LANDASAN DAN ANALISIS BOIKOT PILPRES 2014 DI LAPANGAN - Suara Wiyaimana Papua
Headlines News :

.

.
Home » » LANDASAN DAN ANALISIS BOIKOT PILPRES 2014 DI LAPANGAN

LANDASAN DAN ANALISIS BOIKOT PILPRES 2014 DI LAPANGAN

Written By Suara Wiyaimana Papua on Minggu, 06 Juli 2014 | Minggu, Juli 06, 2014


 Apa untungya kita ikut coplos dalam pemilihan persiden besok….?  Sebelum kita ikut pemilu kami hanya mau bilang begini ! tiap tahun kita ikut pemilihan tapi kita pun hidup ini tidak berupa. 

Berpikir Dan Bergerak…! 
Setiap 5 tahun orang Papua ikut pemilihan DPR maupun pemilihan persiden namun, tidak ada perubahan yang sangat siknifikan tarap hidup orang asli Papua, orang Papua tetap hidup melarat diatas kekayaan alam yang melimpah.

Masyarakat Papua jadi minioritas di atas tanahnya sendiri, diskriminasi rasial terus berlangsung sampaai dengan hari ini. Orang Asli Papua hidup di kampung-kampung, di Gubuk-gubuk dan di sudut - sudut kota, sedangkan dalam kota dikuasai oleh mereka yang datang dari luar.

Tokoh-tokoh mol-mol besar dalam kota milik pendatang, di pasar-pasar pemerintah bangun dikuasai oleh pendatang sedangkan kita punnya mama-mama pendagang asli Papua dari tahun ke tahun tetap jualan di pinggir jalan tempat yang pecek diatas tanah mengalaskan karung dan karton.

ika demikian bagimana solusinya apakah kita akan tetap diam dan melarat seperti ini? coba kita Tanya kepada pemerintah apakah pasar yang di bangun pemerintah hanya untuk mereka yang punya modal alias pendatang? sampai kapan kita hidup seperti ini, menjadi penonton?

Kini saatnya pesta demokrasi akan kita hadapi dalam 2 bulan yang akan datang, bagimana sikap kita orang asli Papua? ingat setiap tahun dalam pemilihan persiden maupun DPR kita rame-rame ke TPS ikut coplos, muking sekitar 5 menit kita gunakan untuk coplos tapi, kita tidak sadar bahwa 5 menit kita gunakan di TPS mengutungkan mereka selama 5 tahun menikmati uang otonomi khusus [sadar].
Satu hal yang sangat penting kita orang Papua harus sadar adalah kita rame-rame ke TPS tapi apa yang kita dapat selama 5 tahun? Para Elit politik kaum borjuis Tikus-tikus berdasi hanya jadikan masyarakat Papua menjadi obyek demi kepentingan politik peraktis mereka, tanpa memikirkan nasib Rakyat yang memilih mereka dalam pesta demokrasi.

Orang Papua Barat harus berfikir baik sebelum ikut pesta demokrasi di Papua Barat, yang perlu perhatikan kita bersama sebagai orang Papua adalah, Selama 52 tahun lebih Indonesia ada di Papua namun tidak ada perubahan yang siknifikan bagi kelangsungan hidup orang asli Papua, namun yang ada hanya pembunuhan, pembantaian, pencaplokan, diskriminasi, rasial dan kita jadi minioritas di tanah kami sendiri.

Dengan demikian sebelum kita melangkah jauh menghadapi pemilihan DPR dan presiden dalam pesta demokrasi 9 Juni 2014 mendatang, kami KNPB and PNWP hanya memnyampaikan beberapa hal penting untuk orang Papua perhatikan sebelum ikut dalam pemilihan Persiden Indonesia piriode 2014-2019. Dalam tulisan diatas.

B. ANALISIS TENTANG PARA CALON PERSIDEN INDONESIA SAAT INI Calon persiden 2014 saat ini adalah beberapa petinggi Militer di Negara ini, baik dari TNI Komandan Pasukan Khusus [kopasus], Misalnya PRABOWO SUGIANTO salah satu Petinggi Komandan kopasus yang Pernah melakukan Operasi Militernya di Mapinduma kabupaten Jayawijaya wamena Papua Barat, selain itu prabowo juga ikut terlibat di Timurleste dan Aceh. Sehingga Prabowo Sugianto Maupun, Wiranto naik menjadi Persiden di Indonesia maka orang Papua akan kembali ke jaman orde Baru dan Orde lama, artinya bahwa orang Papua barat akan berhadapan dengan tangan bessi.

Jika Yokowi alias Joko Widodo yang saat ini menjadi Gubernur DKI Jakarta/batavia yang akan terpilih maka kemukinan besar JOKOWI akan menerapkan sitem militer Karena beliu belum mengetahui kondidisi di Papua, sehingga akan mengandalkan militer di Papua Barat. Selain itu Jokowi dicalonkan melalui Partai PDIP yang ketua umumnya adalah Megawati yang pernah membunuh Almarhum Theys H Eluay sampai saat ini kasusnya belum terungkap dan Mega adalah salah satu anak dari Persiden Soekarno yang merupakan militer maka, Jokowi jadi persiden maka Ruang demokrasi akan tutup dan akan menerapkan UUD darurat. Dengan demikian walaupun Jokowi orang birokrat namun di belakang ada Mega maka semua kebiyakan di Papua akan di atur oleh Mega.

Selain itu sebagai orang Papua harus sadar dan tau bahwa, selama 52 tahun kita bersama Indonesia kami orang Papua hanya menjadi obyek dalam segalah bidang baik bidang Ekonomi, Politik Maupun Sosial, oleh karena itu saatnya orang Papua harus menyatakan sikap yang jelas sebelum menghadapi pilpres 2014 mendatang.

Kita lihat atau tidak lihat, kita sadar atau tidak sadar yang perlu perhatian kita bersama adalah yang jadi calon Persiden sampai dengan terpilih jadi persiden adalah bukan orang Papua namun orang Indonesia alias Orang jawa. Negara ini berlaku 5 sila yang merupakan ideology Negara Indonesia namun dalam aplikasinya Pancasila tidak pernah di terapkan.

Contonya, yang jadi Persiden Harus Orang Jawa Asli, tidak boleh orang Luar jawa yang jadi persiden, serin itu yang naik jadi persiden adalah wajib orang yang beragama Islam, tidak boleh dari agama lain, kemudian Contoh lain adalah banyak putra-putri Papua kulia di jawa namun tidak pernah menjadi CPNS di pulau jawa, bahkan tidak diperbolehkan orang luar jawa tes CPNS disana kecuali orang Jawa asli.

Dengan demikian kami simpulkan bahwa pancasila dan undang-undang hanya topeng, atau hanya formalitas diatas kertas, yang sebenarnya Negara ini adalah Negara Islam terbesar yang ke 4 di Dunia.

Berdasarkan hal tersebut diatas maka saat ini orang Papua harus lakukan adalah satukan tekat dan satukan hati. Untuk menyatakan sikap secara terbuka kepada Pemerintah Indonesia dan dunia bahwa kami tidak Mau Ikut Pilpres 2014, karena alasan sangat jelas bahwa yang jadi calon persiden adalah bukan orang Papua selain itu kami tetap beda dengan indonesia, kami bukan bagsa melayu, kami adalah bangsa malanesia.

Oleh sebab itu disini penulis sarankan bahwa Pertama, jika orang Papua Ingin bebas menetukan nasib sendiri maka berani mengambil resiko dalam hal ini kita harus Boikot Pilpres 2014. Yang kedua, orang Papua 250 suku yang ada di Papua sorong sampai merauke memili Golongan Puti atau (GOLPUT). Yang ke Tiga adalah lakukan Moblisai Umum sorong Sampai Merauke untuk menuntut Referendum, Karena Penentuan Nasib Sendiri (Self Determination) Solusi Terbaik. Yang ke Empat jika kita orang Papua akan Ikut Memilih maka secara tidak langsung kitan sendiri mempertahankan penindasan dan penjajahan di Papua karena orang Papua berpastisifasi dalam pesta demokrasi Indonesia berarti kita mengakui keberadaan NKRI di Papua 5 tahun yang akan datang.

Karena ikut pemilihan atau tidak ikut itu hak setiap orang. Selain itu tidak ada Undang-undang di Negara ini yang mengatakan bahwa Setiap orang wajib atau harus ikut pemilihan, mau pilih atau tidak itu merupakan hak setiap orang, jadi tidak bias dipaksakan.

C. GALANG PERSATUAN RAKYAT PAPUA BARAT UNTUK MEMILIH GOLONGAN PUTIH (GOLPUT) PADA PEMILIHAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA 2014!!!.

 Kini memang telah saatnya rakyat Papua Barat kembali kepada De Vacto Undang-undang proklamasi Kemerdekaan Papua Barat 01 Desember 1961 Port Numbay, memang telah terukir sebuah sejarah berdasarkan tekat dan komitmennya yang bulat, Bangsa Papua telah menyatakan sikap sebagai bangsa yang merdeka, berdaulat dan bebas dari segalah intervensi penjajahaan asing, hal tersebut merupakan hak mutlak bagi segalah bangsa di dunia tanpa terkecuali.

Menjelaskan kembali bahwa revresentatif dari pada instrument proklamasi kemerdekaan diatas merupakan amanat dari pada penderitaan rakyat sejak kolonial Nederland menjahjakan kakinya di seluruh wilayah teritory Papua Barat. Namun kini telah bergilir back kompetisi penjajahan akibat pertarungan politik global yang sangat ekstrim abad 21 dibawah kendali dua bendera kutub sebagai kekuatan utama block tunggal dunia (USA-UNI) yang merupakan biang kerok black politic sejak dasawarsa bergulir

Tetapi tanpa diduga, sejarah telah mendidik dan mengajarkan kepada rakyat terutama kaum proletariat Papua Barat atas pesan leluhur, sehingga maklum kini semakin berkobar aksi perang dimana-mana lantaran bukan karena paksaan tetapi atas dasar kemandirian dan kesadaran yang telah terbangun, namun tanpa menunggu-nunggu waktu untuk menyatakannya kepada dunia bahwa, ‘’Sebenarnya Kita Mampuh”. Lantas apa yang menjadi pertimbangan dan kendala, hari ini ?

Tinggal 1 bulan lagi Penyelenggaraan Pemilihan Presiden Indonesia (PEMILUI 2014) akan di gelar, tujuan dari pada Pemilu Indonesia adalah mencari dukungan dan simpatisan rakyat oleh mereka borjuasi-borjuasi politisi busuk ditingkatan Nasional dan lokal, tentu kita dan rakyat kita telah sadar benar sejarah pengalaman hidup bersama Indonesia, apa lagi wilayah yang bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia alias NKRI negara yang penuh kompleks dan sesat.

Namun disini perlu kita tegaskan kembali mengingat pernyataan Mrs. Megawati Soekarnoputri dalam menanggapi ancaman aksi Golput yang akan meningkat tinggi di Indonesia, bahwa “orang Golput bukan warga Negara Indonesia” (7/11/detik.com), maka pernyataan diatas sangat relevan dengan kita rakyat dan bangsa Papua Barat yang merupakan bukan bagian dari warga Negara Indonesia untuk memilih golongan putih (Golput) alias tidak mengikuti Pemilu Indonesia.

Perlu untuk kita dan rakyat kita merenung kembali, bagaimana perlakuan dan kekejaman aparat kaparat militer rezim NKRI sejak 47 Tahun berkuasa, praktek-pratek kekerasan yang mengarah pada pemusnahan etnis telah berulang-ulang kali di lakukan, dengan menghalalkan segalah produk hukum yang dibuat, pembatasan ruang bereperksi, penembakan, teror, intimidasi, penganiayaan, pemerkosaan, penghilangan tanpa jejak, penyebaran virus mematikan HIV/AIDS, kolera, muntaber dll, merupakan jutaan skala peristiwa yang kini belum tuntas

Tentu kita dan rakyat kita menyadari benar akan hal itu, tak luput lagi dari praktek eksplotasi dan dominasi ekonomi asing skala Internasional, Nasional dan Lokal yang dipraktekan di tanah air kita, kini telah diambil alih Grembolan-grembolan kaum bromocoran asing dibawah kontroling Aparat Kaparat Militer dengan pengawasan intensif, sementara rakyat kita hidup melarat, banyak yang mengais rejeki di jalan-jalan, areal-areal pertambangan, anak-anak kita banyak terserang busung lapar, demam, diare, bahkan sulit untuk mengenyam pendidikan, kemiskinan, kelaparan merupakan hadia paket kuhsus UU No. 21/Tahun 2001.

Ironisnya, kendatipun demikian irama kompetisi terus bergejolak di panggung politik lantaran wajah-wajah ibu pertiwi yang kian pucat kusam, mati dan lapar tidak mendapat tempat yang layak, sekian ratus bahkan jutaan wakil rakyat yang dititipkan pada kursi eksekutif dan legislatif pemerintahan boneka, lantas apa yang disuarakan, adakah bentuk dukungan serta sepucuk surat yang di keluarkan sebagai bentuk protes atas perlakuan dan kejahatan Negara terhadap rakyat ? tentu tidak, karena bagi mereka haram, lalu apa tujuan dari pada Pemilu besok?.

Rakyat Papua Barat tentu telah mengetahui, sejak tumbangnya fasis Suharto tahun 1998, elit militer telah banyak kehilangan kekuatan politiknya dan sekarang mereka secara resmi disingkirkan dari arena politik. Karena itu bukan suatu kebetulan kalau banyak pensiunan perwira, terutama mantan jenderal angkatan darat, yang ingin kembali ke panggung politik. Banyak yang sudah menjadi calon legislatif dalam pemilu 2014 sementara beberapa kaliber berat telah melangkah menuju pemilihan presiden yang akan diadakan Pemilu besok (2014).

Tentu, pemerintahan akan berhasil direbut kubuh militer, apa nasib masa depan dan cita-cita perjuangan rakyat Papua Barat di hari esok?, tentu akan menimbulkan polemik yang berkepanjangan. Memang telah kita sadari benar entah sipil maupun militer dalam kebijakannya di Papua Barat tetap penguasa akan konsisten dengan menerapkan kebijakan pola-pola lama baik semasa Orde Lama, Orde Baru maupun sekarang Orde yang paling baru. Falsafah UUD 45 dan NKRI Harga Mati merupakan kitab suci yang patut dijalankan perintah-perintahny.

Lantas mengapa rakyat Papua Barat harus memilih Golput, karena kita bukan bagian dari NKRI, otomatis pemerintahan boneka di Papua Barat akan lenyap, namun perlu menjadi catatan bagi kita semua, jika yang memilih mereka merupakan kepanjangan tangan dari pemerintahan kolonial hari ini, mereka telah menyeret rakyatnya sendiri untuk terus dilindas sepatu pembangunan kolonial NKRI, tentu mereka telah berkianat terhadap diri dan rakyatnya sendiri.

Maka dengan kesadaran politik yang layak bagi kami rakyat Papua Barat, atas kebenaran sejarah yang telah dipegang teguh untuk di perjuangkan, maka apabila usul ditolak tanpa di timbang, suara di bungkam, kritik dilarang tanpa alasan, dituduh suversif dan mengganggu keamanan, maka hanya ada satu kata. Lawan!

Pernyataan sikap:
1.         Mengkrucut pada pernyataan tokoh nasionalis chauvilistik Megawati Soekarnoputri, jelas kami rakyat Papua Barat bukan bagian dari NKRI, maka kami tidak layak mengikuti Pemilu Indonesia 2014 (Golput) Harga Mati! Golput adalah Hak setiap orang sesuai pernyataan Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim.
2.         Mendukung penuh sikap politik masyarakat adat Sorong, Biak, Nabire, Wamena, Manokwari, Fak-fak, Timika, Jayapura, Merauke untuk memilih Boikot Pemilu Indonesia (2014).
3.         Tolak pemaksaan kehendak dan revresifitas aparat kaparat militer kepada rakyat Papua Barat yang hendak melakukan Boikot Pemilu Indonesia (2014)
4.         Mengutuk warga Negara Papua Barat yang mengikuti Pemilu Indonesia (2014), karena mereka secara tidak langsung ikut mendukung pemerintahan boneka dan melegalkan segalah produk hukum.
5.         Ganti Pemilu dengan menyelenggarakan Referendum bagi rakyat Papua Barat. Hari Ini!
6.         Menyerukan kepada seluruh pejuang Tanah Air, unsur-unsur progressif dari Kaum masyarakat adat Papua Barat, Kaum Jemaat Gereja - Masjid Kaum Pekerja, petani, kaum miskin kota, pemuda dan mahasiswa, serta seluruh lapisan massa rakyat yang anti-penjajahan kolonial untuk melakukan perlawanan dan Memilih Golongan Putih alias (Golput).

Demikian pernyataan ulasan ini kami buat, demi tanggung jawab dan harga diri bangsa Papua Barat. 

D. TAKTIK DAN STRATEGIS YANG KAMI SOSIALISASI KE MASYARAKAT

Pace, Mace, kita adalah orang Papua..! lebih baik kita tidak usa ikut pilpres dan Mengapa kita GOLPUT pilpres 2014? Pilpres 2014 adalah ancaman bagi orang Papua Barat kedepan. Dan Keberadaan NKRI di Tanah Papua Barat adalah ilegal, karena status politik Papua Barat dalam NKRI belum Final. Rakyat Papua Barat bukan orang Indonesia ras melayu melainkan kami Bangsa Papua Barat Ras Melanesia beda dengan orang Indonesia baik secara fisik maupun non fisik dan juga letak wilayah serta geografis beda jauh.

KNPB & PNWP seruhkan kepada seluruh rakyat Papua Barat, Wajib lakukan GOLPUT dan solusi yang terbaik Papua adalah REFERENDUM. Kami juga seruhkan BOIKOT secara damai, bermartabat, dan adil. Untuk itu, cara yang kita bisa lakukan antaranya; Fokus pada aktifitas masing-masing dan tidak boleh terlibat dalam pemilihan [hari pelasanaan] dan semua orang memilih diam diri dirumah masing-masing. Kami juga menyeruhkan kepada seluruh rakyat bangsa Papua, yang melakukan tindakan kekerasan/anarkis dll, Kami secara organisasi tidak akan bertanggun jawab.

Ingat Rakyat Papua…! selama 52 Tahun hidup bersama Indonesia. Setiap 5 tahun kita ikut pemilihan Persiden, DPRRI, DPD & DPR namun, orang asli Papua tetap garis dibawa kemiskinan & melarat diatas kekayaan alam sendiri. Mama-mama Papua berjualan di pinggir jalan. Sedangkan Pertokoan, Mol-mol besar dan Kios, tempat jualan Pasar-pasar yang layak milik orang pendatang.

PRABOWO SUGIANTO, adalah latar belakang dari militer. Dia adalah salah satu pemimpin pelaku/aktor pembunuh orang Papua sejak tahun 1977 lalu. Di mapinduma Kab. Jayawijaya Papua. Saat itu PRABOWO jadi Komandan Kopasus [KOMBES]. Selain itu dia mereka pernah melakukan pembantaian di Timor Leste tahun 1998 yang lalu.

JOKOWI, adalah berangkat dari seorang sipil ingin menjadi Persiden. Tetapi JOKO WIDODO menjadi presiden nanti, semua kebijakan pemeritahan dan pembangunan, akan mengandalkan militer karena belum mengetahui kondisi di Papua. Selain itu Jokowi dicalonkan oleh PDIP yang ketua umumnya adalah MEGAWATI yang pernah Membunuh toko Pejuang Papua Merdeka samapai saat ini belum terungkap Kasus keterlibatan pembunuhan Toko Pejuan Papua Merdeka Alm; Theys H Eluai. Rakyat Papua perluh tau bahwa Orang jawa mukanya lembut, bicaranya sopan dihadapa orang, Tetapi hatinya keras. Tidak sama seperti orang Papua, bicara keras tetapi hatinya lembuk. Dengan demikian seruan ini, kami seruhkan kepada rakyat Papua Barat. Dan Wajib semua orang Papua lakukan sesuai seruan diatas ini.

Dikeluarkan  : Mabes KNPB Pusat
Tempat        : Port Numbay
Tanggal       : 03 Juli 2014
BADAN PENGURUS PUSAT KOMITE NASIONAL PAPUA BARAT

[KNPB] MECKY YEIMO
Sekretaris I KNPB pusat

Sumber: www.umaginews.com
Share this article :

0 komentar:

.

.

Pray For West Papua

Pray For West Papua

MELANESIANS IN WEST PAPUA

MELANESIANS IN WEST PAPUA

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

GOOGLE FOLLOWER

Traslate By Your Language

WEST PAPUA FREEDOM FIGHTER

WEST PAPUA

WEST PAPUA

VISITORS

Flag Counter
 
Support : WEST PAPUA | WEDAUMA | SUARA WIYAIMANA
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2014. Suara Wiyaimana Papua - All Rights Reserved
Template Design by WIYAIPAI Published by SUARA WIYAIMANA