Polres Mimika Tambah 20 Personil di Polsek Tembagapur - Suara Wiyaimana Papua
Headlines News :
Home » , » Polres Mimika Tambah 20 Personil di Polsek Tembagapur

Polres Mimika Tambah 20 Personil di Polsek Tembagapur

Written By Suara Wiyaimana Papua on Kamis, 08 Januari 2015 | Kamis, Januari 08, 2015

Ilustrasi Anggota Polisi. (Jubi/Arjuna)
Timika, Jubi – Kepolisian Resor (Polres) Mimika, hari ini, Selasa (6/1) akan menambah jumlah personil di Polsek Tembagapura sebanyak 20 orang guna membantu kekuatan Polsek dan tugas-tugas Kepolisian lainnya.

“Rencananya kita tambah perkuatan Polsek dari personil Polres yang satgas pamwil,” ujar Wakapolres, Kompol Wirasto Adi Nugroho, SIK., di Timika, Selasa (6/1). Kata Wakapolres, 20 personil ini nantinya akan membantu kekuatan dan kegiatan Polsek Tembagapura.

“Tugas mereka nantinya membantu perkuatan dan giat Polsek Tembagapura,” katanya.

Dijelaskannya, kegiatan yang dilakukan nantinya berupa cipta kondisi dan memberikan pelayanan kepada masyarakat agar masyarakat tetap merasa aman dan nyaman saat beraktivitas sehari-hari.

“Tugas mereka diantaranya cipta kondisi (cipkon) dan giat kepolisian lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, situasi keamanan di wilayah hukum Polsek Tembagapura saat ini tetap kondusif, pasca pembunuhan terhadap dua anggota Brimob Polda Sumatera Selatan dan satu Security PT Freeport Indonesia.

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat di Mimika, Philipus Wakerkwa, mengatakan, kelompok Ayub Waker merupakan kelompok yang telah lama berada di wilayah Tembagapura. Dengan keberadaan kelompok tersebut, aparat seharusnya melakukan tindakan-tindakan pendekatan, guna mencegah terjadinya tindakan atau hal-hal yang tidak diinginkan bersama.

Mengenai keberadaan kelompok Ayub Waker yang dituding Kapolda Papua, Irjen Pol Yotje Mende, sebagai dalang dan harus bertanggungjawab terhadap aksi yang terjadi pada Kamis (1/1) lalu, sehingga menewaskan sedikitnya dua orang anggota Brimob Polda Sumatera Selatan dan seorang karyawan PT Freeport. Menurut Philipus, keberadaan Ayub Waker sudah lama berada di wilayah Tembagapura, bahkan keberadaannya itu sudah diketahui aparat sejak lama.

Dengan demikian, langkah yang seharusnya diambil aparat untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan itu, maka sudah seharusnya aparat melakukan langkah-langkah pendekatan, yang mana tujuannya mencegah atau menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

“Jika tidak dilakukan, kemungkinan besar bisa terjadi. Pihak keamanan sudah tahu, Ayub Waker sudah lama di Tembagapura. Kalau sudah tahu kenapa tidak ada pendekatan lebih dini, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” kata Philipus ketika dihubungi, Senin (5/1).

Menurut Philipus, aparat yang bertugas pada wilayah Tembagapura harus benar-benar siap dan selalu siaga dimana saja berada, termasuk dalam melakukan aktifitas atau rutinitas patroli. Karena menurutnya, area Tembagapura merupakan area vital nasional, sehingga dalam bertugas aparat harus benar-benar telah mempersiapkan diri guna menghadapi segala kemungkinan kejadian yang akan terjadi.

Selanjutnya, dengan melakukan patroli ke wilayah sekitar Utikini-Banti, Philipus melontarkan pertanyaan, apa sebenarnya yang dicari aparat satgas, sehingga menjadi korban dalam peristiwa itu. Selanjutnya apa benar saat itu anggota satgas melakukan patroli? atau juga ada melaksanakan tugas lain pada wilayah diluar tugas satgas ada Polsek dan Koramil.

Menurutnya, wilayah yang didatangi para korban juga terdapat Koramil, sehingga hal-hal yang terjadi harus dan perlu dipelajari secara seksama. Selanjutnya, ia mengatakan bisa saja hal yang terjadi merupakan bagian dari peristiwa yang terjadi di Ilaga beberapa waktu sebelumnya.

“Mereka ini cari apa turun ke bawah, ke kampung. Kelihatannya ada tugas, tugas apa di bawah? di bawah ada pos koramil, perlu pelajari baik persoalan ini. Jangan sampai persoalan ini mungkin bagian dari Ilaga, orang bunuh orang bawa senjata, itu yang perlu dipelajari semuanya,” jelasnya.

Dengan demikian, jika wilayah atau lokasi-lokasi yang masih dianggap rawan, perlu adanya peningkatan kewaspadaan aparat maupun masyarakat, arena hal-hal yang tidak diinginkan bisa terjadi di saat-saat terdapat kelengahan.

“Jika masih dianggap rawan diatas, perlu kewaspadaan, itu bisa terjadi karena lengah, tidak siap. Jadi bergerak dari titik satu ke titik lain, perlu kewaspadaan,” tandasnya. (Eveerth Joumilena)


Sumber: tabloidjubi.com
Share this article :

0 komentar:

.

.

MELANESIANS IN WEST PAPUA

MELANESIANS IN WEST PAPUA

GOD'S WORD DAILY DEVOTIONAL

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

GOOGLE FOLLOWER

Traslate By Your Language

WEST PAPUA FREEDOM FIGHTER

WEST PAPUA

WEST PAPUA

VISITORS

Flag Counter
 
Support : WEST PAPUA | WEDAUMA | SUARA WIYAIMANA
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2014. Suara Wiyaimana Papua - All Rights Reserved
Template Design by WIYAIPAI Published by SUARA WIYAIMANA