KEPUNAHAN BUDAYA WILAYAH “MEEPAGO” KARENA DEMI KEPENTINGAN INDIVIDU TANPA MEMIKIRKAN ORANG LAIN YANG MASIH MENDERITA DI ATAS TANAH MEREKA - Suara Wiyaimana Papua
Headlines News :
Home » » KEPUNAHAN BUDAYA WILAYAH “MEEPAGO” KARENA DEMI KEPENTINGAN INDIVIDU TANPA MEMIKIRKAN ORANG LAIN YANG MASIH MENDERITA DI ATAS TANAH MEREKA

KEPUNAHAN BUDAYA WILAYAH “MEEPAGO” KARENA DEMI KEPENTINGAN INDIVIDU TANPA MEMIKIRKAN ORANG LAIN YANG MASIH MENDERITA DI ATAS TANAH MEREKA

Written By Suara Wiyaimana Papua on Minggu, 03 November 2013 | Minggu, November 03, 2013



Kaboyago Bagee
Paniai-SUARA WIYAIMANA: Penulis merasa terharu dengan judul di atas ini, karena penulis juga merasa dirinya bagian dari Wilayah MEEPAGO sebagai identitasnya. Kehilangan atau kepunahan budaya terjadi karena perkembangan zaman yang berubah dengan budaya eksternal yang paling berdominasi. Penulis menyumbangkan beberapa inspirasi kepada kita generasi penerus sebagai pengganti para leluhur bangsa dan suku khususnya wilayah MEEPAGO.

Wilayah MEEPAGO adalah wilayah yang bertradisi, dan diperjuangkan melalui pengorbanan, penderitaan, untuk mencapai hidup yang bermakna. Ketika kami masih mudah, kami telah dibesarkan dan dipelihara dengan petatas, keladi, dan beberapa makanan alamiah lainnya.  Namun saat ini, generasi penerus dilupakan dengan makanan alamiah karena terbiasa dengan makanan berminyak. Makanan berproduk pabrik sepertinya; Beras dari pulau jawa, Ayam kulkas menyebabkan orang papua malas untuk bekerja, tuturnya.

Sebelum masuk pemerintah di Wilayah MEEPAGO khususnya, pedalaman papua para leluhur yang berjasa mengungkapkan bahwa Suatu saat orang-orang yang kamu tak mengenal mereka akan mendominasi negeri ini. Dan para leluhur juga telah menyampaikan sebagai ingatan kepada anaknya sebagai pengganti generasinya pada kemudian hari. Pesan dari seorang bapak tersebut adalah bahwa generasi kami pola berfikir yang logis, bertradisi tetapi hidupnya terpenuhi dengan sumber kelimpahan. Bekerja untuk memenuhi kehidupan keluarga melalui pengorbanan, keringat  adalah sosok yang berbudaya bagi Rumpun Melanesia.

Ada salah satu Bapak namanya “ EKOWAIPAI yang berpesan kepada anaknya bahwa, setiap manusia hidup hanya melalui berdoa dan bekerja adalah istilah berwarisan bagi orang Melanesia. Tanpa bekerja dan berusaha kita tidak mungkin dapat makan itulah kata-kata bijak dari para leluhur. Banyak generasi penerus terjebak dengan rayuan yang tidak mendapatkan keuntungan pada era modern ini.

Namun disisi lain, dengan perkembangan yang sangat pesat di wilayah MEEPAGO banyak masyarakat setempat yang terpengaruh dengan adanya pemekaran kabupaten sehingga nilai-nilai budaya yang baik, kehidupan masyarakat yang bersumber dari tanah, itu semuanya kehilangan secara tiba-tiba. Kita telah dibesarkan dan dipelihara oleh orangtua  dengan makanan yang alamiah, serta hubungan kekerabatan dalam keluarga besar MEEPAGO yang kuat. Namun karena kelompok tertentu yang mencari kepentingan diri dan sekedar mendapatkan nafkah hidup dari bangsa lain sehingga banyak masyarakat wilayah MEEPAGO hidup terlantar, termiskinkan, terbodohkan bahkan terintimidasi.

Orang papua adalah orang beriman, bermoral dan berbudaya yang telah dianugrahi oleh sang-Pencipta untuk mengatur dan menjaga kehidupan secara tradisi bagi keluarga besar MEEPAGO. Bila kita mengacu pada perkembangan modern saat ini, kehidupan masyarakata setiap kampung-kampung khususnya wilayah MEEPAGO sudah tidak ada tenaga untuk bekerja, berkebun, bertani, berpihara babi, berburuh, dan mata pencaharian lainnya untuk memenuhi kehidupan keluarganya.

Mengapa orang papua sudah lama meninggalkan hidup yang bertradisi? Karena  mereka dimanja dengan beras JPS, uang turdes, dengan berbagai program yang di buat oleh pemerintah pusat dan daerah melalui mekanisme desentralisasi. Tetapi program tersebut, implementasi tak jelas kepada masyarkat, sehingga Itulah yang menyebabkan banyak masyarakat papua hidup hanya tergantung Otonomi khusus, UP4B dan Otonomi plus. Jika kita mengartikan UP4B adalah Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat. Kalangan Intelektual dan pengamat politik mengartikan UP4B yang sebenarnya adalah Unit Percepatan Pemusnahan Papua dan Papua Barat, katanya.

Karena mengigatkan pengalaman selama otonomi khusus berjalan di papua hanya demi kepentingan kapitalis, bahkan orang papua menjadi sasaran musuh operasi militer selama beribu-ribu tahun. Tidak puaskah dengan kekayaan alam Tanah Papua yang sedang dikuras secara tidak wajar. Pejabat papua seharusnya membela dan memihak kepada rakyatnya, namun justru menjadi pengemis di Jakarta untuk menuntut pemekaran wilayah atau pun daerah.

Diharapkan kepada saudara dengan saya harus berfikir logis dan menyeluruh secara intelektual dan bijak sebagai generasi penerus papua yang akan mewujudkan agen perubahan masa depan. Lihatlah orangtuaMu dalam keadaan darurat, dengan adanya tindakan yang sewenang-wenang tanpa alasan yang tak transparan, tidak lama lagi manusia papua akan habis di atas tanahnya sendiri. Tetapi marilah kita melakukan perlawanan dengan bermartabat, intelektual tanpa dengan adanya tindakan yang kita tidak inginkan. Karena, TUHAN mengatakan kepada orang papua bahwa, jangan menghabiskan nyawa manusia tanpa berdosa dan bertindaklah atas keadilan dan kebenaran maka, engkau akan mendapatkan negeri yang Kujanjikan kepadaMu yakni, Bumi Cendrawasih.

Oleh: Kopakaa, Awimee G (MS)* 

Demi Kemanusiaan dan Ketentraman di Bumi Cendrawasih
Share this article :

0 komentar:

.

.

MELANESIANS IN WEST PAPUA

MELANESIANS IN WEST PAPUA

GOD'S WORD DAILY DEVOTIONAL

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

GOOGLE FOLLOWER

Traslate By Your Language

WEST PAPUA FREEDOM FIGHTER

WEST PAPUA

WEST PAPUA

VISITORS

Flag Counter
 
Support : WEST PAPUA | WEDAUMA | SUARA WIYAIMANA
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2014. Suara Wiyaimana Papua - All Rights Reserved
Template Design by WIYAIPAI Published by SUARA WIYAIMANA