“Berubah untuk Menentukan Tujuan & Penentuan Nasib Sendiri” - Suara Wiyaimana Papua
Headlines News :
Home » » “Berubah untuk Menentukan Tujuan & Penentuan Nasib Sendiri”

“Berubah untuk Menentukan Tujuan & Penentuan Nasib Sendiri”

Written By Suara Wiyaimana Papua on Rabu, 14 Mei 2014 | Rabu, Mei 14, 2014

Ilustrasi
Suara Wiyaimana - - di Bumi Cendrawasih-Papua. Salah satu konsep motivasi dengan berjudul, “ Berubah untuk menentukan Tujuan” adalah suatu aktivitas dalam kelompok komunitas ataupun aktivitas yang dilakukan orang pribadi pada era globalisasi, tentu diperjuangkan dan diupayakan kehidupan yang lebih berprospektif adalah tujuan yang harus diraih kita bersama, demi mencapai hidup lebih bermakna.

Berubah merupakan kegiatan atau proses yang membuat sesuatu atau seseorang berbeda dengan keadaan sebelumnya. Berubah merupakan proses yang menyebabkan perubahan pola perilaku individu atau organisasi politik. Berubah tidak hanya terjadi dalam dunia perkembangan tetapi juga pada diri pribadi seseorang sebagai makhluk yang unik dan sempurna. Bila perubahan perjadi dalam kehidupan social tentu melewati proses yang panjang untuk mencapai penentuan tujuan yang kami dicita-citakan sebelumnya.

Menentukan Tujuan
Penentuan tujuan merupakan langkah pertama dalam membuat perencanaan sehingga dalam pelaksanaannya nanti terarah sesuai dengan tujuan dan hasil yang ingin dicapai. namun demikian, banyak individu / organisasi yang salah kaprah dalam menentukan tujuan dengan cara membuat beberapa tujuan dalam sebuah perencanaan. Hal ini tentu akan membingungkan dan berakibat kurang maksimalnya hasil yang bisa dicapai.

“Tujuan merupakan langkah pertama dalam proses mencapai kesuksesan dan tujuan juga merupakan kunci mencapai kesuksesan.”

Kita semua pernah mengalami kekecewaan, rasa putus asa, dan kesedihan. Tetapi kenapa orang-orang tiba pada tempat berbeda di akhir perjalanan? Sudahkah kita berlayar di laut yang sama " Perbedaan utamanya bukan keadaan; itu adalah penentuan pelayaran, atau cara berfikir," Kata Pdt. Dr. Giyadama Benny.

Meskipun kita sudah mengerahkan kemampuan kita untuk melakukan yang terbaik, ada kalanya hal-hal yang tidak berjalan semestinya. Ketika angin berubah, kita harus berubah. Kita harus bertahan dan berlayar dengan cara yang akan mengarahkan kita pada tujuan dengan pilihan kita sendiri. " Pdt. Dr.Giyadama Benny mengatakan, seberapa cepat kita menanggapi kesulitan itu sendiri.

Tantangan terbesar dalam hidup adalah untuk mengendalikan proses berfikir kita hingga menuju pada kehidupan yang lebih baik. Bila kita berubah dalam keadaan penderitaan, kesengsaraan, kekecewaan, ketidakmampuan, dan keterbelakangan. Tentu akan menujuh kesuksasan akhir,  asalkan sepanjang hidup ini, dapat diandalkanan pada tujuan yang kita hendak ditempu. Segala penderitaan dan kesengsaraan, itu tidak membuat kita tertinggal atau putus asa. Ideologi mambruk adalah kenangan dari para leluhur yang berjasa untuk perubahan pada masa yang akan datang, menandakan semangat potimisme mengarah pada puncak kesuksesan.

Kita menunggu dengan sabar, dengan hati yang tabah untuk menantikan penentuan nasib sendiri adalah harapan untuk mencapai kebebasan kita bersama. Persatuan dan kesatuan adalah kunci utama untuk mencapai penentuan nasib sendiri, serta menumbuh, kembangkan nilai–nilai spritualitas didalam diri seseorang pada massa kesengsaraan saat ini.

Hak Penentuan Nasib Sendiri
Masyarakat  adat memiliki hak untuk menentukan nasib sendiri, yang berarti bahwa mereka dengan bebas menentukan sistem dan pengembangan politik, ekonomi, sosial dan budaya mereka.
Pasal 3 dari UNDRIP mengatakan: “Masyarakat adat mempunyai hak untuk menentukan nasib sendiri. Berdasarkan hak tersebut, mereka secara bebas menentukan status politik mereka dan secara bebas mengembangkan kemajuan ekonomi, sosial dan budaya mereka.”

Masyarakat adat berhak melestarikan dan memperkuat institusi politik, hukum, ekonomi, sosial dan budaya mereka sendiri, sambil mempertahankan hak mereka untuk ikut serta secara penuh dalam kehidupan bernegara dalam aspek-aspek tersebut. Mereka memiliki hak untuk menentukan nasib sendiri sebagai identitas  dan keanggotaan mereka; serta struktur dan pemilihan ketua kelembagaan mereka sesuai dengan prosedur, adat dan tradisi mereka sendiri. 

Akankah menghakhiri penderitaan dan penghaniayaan sepanjang ini? 
Dalam kondisi dan situasi apapun diterima dengan senyuman yang tulus kepada mereka yang berkuasa di dunia ini.  (Admin / SW)
Share this article :

0 komentar:

.

.

MELANESIANS IN WEST PAPUA

MELANESIANS IN WEST PAPUA

GOD'S WORD DAILY DEVOTIONAL

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

GOOGLE FOLLOWER

Traslate By Your Language

WEST PAPUA FREEDOM FIGHTER

WEST PAPUA

WEST PAPUA

VISITORS

Flag Counter
 
Support : WEST PAPUA | WEDAUMA | SUARA WIYAIMANA
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2014. Suara Wiyaimana Papua - All Rights Reserved
Template Design by WIYAIPAI Published by SUARA WIYAIMANA