KASIH DAN DAMAI YANG DINODAI(Refleksi Singkat insiden penembakan 8 Desember 2014 di Enagotadi - Paniai) - Suara Wiyaimana Papua
Headlines News :
Home » » KASIH DAN DAMAI YANG DINODAI(Refleksi Singkat insiden penembakan 8 Desember 2014 di Enagotadi - Paniai)

KASIH DAN DAMAI YANG DINODAI(Refleksi Singkat insiden penembakan 8 Desember 2014 di Enagotadi - Paniai)

Written By Suara Wiyaimana Papua on Sabtu, 27 Desember 2014 | Sabtu, Desember 27, 2014



Perayaan Natal dengan Korban Pelanggaran HAM

(Refleksi Singkat insiden penembakan 8 Desember 2014 Di Enagoadi –Paniai)
Oleh : Yeimoyagamo Selphi
 

“KASIH DAN DAMAI ITU INDAH” kalimat ini tidaklah lazim dan asing di pemandangan kita bukan? Ya, di kota Jayapura bahkan diseluruh pelosok tanah Papua, kalimat ini tersebar. Negara Indonesia melalui aparatnya sedang mengkampanyekan sebuah nilai yang sebenarnya telah ada dan di miliki oleh suku – suku yang mendiami pulau nan indah ini. Itulah slogan Besar dan indah yang di tetap kan oleh PANDAM TNI di Tanah Papua , di setiap kodim, yonif, dan di setiap pos penjagaan kita tentu akan kita temukan slogan ini. Slogan indah yang Tersirat KEJAHATAN KEMANUSIAAN, PEMBUNUHAN, PEMBANTAIAN, PENGANIYAYAAN, PEMERKOSAAN, PENCURIAN, INTIMIDASI, MARGINALISASI, dan GENOSIDA. Sebelum jauh kita bahas tenang Slogan Indah TNI diatas tanah Papua, saya senang jika kita melihat kembali apa yang Alkitab katakkan tentang arti nilai KASIH dan DAMAI.
“KASIH”
Paulus pada pengajaran kepada jemaat di Korintus banyak berbicara tentang Kasih salah satunya yaitu 1 Korintus 13 : 1- 13 .
Lebih kepada ayat 4, 5,6 “ Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan, dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia idak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
“DAMAI”
Berbahagialah orang yang membawa Damai karena mereka akan disebuat anak –anak Allah (Matius 5 :9); Yesaya 9:5’6. 
Damai yang bersumber dari Tuhan adalah damai yang tidak dapat diberikan oleh dunia ini, damai itu indah dan mulia dan adanya.
Bangsa Papua yang terbentang dari Sorong – Samai yang terdiri dari 276 suku bahasa dan bangsa setelah mengenal apa itu KASIH dan DAMAI. Sejak kehidupan nenek moyong dalam tiap suku maupun klen, bangsa Papua telah hidup dalam DAMAI dan KASIH. Hal itu tergambar dari mereka masing – masing saling menghargai tanah sesama, dusun sesama, kebun sesama, anak sesama, hamba laki –laki dan perempuan. Walaupun dalam tingkat yang masih relatif tradisional mereka sangat paham dan menghargai batas- batas wilayah antara suku satu dan suku lain, dari klen satu ke klen lain, Batas penngkapan ikan dilaut, di danau, disungai, telaga –telaga. Mereka saling menghargai batas – batas pembukaan lahan, saling menghargai dalam mengambil hasil hutan, batas –batas wilayah untuk penangkapan buruan. Karena mereka cinta akan DAMAI dan mereka saling mengasihi. Mereka sangat menjaga alam mereka sebagai milik pusaka masing – masing suku. 
Nilai – nilai akan DAMAI dan KASIH yang telah ada itu dijelaskan konsepnya melalui kehadiran para pekabaran injil (Para missionaris) dari Jerman dan Kanada di daerah pesisir, didaerah pegunungan, didaerah sungai dan rawa, dataran rendah dan perbukitan tinggi. Melalui pekabaran Injil TUHAN dan di jelaskan dalam ALKITAB maka semakin membuat suku –suku di Papua menjadikan Konsep DAMAI dan KASIH menjadi milik diri, dijadikan darah dan daging, lahir dan tumbuh dalam jiwa tiap orang Papua. Berbicara soal DAMAI dan KASIH bukan hal baru lagi bagi Bangsa Papua sebab hal itu telah terlahir dalam hati dan Jiwa tiap orang Papua.
Kembali pada Judul “KASIH DAN DAMAI YANG DINODAI” tepat pada hari raya kaum nasrani, pada bulan yang suci, bulan yang penuh DAMAI dan KASIH di kota Injil Enagotadi, terjadi satu insiden berdarah, PELECEHAN AKAN ALKITAB, PELECEHAN AKAN HARI RAYA PENGIKUT KRISTUS, PELECEHAN ATAS JIWA YANG PENUH DENGAN DAMAI DAN KASIH, Pelanggaran Hak Asasi Manusia berat. Yang menewaskan 5 jiwa tak berdosa dan 17 Mengalami Luka berat. Hal ini merupakan Perlakuan yang Biadap dan tidak berperikemanuasian. Yang Paling anah dan menjadi bahan lelucon karena di lakukan oleh ALAT NEGARA yang selama ini dengan gencar dan semangat mengampanyekan “KASIH DAN DAMAI ITU INDAH diatas Tanah Papua.
1.    Afius You (17thn) siswa SMA YPPGI EnagotadiYulian Yeimo ( 17thn ) siswa SMA YPPGI Enagotadi
2.    Simon Degei (18 thn) siswa SMN I Enagotadi
3.    Alfons Gobai (17 thn)
4.    Abia Gobai (28 thn )
Sesuai dengan Tema Umum Natal Gereja Kemah Injil ( KINGMI ) di tanah Papua secara sinodal pada tahun ini yaitu “ Memaknai Natal, Menghadirkan Generasi Pembawa Damai”(Yesaya 9 :5,6).
Kalian adalah orang –orang yang cinta DAMAI dan KASIH serta Generasi – generasi Pembawa damai, di hilangkan nyawa oleh mereka yang mengampanyekan hal itu. Benar – benar tidak di masuk akal dan konyol. Mereka lupa diri, mereka yang melakukan penembakan dirasuki oleh roh jahat dan malaikat Maut. Keluaran 20 : 13 ‘ JANGAN MEMBUNUH” hanya TUHAN sang pencipta DIA sajalah yang pantas memberi dan mengambil nyawa manusia. Namun celakan lah yang ingin menyamai TUHAN dan menjadi malaikat pencabut nyawa sesamanya. 
Suku MEE pada khususnya adalah suku yang cinta akan DAMAI dan KASIH. Suku MEE dari zaman nenek moyang telah mengenal kasih. Hal ini karena Suku Mee banyak membangun hubungan dengan suku – suku tetangganya seperti Suku Moni, suku Kamoro, Kaimana, dalam perdagangan tradisional dimasa lampau. 
Yang menjadi bahan renungan kita bersama pada perayaan natal kali ini adalah : 
Jika sejak dahulu nilai DAMAI dan KASIH Itu telah ada diatas negeri Cenderawasih ini, siapa sebenarnya yang sedang MEMPERKOSA nilai –nilai itu diatas Negri ini? 
Natal bersama Pemerintah Provinsi Papua beserta Polda dan Pandam di bawah Sorotan Tema DAMAI itu Indah. Damai model dan jenis apa yang dimaksudkan dalam tema natal ini?
Mengapa Generasi Pembawa damai bagi Papua di waktu mendatang dinodai dengan moncong sejata di bulan yang penuh Damai?
DAMAI DAN KASIH jenis apa yang sebenarnya sedang di Kampanyekan oleh Aparat Negara di negeri ini? 
DAMAI DAN KASIH Jenis apa pula yang hendak di bawah Oleh Presiden Indonesia Jokowi-JK di tanah Papua? Sehingga dana APBD 20 M hendak dihabiskan dalam acara natal bersama ? bukan kah keluarga korbanlah yang layak di bantu? Honai –honai yang dibakar dipuncak jaya oleh aparat lah yang harus di bantu?
Pada akhir dari refleksi singkat ini saya secara pribadi sebagai Mee Yagamo dengan Tegas katakan
“STOP MENCABUT NILAI DAMAI DAN KASIH DALAM JIWA KAMI” Kami bukan hewan, kami bukan Binatang buruan kalian, STOP MEMBUNUH KAMI, STOP MENANGKAP KAMI, STOP MEMENJARAHKAN KAMI, STOP MENGINTIMIDASI KAMI, STOP MENODAI TANAH KAMI.
Kami merindukan DAMAI DAN KASIH SEJATI, BUKAN DAMAI DAN KASIH yang dipaksanakan dengan moncong senjata, kekerasan dan penindasan. 

(TULISAN INI SAYA BAGIKAN KETIKA NATAL SUKU MEE DI DAERAH DAMTA DI GOR APO, dan ada panitia suku mee yang melarang agar selembaran ini tidak dibagikan. Karena ibadah natal yang dibuat waktu itu dihadiri oleh PANDAM dan anak buahnya.Seolah acara itu disiapkan untuk meredam suku Mee berbicara soal penembakan yang sangat menodai hari raya umat Kristen dan pelanggaran HAM berat itu)

Sumber: Fb (Selfhy Yeimo Emigai Yagamo)
Share this article :

0 komentar:

.

.

MELANESIANS IN WEST PAPUA

MELANESIANS IN WEST PAPUA

GOD'S WORD DAILY DEVOTIONAL

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

GOOGLE FOLLOWER

Traslate By Your Language

WEST PAPUA FREEDOM FIGHTER

WEST PAPUA

WEST PAPUA

VISITORS

Flag Counter
 
Support : WEST PAPUA | WEDAUMA | SUARA WIYAIMANA
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2014. Suara Wiyaimana Papua - All Rights Reserved
Template Design by WIYAIPAI Published by SUARA WIYAIMANA