“KENAPA PAPUA INGIN MERDEKA” - Suara Wiyaimana Papua
Headlines News :
Home » » “KENAPA PAPUA INGIN MERDEKA”

“KENAPA PAPUA INGIN MERDEKA”

Written By Suara Wiyaimana Papua on Senin, 21 April 2014 | Senin, April 21, 2014


Lambang AMP
Oleh: Ekii Gobai #

Bogor, Suara Wiyaimana: Papua ingin merdeka karena sejarah telah mencatat bahwa Papua telah mendeklarasikan pada tanggal 1 desember 1961 diholandia. Melihat dari geogerafisnya Papua tidak ada berkaitan dengan Indonesia. Jawabannya karena mereka tidak puas dengan PEPERA tahun 1969 dan sering terjadi ketidakadilan. Impian yang telah dideklarasikan Organisasi Papua Merdeka (OPM) adalah mendirikan “Republik Papua Barat”-gabungan Propinsi Papua dan Papua Barat. “Republik Papua Barat” dideklarasikan setelah Belanda mundur-antara lain akibat tekanan dari negara adidaya Amerika Serikat-dari Bumi Cenderawasih, pada 1963. Pada 1 Juli 1971, OPM kembali mencoba memproklamirkan Kemerdekaan Republik Papua Barat, namun tak berhasil.

 Kemudian, 14 Desember 1984, Republik Melanesia Raya diproklamirkan, tapi pemimpinnya ditangkap aparat Indonesia. Papua bagian barat merupakan wilayah bagian barat dari Pulau Papua yang terbagi dalam dua provinsi, yaitu Provinsi Papua dan Papua Barat. Wilayah ini sering disebut West Papua oleh media internasional.

Penyelesaian status Papua Barat berlarut-larut, bahkan tidak selesai hingga 1961, sampai terjadi pertikaian bersenjata pada Desember 1961 antara Indonesia-Belanda, untuk memperebutkan wilayah tersebut. Melalui Perjanjian New York, akhirnya disepakati untuk sementara Papua bagian Barat diserahkan kepada PBB melalui United Nations Temporary Executive Authority(UNTEA), sebelum diberikan sepenuhnya kepada Indonesia, 1 Mei 1963. Kedudukan Papua Barat menjadi lebih pasti setelah diadakan sebuah referandum act of free choice pada 1969, dimana rakyat Papua Barat memilih untuk tetap menjadi bagian dari Indonesia. Adalah Zainal Abidin Syah, Sultan Tidore yang diangkat Pemerintah RI menjadi Gubernur Pertama Papua 1956-1961, yang kala itu beribukota di Soasiu, Pulau Tidore. Dia dilantik pada 23 September 1956. Setelah berada dibawah penguasaan Indonesia, Papua bagian barat dikenal dengan nama Provinsi Irian Barat sejak 1969-1973. Nama Irian Barat, kemudian diganti oleh Presiden Soeharto menjadi Irian Jaya, ketika meresmikan tambang tembaga dan emas Freeport.Nama itu tetap digunakan secara resmi hingga 2002. Kemudian, nama provinsi itu diganti lagi menjadi Papua, sesuai Undang-Undang Otonomi Khusus Papua Nomor 21 Tahun 2001. Pada 2004, berbagai aksi protes mewarnai provinsi ini. 

Papua kemudian dibagi dua provinsi oleh pemerintah. Wilayah bagian timur tetap memakai nama Papua.Sedangkan bagian Barat bernama Provinsi Irian Jaya Barat (kini Papua Barat).Penduduk asli Papua Barat merasa bahwa mereka tidak memiliki hubungan sejarah dengan Indonesia, maupun negara asia lain. Perjanjian penyatuan oleh Indonesia-Belanda pada 1969 tak diakui oleh sebagian masyarakat Papua. Alasannya, dianggap sebagai penyerahan dari tangan satu penjajah kepada penjajah lain. Pada 1965, beberapa nasionalis Papua Barat membentuk OPM sebagai sarana perjuangan kemerdekannya. Kini perjuangan mereka itulah yang diteruskan dan diperjuangkan.

Bahkan, ratusan orang kini sudah menetap di Belanda untuk memperjuangkan keinginan mereka. Suatu modal yang juga dilakoni separatis Republik Maluku Selatan (RMS) yang bermukim di Belanda-dulu pernah disantuni pemerintah Belanda-tapi belakangan dihapus. Singkat cerita, setelah Papua Barat digabungkan dengan Indonesia sebagai Irian Jaya, Indonesia mengambil posisi sebagai berikut:

Pertama, Papua Barat telah menjadi daerah Republik Indonesia sejak 17 Agustus 1945.
Kedua, Belanda berjanji menyerahkan kepada Indonesia dalam Konferensi Meja Bundar (KMB).
Ketiga, penggabungan Papua Barat dengan Indonesia adalah tindakan merebut kembali daerah Indonesia yang dikuasai Belanda.
Keempat, penggabungan Papua Barat dengan Indonesia adalah kehendak rakyat Papua. 

Jadi, kalau ada separatis OPM, itu hanya  sebagian kecil saja, bukan suara terbanyak masyarakat Papua. Dosen Universitas Cenderawasih, Mesak Iek, yang ditemui di Jakarta, mengatakan, ketimpangan ekonomi.Dana besar mengalir dari Pemerintah Pusat ke daerah Papua, tidak mengucur ke masyarakat bawah. “Habis dinikmati elit di Papua,” tandas Mesak kesal.

Konsep ini, dapat disimpulkan bahwa, Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM ) didirikan untuk memisahkan diri dari berbagai penjajahan terutama Indonesia dan Amerika . TPNPB-OPM  tak akan menerima tawaran dalam bentuk apapun dari kolonial Indonesia, baik Otonomi Khusus, UP4B dan Otononomi Plus tetapi menuntut pengakuan sebagai Negara West Papaua Barat,  Ini adalah harapan kami untuk mencapai penentuan Nasib sendiri; kata seorang TPNPB-OPM Papua.

Penulis adalah Anggota Aliansi Mahasisiwa Papua (AMP) di Kota Bogor, Jawa Barat.
Share this article :

0 komentar:

.

.

MELANESIANS IN WEST PAPUA

MELANESIANS IN WEST PAPUA

GOD'S WORD DAILY DEVOTIONAL

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

GOOGLE FOLLOWER

Traslate By Your Language

WEST PAPUA FREEDOM FIGHTER

WEST PAPUA

WEST PAPUA

VISITORS

Flag Counter
 
Support : WEST PAPUA | WEDAUMA | SUARA WIYAIMANA
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2014. Suara Wiyaimana Papua - All Rights Reserved
Template Design by WIYAIPAI Published by SUARA WIYAIMANA