BUCHTAR TABUNI: "Saya dikejar oleh Pasukan Polisi dan Militer Indonesia di West Papua dan Melobi ke MSG" - Suara Wiyaimana Papua
Headlines News :
Home » , , , » BUCHTAR TABUNI: "Saya dikejar oleh Pasukan Polisi dan Militer Indonesia di West Papua dan Melobi ke MSG"

BUCHTAR TABUNI: "Saya dikejar oleh Pasukan Polisi dan Militer Indonesia di West Papua dan Melobi ke MSG"

Written By Suara Wiyaimana Papua on Sabtu, 14 Februari 2015 | Sabtu, Februari 14, 2015

Tuan: Buchtar Tabuni
Ketua Umum PNWP
BUCHTAR TABUNI: "Saya dikejar oleh Pasukan Polisi dan Militer Indonesia di West Papua dan Melobi ke MSG"
Buchtar Tabuni adalah Ketua Parlemen Nasional West Papua (PNWP), disela-sela kunjungan lobbinya ke MSG di Vanuatu berceritera pengalamanya memperjuangkan hak penentuan nasib sendiri rakyat West Papua.
Ia menjelaskan "Pada tanggal 15 Oktober 2008 saya memimpin suatu aksi demonstrasi damai serentak di West Papua untuk menyukseskan peluncuran International Parlementarians for West Papua (IPWP) di London.
Akibat aksi damai itu saya ditangkap oleh Polisi Indonesia di West Papua dan dipenjarahkan selama 4 tahun."
Buchtar menambahkan, "Pada tahun 2009 saya dipercayakan oleh teman-teman aktivis sebagai ketua umum Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang dideklarasikan pada tahun 2009."
"Walaupun saya didalam penjarah namun saya sebagai penanggung jawab aksi damai KNPB yang dilaksanakan serentak di sejumlah daerah di West Papua pada tahun 2009 sampai 2012."
Mantan Ketua Umum KNPB itu menjelaskan program kerja organisasi yg ia pimpin, "KNPB memfasilitasi terbentuknya 23 Parlemen Rakyat Daerah di West Papua sebagai wadah politik perjuangan kebebasan West Papua di daerah."
Tabuni juga menjelaskan proses terbentuknya Wadah politik yg kini ia pimpin (PNWP), "Pada tanggal 5 April 2012 sebuah Konferensi Parlemen Rakyat Daerah dilaksanakan di Jayapura guna mendeklarasikan terbentuknya Parlemen Nasional West Papua ( PNWP) sebuah wadah politik nasional dari 23 Parlemen Rakyat Daerah."
"Saya dipercayakan oleh 23 Parlemen Rakyat Daerah itu sebagai Ketua PNWP di bantu dengan 7 wakil ketua. 
Dengan terbentuknya PNWP ini maka sekaligus sebagai penanggung jawab politik perjuangan di West Papua."
"Setelah beberapa bulan saya memimpin PNWP bersama KNPB terus melakukan aksi demonstrasi damai untuk menutut hak penentuan nasib sendiri rakyat West Papua. 
Saya ditangkap dan dipenjarahkan 1 tahun lagi atas tuduhan paslu atas sejumlah peristiwa di West Papua."
"Pertengahan tahun 2013 setelah saya keluar penjara, aksi demonstrasi damai terus kami tingkat di West Papua dan memasuki akhir tahun 2013 saya dimasukan dalam daftar pencarian orang oleh polisi dan militer Indonesia. 
Hal yang sudah menjadi tradisi bagi polisi dan militer Indonesia untuk rakyat West Papua jika dimasukan dalam daftar pencarian orang berarti orang-orang tersebut sedang diburu untuk ditembak mati dan selanjutnya direkayasa kematiannya."
"Sayapun putuskan untuk melarikan diri ke hutan untuk mencari keselamatan sementara. Saya bersembunyi di hutan selama 7 bulan. 
Walaupun saya bersembunyi dihutan namun saya terus menyeruhkan kepada KNPB, PNWP yang didalamnya terdapat 23 PRD itu terus mempertahankan posisi untuk melakukan aksi demonstrasi damai."
"Menjelang persiapan konsolidasi penyatuan Kelompok Gerakan Pembebasan West Papua di Vanuatu tahun 2014, akhirnya saya memutuskan untuk menghadiri penyatuan gerakan West Papua itu, sekaligus sebagai salah satu deklarator United Liberation Movement for West Papua yang dibentuk di Vanuatu sebagai organisasi payung dari kelompok-kelompok gerakan pembebasan West Papua."
"Saat ini saya masih di wilayah MSG untuk mendorong ULMWP didaftarkan sebagai anggota MSG. Walaupun saya di wilayah MSG namun saya tetap menyeruhkan kepada KNPB dan PNWP untuk terus melakukan aksi damai di West Papua."
"Setelah saya bersama pejabat ULMWP mendaftarkan permohonan ULWMP ke Negara-negara MSG, maka saya akan putuskan untuk kembali ke West Papua untuk bersama KNPB dan PNWP untuk terus meningkatkan aksi demonstrasi damai menutut hak penentuan nasib sendiri rakyat West Papua."
"Tentu pilihan politik saya ini mengandung suatu konsekwensi yang tinggi yaitu ditembak mati atau ditangkap lagi untuk dipenjarahkan oleh polisi dan militer Indonesia di West Papua."

"Saya telah siap untuk kembali menghadapi segala konsekwensi yang terjadi terhadap hidup saya demi pembebasan kemerdekaan West Papua." Demikian Buchtar menjelaskan kepada media ini di sela - sela pertemuan ULMWP di Vanuatu.

Hormat saya

BUCHTAR TABUNI
Ketua Umum Parlemen Nasional West Papua (PNWP)


Share this article :

0 komentar:

.

.

MELANESIANS IN WEST PAPUA

MELANESIANS IN WEST PAPUA

GOD'S WORD DAILY DEVOTIONAL

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

GOOGLE FOLLOWER

Traslate By Your Language

WEST PAPUA FREEDOM FIGHTER

WEST PAPUA

WEST PAPUA

VISITORS

Flag Counter
 
Support : WEST PAPUA | WEDAUMA | SUARA WIYAIMANA
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2014. Suara Wiyaimana Papua - All Rights Reserved
Template Design by WIYAIPAI Published by SUARA WIYAIMANA