Kekhawatiran Kehilangan Etnis Melanesia, Papua Barat secara Drastis - Suara Wiyaimana Papua
Headlines News :
Home » » Kekhawatiran Kehilangan Etnis Melanesia, Papua Barat secara Drastis

Kekhawatiran Kehilangan Etnis Melanesia, Papua Barat secara Drastis

Written By Suara Wiyaimana Papua on Kamis, 01 Mei 2014 | Kamis, Mei 01, 2014

Doc: Pribadi

Oleh: ( Yeimokabi Tamogeikagopai / KK)

Kabar Kotekawuu: Saat-saat ini, kita mengalami kehilangan jiwa serta segala pengujian dan pencobaan sedang menimpa di Negeri yang kita cintai. Kehidupan suatu bangsa merasa terimpit dan terdesak dengan tindakan yang tidak dapat membuat perubahan dalam kehidupan sosial. Terkadang sebagai manusia seringkali terjebak dengan rayuan dan tipu musliat dari kelompok yang anggap dibantai sesama manusia di dunia ini.

Apapun yang terjadi itu semuanya dipertimbangkan sebelum terjadi malapetaka secara mengglobal dibelahan dunia. Sebab, kita tahu bahwa, Nilai manusia lebih tinggi dibandingkan segala yang ada dimuka bumi. Bahkan kita tidak pernah berfikir bahwa, semua yang dianugrahkan itu, untuk kita. Tetapi justru kita sendirilah yang tak pernah mengasihi dan mengayomi sesama etnis tetapi justru kita sendirilah yang saling membunuh dan dibunuh  secara tindakan kriminal. Bahkan Pengrusakan kekayaan Alam juga sedang dikuras dan diambil oleh Para kolonialme Ameika Serikat (United State) dan Pemerintah Indonesia. Saudara-saudari sadar dan tidaknya kita adalah bangsa Melanesia, yang ditempatkan oleh Sang Pencipta diatas Tanah Papua.

Ketika pemerintah belanda masih berada dipulau Papua. Pemerintah belanda telah menamakan pulau Papua sebagai pulau surga kedua. Artinya, Tanah Papua adalah tanah yang diberkati dan penuh kedamaian dan ketentraman sepanjang hidup akan berjalan. Namun papua terintegrasi kedalam Indonesia sudah mulai terkontaminasi atau tercemar tanah suci papua itu. Dikarenakan kehadiran para colonial Amerika Serikat dan pemerintah Indonesia membawa berbagai produk pemusnahan etnis Melanesia melalui sistematis genosida. Realitas penderitaan dan pemusnahan etnis Melanesia tak tabu ditelinga setiap orang papua serta, tindakan kekerasan sepajang kehidupan etnis Melanesia di Bumi Cendrawasih ditinggal waktunya diatas Tanah kita sendiri.

Indonesia menginvasi dan menduduki tanah air West Papua secara illegal. 1 Mei 1963, PBB dan AS menyerahkan West Papua ke dalam genggaman neo-keolonialisme Indonesia. Sejak saat itu, orang Papua dan alam Papua dihancurkan. 51 tahun lamanya, bangsa Papua dijajah, ditindas, dimarginalisasikan, hidup menderita diatas tanah pusakanya sendiri, hidup terancam punah dan hidup bak orang asing. Tanah-tanah kami beralih kepada kaum asing. Kekayaan kami dicuri dan dibawah. Akankah terus begini? atau bangkit dan lawan. Pilihan ada di tangan kita kawan! (sumber: knpbnews.com)

Selain Pemusnahan etnis Melanesia Bumi cendrawasih, kekayaan alam (Natural Resources) selalu dieksploitasi, dan dikuras secara tidak wajar tanpa pamit bagi penghuni atau pribumi. Jhon F Kenedy, Presiden Amerika Serikat yang pernah mengungkapkan bahwa, Kulit Hitam di dunia harus dimusnahkan dan dihabiskan diatas Tanah mereka. Jika kita sebagai manusia yang punya akal budi, tentu direnungkan atas konspirasi politik yang pernah diungkapkan oleh Iblis Jhon F Kenedy dengan Ir. Sukarno pada saat Papua terintegrasi kedalam Indonesia itu. Bahkan Konflik antara sesama rumpun melanesia papua barat juga tak pernah berakhir selama bertahun-tahun. Korban kekerasan memakan ribuan jiwa manusia papua sehingga manusia papua semakin punah semakin habis diatas tanah leluhur mereka.

Orang papua masih butuh kebenaran injil, sehingga injil yang dibawa oleh para misionaris beberapa tahun yang lalu itu, kemungkinan bertentangan dengan budaya orang papua. Sebenarnya, injil itu sebagai simbol pertobatan, simbol kedamaian dan ketentraman bagi sesama manusia, sesama etnis Melanesia. Tetapi injil yang dibawa para misionaris itu, belum menyentuh didalam lubuk hati orang papua. Siapa yang menghendaki kedamaian dan ketentraman di pulau surga itu?

Kedamaian dan ketentraman tercipta suatu wilayah atau daerah, apabila sesama etnis menyatukan agenda penentuan nasib sendiri sebagai solusi atas segala produk pemusnahan etnis Melanesia saat ini. Setiap manusia tak perlu hidup dibawa penjajahan dan penganiayaan berat. Nabi musa membawa bangsanya dari perbudakan dan pembantaian dibawa jajahan Raja Firauan. Oleh karenanya, diwajibkan etnis Melanesia menolok atas tawaran bentuk apapuan dari kolonialisme Amerika Serikat dan Pemerintah Indonesia. Dan dibutuhkan persatuan dan kesatuan adalah suatu bumeran untuk mencapai kemerdekaan secara independen. Saatnya untuk perundingan secara berdemokratis dan bermartabat bagi rumpun Melanesia Papua Barat. Syalom Sukseskan “ REFERENDUM ”

Penulis adalah Pecinta Alam Papua, di Bumi Cendrawasih

Share this article :

0 komentar:

.

.

MELANESIANS IN WEST PAPUA

MELANESIANS IN WEST PAPUA

GOD'S WORD DAILY DEVOTIONAL

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

GOOGLE FOLLOWER

Traslate By Your Language

WEST PAPUA FREEDOM FIGHTER

WEST PAPUA

WEST PAPUA

VISITORS

Flag Counter
 
Support : WEST PAPUA | WEDAUMA | SUARA WIYAIMANA
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2014. Suara Wiyaimana Papua - All Rights Reserved
Template Design by WIYAIPAI Published by SUARA WIYAIMANA