“Freeport Sebagai Aktor Pemusnahan Etnis Melanesia” - Suara Wiyaimana Papua
Headlines News :
Home » , » “Freeport Sebagai Aktor Pemusnahan Etnis Melanesia”

“Freeport Sebagai Aktor Pemusnahan Etnis Melanesia”

Written By Suara Wiyaimana Papua on Sabtu, 14 Maret 2015 | Sabtu, Maret 14, 2015


SWP-News-Saat ini, kita mengalami kehilangan jiwa serta segala pengujian dan pencobaan juga sedang menimpa di Negeri yang kita cintai. Penindasan dan pembantaian bangsa papua selama ini adalah satu persoalan ideologi yang belum pernah terselesaikan sepanjang perjuangan. Dan kehidupan bangsa papua merasa terimpit dan terdesak dengan tindakan yang tidak dapat membuat perubahan dalam kehidupan sosial mulai dari papua terintegrasi kedalam negara Indonesia sampai saat ini. Kemudian kita sebagai manusia seringkali terjebak dengan rayuan dan tipu musliat dari negara kapitalisme dan kolonialisme sejauh ini.

Namun kita sebagai manusia itu semuanya dipertimbangkan sebelum terjadi malapetaka secara mengglobal dibelahan dunia. Sebab, kita tahu bahwa, nilai manusia lebih tinggi dibandingkan segala yang ada dimuka bumi. Bahkan kita juga tidak pernah berfikir bahwa, semua yang dianugrahkan itu untuk kita. Tetapi justru kita sendiri juga tak pernah melindungi dan menjaga sesama etnis melainkan saling membunuh dan dibunuh secara tindakan kriminal, terutama didaerah rawan konflik sosial.

Bahkan Pengrusakan kekayaan Alam juga sedang dikuras dan diekspolitasi dari negara kapitalisme Ameika Serikat (United State) melalui korporasi dengan negara Indonesia sebagai salah satu negara konsumtif terbesar didunia. Saudara-saudari sekalian sadar dan tidaknya kita adalah satu bangsa pilihan yakni, angsa melanesia, Papua Barat. Musuh kita adalah negara Amerika dan Indonesia.

Ketika pemerintah belanda masih berada dipulau Papua. Pemerintah belanda telah menamakan pulau Papua sebagai pulau surga kedua. Artinya, Tanah Papua adalah tanah yang penuh damai sepanjang hidup akan berjalan. Namun papua integrasi kedalam Indonesia sudah mulai tercemar tanah suci papua itu. Dikarenakan kehadiran para kaum kapitalis dan negara kolonial membawa berbagai produk pemusnahan etnis melanesia melalui berbagai produk genosida. Realitas penderitaan dan pemusnahan etnis melanesia tak tabu ditelinga kita orang papua. Tak lama lagi, akan punah diatas negeri kami sendiri.

Indonesia menginvasi dan menduduki tanah air West Papua secara illegal. 1 Mei 1963, PBB dan AS menyerahkan West Papua ke dalam genggaman neo-keolonialisme Indonesia. Sejak saat itu, orang Papua dan alam Papua dihancurkan. 51 tahun lamanya, bangsa Papua dijajah, ditindas, dimarginalisasikan, hidup menderita diatas tanah pusakanya sendiri, hidup terancam punah dan hidup bak orang asing. Tanah-tanah kami beralih kepada kaum asing. Kekayaan kami dicuri dan dibawah. Akankah terus begini? atau bangkit dan lawan. Pilihan ada di tangan kita kawan! (sumber: knpbnews.com)

Selain Pemusnahan etnis melanesia papua barat, kekayaan alam (Natural Resources) sudah dieksploitasi, dan dikuras secara tidak wajar tanpa pamit bagi penghuni atau pribumi. Pernyataan Jhon F Kenedy, Presiden Amerika Serikat yang saat membantai dan mengdiskriminasikan bangsa kulit hitam Amerika bahwa, kulit hitam di dunia harus dimusnahkan diatas muka bumi. Dan konspirasi politik Jhon F Kenedy terbukti benar terhadap bangsa papua barat mulai dari New york Agreement antara Amerika dan negara Indonesia sampai saat ini. Jika kita sebagai manusia yang mempunyai paru-paru dunia, tentu direnungkan atas konspirasi politik yang pernah diungkapkan dengan konspirasi politik Iblis Jhon F Kenedy bersama Ir. Sukarno pada saat Papua berintegrasi kedalam Indonesia itu.

Bahkan Konflik antara sesama rumpun melanesia papua barat juga tak pernah berakhir selama bertahun-tahun. Korban kekerasan memakan ribuan jiwa manusia papua dibunuh dan dibantai sehingga manusia papua semakin punah semakin habis diatas tanah leluhur kami sendiri. Dan konflik sosial yang tak pernah berakhir diwilayah areal pertambangan ini, disebabkan kepentingan segolongan manusia yang demi kepentingannya. Kemungkinan konflik sosial sebagai alur proses pemusnahan manusia papua diatas negeri kami sendiri.

Orang papua masih butuh kebenaran injil, sehingga injil yang dibawa oleh para misionaris beberapa tahun yang lalu itu, kemungkinan bertentangan dengan budaya orang papua. Sebenarnya, injil itu sebagai simbol pertobatan, simbol kedamaian dan ketentraman bagi sesama manusia, sesama etnis selama kami masih dalam konteks kapitalisme dan kolonialisme. Menyimaknya injil yang dibawa para misionaris itu, belum menyentuh dalam lubuk hati orang papua. Maka dapat ditarik satu pertanyaan buat kita semua adalah, Siapa yang menghendaki kedamaian dan ketentraman di pulau surga itu ?

Kedamaian dan ketentraman tercipta suatu wilayah atau daerah, apabila sesama etnis menyatukan agenda penentuan nasib sendiri sebagai solusi atas segala produk pemusnahan etnis melanesia, papua barat saat ini. Setiap manusia tak perlu hidup dibawa penjajahan dan penganiayaan berat, selagi kami berada dalam konteks kapitalisme dan kolonialisme. kita perlu merenungkan dan belajar atas nabi musa memimpin dan membawa bangsanya dari perbudakan dan pembantaian dibawah Raja Firauan. Oleh karenanya, diwajibkan etnis melanesia, bangsa papua semestinya menolok atas tawaran bentuk apapun dari negara kapitalisme (Amerika Serikat), dan Indonesia semakin mengkolonialisasi terhadap orang papua sepanjang ini.

Segala kebijakan program melalui mekanisme desentralisasi tak penah akan ada perubahan sampai kapanpun. Untuk itulah diberi pengakuan atas kejahatan dan kekerasaan terhadap bangsa bangsa papua barat. Bangsa papua barat dibutuhkan persatuan dan kesatuan adalah kunci utama untuk mencapai kemerdekaan secara independen. Dan kami bangsa papua sedang menunggu negara Amerika dan Indonesia yang membuat kapitalisasi dan kolonialisasi terhadap bangsa papua barat. Kami menanti agenda perundingan secara demokratis sebagai bagian dari proses penyelesaian persoalan ideologi Papua Barat melalui mekanisme “REFERENDUM” 


Redaksi:  Admin / SWP-News
Share this article :

0 komentar:

.

.

MELANESIANS IN WEST PAPUA

MELANESIANS IN WEST PAPUA

GOD'S WORD DAILY DEVOTIONAL

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

GOOGLE FOLLOWER

Traslate By Your Language

WEST PAPUA FREEDOM FIGHTER

WEST PAPUA

WEST PAPUA

VISITORS

Flag Counter
 
Support : WEST PAPUA | WEDAUMA | SUARA WIYAIMANA
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2014. Suara Wiyaimana Papua - All Rights Reserved
Template Design by WIYAIPAI Published by SUARA WIYAIMANA