dicurahkan demi pengampunan dosa, manusia yang percaya kepada karya salib ini boleh dengan berani berkata, "Aku sudah diampuni. Allah tidak lagi melihat aku sebagai orang berdosa. Terpujilah nama Tuhan!"

Kebangkitan Kristus menyatakan bahwa kuasa dosa dan maut yang membelenggu manusia telah dipatahkan, sekali untuk selama-lamanya. Dosa dan maut tidak lagi memiliki kuasa untuk memperbudak manusia. Kubur yang kosong membuktikan bahwa orang yang percaya kepada Kristus mengalami pembebasan dari belenggu dosa.

Sama seperti karya Kristus di salib menyebabkan manusia bisa berkata "darah-Nya menyucikan aku", kebangkitan Kristus menyebabkan setiap orang percaya boleh dengan keyakinan penuh berkata, "Puji Tuhan hidupku sekarang bukan aku lagi, melainkan Kristus yang hidup dalamku." (Galatia 2:20a)

Namun, kasih kayu salib dan kuasa kebangkitan Kristus tidak hanya berhenti pada pengampunan dosa dan pembebasan dari belenggu dosa, tetapi juga menjaminkan pemeliharaan- Nya atas orang percaya secara terus-menerus. Kristus yang bangkit hadir dalam rupa kehadiran Roh Kudus di dalam hati setiap orang percaya.

Itu sebabnya, selepas kebangkitan, kita merayakan kenaikan Kristus ke surga, lalu hari Pentakosta, yaitu kedatangan Roh Kudus untuk memimpin umat Tuhan. Roh Kudus mengingatkan kita akan semua pengajaran Kristus dan karya yang sudah dilakukan-Nya dengan sempurna.

Setiap kali dosa mengintai dan mau menyatakan otoritas atas hidup orang percaya, kita bisa menolak dengan mengatakan "utang dosa sudah lunas dibayar dan penjara dosa tidak berkuasa menawan aku". Setiap kali godaan datang agar kita menyerah kembali kepada dosa, kita bisa menggunakan senjata ilahi yang diberikan Allah kepada kita: iman, pengharapan, dan kasih.

Dengan iman, kita menengok ke belakang kepada karya salib dan kebangkitan Kristus. Dengan iman, kita diingatkan kembali saat karya tersebut diberlakukan atas hidup kita. Apa yang Kristus telah lakukan pada masa lampau, dan yang telah kita alami secara pribadi, menjadi pegangan dan jaminan bahwa sekarang ini hidup kita adalah di dalam lingkup kasih dan kuasa Allah.

Bersama dengan Paulus, kita bisa berkata, "Tak ada suatu hal pun yang dapat memisahkan aku dari kasih Allah." (Roma 8:31-38).

Dengan pengharapan, kita melihat ke masa depan. Kristus yang sudah bangkit dan sudah menang terhadap kuasa dosa kelak akan datang menjemput setiap orang percaya menikmati surga yang mulia yang disediakan bagi mereka (Yohanes 14:1-3). Saat itu pasti akan datang, sepasti karya penyelamatan- Nya yang sudah terjadi.

Pada saat itu, semua pergumulan hidup selesai. Perjuangan untuk bertahan bahkan menang melawan pencobaan berakhir, diganti dengan persekutuan dan kebahagiaan kekal bersama Allah Bapa dan Kristus.

Pengharapan akan bertemu Kristus dan menikmati persekutuan kekal inilah yang membuat kita fokus pada akhir perjalanan hidup kita, bukan pada hal-hal di dunia ini yang mudah mengalihkan perhatian kita dan menjebak kita berputar-putar di tempat (Ibrani 12:1-2).

Dengan kasih, kita menjalani hari ini sebagai respons terhadap kasih dan kuasa-Nya yang tidak berubah dulu, sekarang, dan sampai Kristus datang kembali. Kasih Kristus yang sudah kita alami dan kuasa-Nya yang terus menopang kita, menjadi daya pendorong yang tidak pernah bisa padam di dalam hidup kita.

Kasih ini bagaikan mata air yang meluap-luap ke luar dari hati yang sudah dihidupkan oleh hidup Kristus (Yohanes 4:14). Kasih ini kita wujudkan dengan menyaksikan Kristus kepada sesama manusia agar mereka pun berjumpa dengan Kristus serta mengalami kasih dan kuasa-Nya dalam hidup mereka.

Makna Kebangkitan Kristus

Rasul Paulus, salah seorang pengikut Kristus yang sebelum bertobat menjadi penantangnya bahkan membunuh orang-orang Kristen, menulis bahwa jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kita (baca: 1Korintus 15:17). Peristiwa kebangkitan tersebut sangat penting karena Kebangkitan Kristus: 

Pertama, mengesahkan bahwa Tuhan Yesus Kristus, adalah Allah yang tidak dapat ditaklukkan oleh maut, bahkan maut telah dikalahkannya (baca Yohanes 11:25). Oleh karena itu, barangsiapa yang percaya kepada-Nya sekalipun akan mengalami kematian jasmani, namun akan tetap hidup dalam roh bersama Tuhan.

Kedua, menyatakan bahwa iman umat Kristen didasarkan pada fakta sejarah dan bukanlah mitos (baca 1Korintus 15:3-8).

Ketiga, mengukuhkan bahwa pernyataan Kristus yang mengatakan bahwa pada Hari yang Ketiga Ia akan bangkit dari kematian. Inilah keunikan Kristus, yang tidak dimiliki penganjur agama lainnya (baca Kisah Para Rasul 2:23-24).

Keempat, menunjukkan bahwa penebusan Kristus di kayu salib untuk membenarkan orang berdosa sehingga mereka bisa diterima oleh Allah Bapa (baca Roma 4:25).

Kelima, merupakan inti Injil, tiada berita sukacita yang sempurna dan sejati bagi umat manusia bila Kristus tidak dibangkitkan (baca 1Korintus 15:18-19).

Keenam, memungkinkan umat manusia mengenal dan menemukan-Nya pada masa kini, karena Dia tetap hidup (baca Wahyu 2:8).

Ketujuh, menjamin kebangkitan orang-orang percaya di masa yang akan datang, karena Dialah buah sulung kebangkitan (baca 1Korintus 15:20-22).

Kedelapan, mengalahkan kuasa maut. Sekalipun masih ada keresahan dalam menghadapi kematian, namun kita harus melenyapkan ketakutan terhadap apa yang akan terjadi diseberang kematian tersebut (baca 1Korintus 15:55-56; Ibrani 2:14-15).
Kesembilan, memberi kemenangan bagi orang-orang percaya, memperoleh kuasa ilahi untuk mengalahkan kejahatan (baca Efesus 1:18-21).

Kesepuluh, menjadi model bagi kebangkitan orang-orang percaya dengan tubuh yang mulia dalam kehidupan yang tidak berkeputusan, kekal dan abadi (baca 1Korintus 15:35-44,49).

Kesebelas, menegaskan akan kedatangan Tuhan yang kedua kalinya, untuk membawa umat manusia pada akhir sejarah (baca Kisah Para Rasul 17:31).

Keduabelas, mendorong orang-orang percaya untuk tidak goyah dalam iman dan giat bekerja bagi kerajaan Allah, mengabarkan Injil Keselamatan Tuhan Yesus Kristrus, karena mengetahui bahwa semua jerih lelah tersebut tidak sia-sia (baca 1Korintus 15:58).

Tatkala murid-murid Tuhan Yesus dalam ketakutan yang hebat pada malam hari Kebangkitan Tuhan, pada PASKAH Pertama, tiba-tiba Tuhan Yesus muncul di tengah-tengah mereka dengan mengucapkan sebuah kalimat yang sungguh menjadi dambaan umat manusia sepanjang sejarah: "Damai sejahtera bagi kamu!", sambil menunjukkan telapak tangan-Nya yang bekas dipaku dan rusuk-Nya yang telah ditusuk.

Rasul Yohanes kemudian melaporkan bahwa murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan (baca Yohanes 20:19-20).

Di tengah dunia yang menakutkan ini -- penduduk dunia menghadapi ketidakpastian ekonomi, sosial dan politik, serta makin merosotnya moral dan meningkatnya kejahatan. Kiranya ucapan Tuhan Yesus: "Damai sejahtera bagi kamu!", akan sungguh-sungguh memberi kita sukacita, karena mengetahui bahwa Tuhan yang sudah mati dan bangkit itu, berkuasa atas sejarah manusia.

Dengan menyadari bahwa sebagai manusia yang terdiri dari darah dan daging, kita masih dimungkinkan resah menghadapi kenyataan yang tidak menggembirakan ini, marilah dengan iman kita menghadapi kehidupan dan masa depan kita dengan penuh sukacita surgawi yaitu sukacita yang melebihi akal.

Juga dengan penuh gairah seperti para pengikut Tuhan di masa permulaan Gereja menyaksikan kasih dan penebusan Kristus kepada mereka yang belum percaya, karena yakin bahwa segala kuasa di bumi dan di surga telah diberikan kepada-Nya serta Dia pun berjanji untuk senantiasa menyertai kita (baca Matius 28:18).

Semoga PASKAH tahun ini membawa suatu perubahan radikal dalam kehidupan pribadi, keluarga maupun pelayanan kita, hingga nama Tuhan dimuliakan.

Pdt. Deserius Adii, S.Th adalah Gembala Jemaat Golgota, Irigasi Timika, Papua. Ia juga adalah dosen di Sekolah Tinggi Teologia Walter Pos Kampus 4 Timika.

Sumber:majalahselangkah.com/content/renungan-paskah-merespon-karya-kematian-dan-kebangkitan-kristus
Share this article :

0 komentar:

.

.

MELANESIANS IN WEST PAPUA

MELANESIANS IN WEST PAPUA

GOD'S WORD DAILY DEVOTIONAL

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

GOOGLE FOLLOWER

Traslate By Your Language

WEST PAPUA FREEDOM FIGHTER

WEST PAPUA

WEST PAPUA

VISITORS

Flag Counter
 
Support : WEST PAPUA | WEDAUMA | SUARA WIYAIMANA
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2014. Suara Wiyaimana Papua - All Rights Reserved
Template Design by WIYAIPAI Published by SUARA WIYAIMANA