KITA ORANG PAPUA MASIH BUTUH PEMIMPIN YANG MEMBUAT PERUBAHAN - Suara Wiyaimana Papua
Headlines News :
Home » » KITA ORANG PAPUA MASIH BUTUH PEMIMPIN YANG MEMBUAT PERUBAHAN

KITA ORANG PAPUA MASIH BUTUH PEMIMPIN YANG MEMBUAT PERUBAHAN

Written By Suara Wiyaimana Papua on Minggu, 27 Oktober 2013 | Minggu, Oktober 27, 2013



Diskrininator
PANIAI, SUARA WIYAIMANA :di Bumi Cendrawasih-Papua.  Penulis sangat menarik dengan judul “ Kita orang papua masih butuh Pemimpin yang membuat Perubahan ” Kabar opini ini, dilaporkan kepada: suarawiyaimana.bogspot.com. Mengapa katakan demikian, karena tidak semua pemimpin di berbagai belahan dunia mempunyai gaya kepemimpinan yang tidak sama pula, sesuai berbeda kekuasaannya negara itu sendiri. Setiap pemimipin biasanya memerintah suatu negara ataupun wilayah dengan gaya kepemimpinannya tersendiri. Baik pemimpin yang bergayanya, otoriter, militeristik atau pun demokrasi.

Kita masih butuh pemimpin, sekalipun pemimpin itu pernah memerintah kita secara otoriter, dan militeristik. Di dalam demokras, mungkin hal itu kurang relevan, mengigatkan otoritariarisme telah dijawab dengan sistem. Tetapi jangan lupa, sifat otoriter pemimpin itu kerap tidak berhubungan dengan sistem politik, apakah refresif atau otoriter. Pemimpin otoriter memerintah suatu wilayah dengan tindakan refresif merupakan merosotnya penduduk yang mendiami suatu wilayah tersebut.

Terjadinya kemerosotan penduduk suatu bangsa atau rumpun, kerena selalu berhadapan dengan kekuatan militer yang berusaha untuk mendominasi negeri negara lain secara ilegal. Kehilangan bangsa atau pun rumpun adalah bagian dari penjajahan dari negara yang berpendududuk mayoritas. Penduduk pribumi yang berdomisili suatu wilayah merupakan tempat  kediamannya, sementara masih bernyawa. Setiap manusia mempunyai akal budi yang dianugrahkan oleh yang Maha Pencipta untuk saling mengasih, mengayomi tanpa diperlakukan diskriminasi rasial.

TUHAN  “Ugatame ” menempatkan dan memosisikan setiap bangsa diatas tanah yang berlimpah dengan susu dan madu adalah anugrah buat anaknya yang dianggap penghuni atau pribumi. Namun situasi saat ini, pemimpin otoriter selalu berupaya keras untuk aneksasi secara sewenang-wenang, karena demi kepentingan ekonomi, politik dan kapitalisme. Untuk itu, Manusia sebagai makhluk yang mulia terhadap sesama perlu ada pengakuan terhadap rakyatnya, atas tindakan-tindakan yang dilakukan. Tidak selamanya pemimpin otoriter berkuasa dinegeri ini, tidak perlu lagi, setiap manusia hidup dalam penjajahan.

Banyak pemimpin yang bermain-main dengan kesalahan. Memberi ruang toleransi yang begitu besar terhadap penyelewengan bahkan membiarkan komunitas atau rakyatnya hidup dalam penyimpangan. Tidak tertutup kemungkinan bahwa dia juga melakukan penyelewengan dalam kekuasaannya. Kompromi dengan kesalahaan adalah manifestasi komitmen kepemimpinan yang buruk.

Sebagai contoh, bagaimana mungkin pemimpin menegur bawahannya agar disiplin dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab, jika dia sendiri sering mangkir dan tidak disiplin. Hal lain, bagaimana mungkin pemimpin berani memperingatkan bawahannya agar tidak melakukan korupsi, jikalau dia sendiri sebagai pemimipin melakukan tindakan korupsi dan tidak jujur dalam penggunaan dana otonomi khusus.

Konflik yang sedang membara di Bumi Cendrawasih adalah akar permasalahan utama konflik komunal, sosial, dan indvidu terjadi di “ West Papua ” dipicu oleh kesalahan pemerintah pusat yang salah urus terhadap daerah Papua. Monopoli kekuasaan, jabatan dan kekayaan oleh orang-orang non-Papua termasuk juga kaum kapitalis dari berbagai negara diantaranya: Amerika Serika, China, dan pedangan- pengan migran dari Makasar, jawa dan kepulauaan Indonesia lainnya.

Isi yang terjemahan sebagai Jawanisasi dan Islamisasi juga dianggap sebagai kebijakan yang memarjinalkan orang Papua. Dan masuknya perusahaan-perusahaan ilegal tanpa pamit menguras dan mengambil kekayaan secara liar. Pengrusakan kekayaan sumber alam tanah Papua juga dianggap sebagai faktor pemicu tumbuhnya kesadaraan nasionalisme orang Papua untuk memisahkan diri dari NKRI.

Untuk menyelesaikan kasus-kasus tersebut diatas perlu bernegosiasi dengan rakyat papua agar permasalahan ini, dapat terselesaikan secara radikal tanpa mengabaikan pelanggaran Hak Sasi Manusia (HAM). Serta sekaligus membuka ruang untuk perundingan secara demokratis untuk menyelesaikan persoalan-persoalan dengan bermartabat.

Yang di butuhkan oleh rakyat adalah pemimpin yang arif, adil dan berjiwa sosial tanpa diskriminasi rasial. Oleh sebab itu, yang mengandung pesan bahwa rakyatlah yang arif untuk menaikkan kembali sang singa yang otoriter, tetapi telah di lengserkannya karena tak mampu menciptakan Kedamaian dan ketentraman. Seharusnya sebagai manusia saling menghargai dan menghormati atas tuntutan yang disuarakan oleh bangsa lain agar semuanya mendapatkan hak yang sama.

Oleh: Kopakaa, Awimee G*(MS )

Demi kemanusiaan dan ketentraman di Bumi Cendrawasih
Share this article :

0 komentar:

.

.

MELANESIANS IN WEST PAPUA

MELANESIANS IN WEST PAPUA

GOD'S WORD DAILY DEVOTIONAL

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

GOOGLE FOLLOWER

Traslate By Your Language

WEST PAPUA FREEDOM FIGHTER

WEST PAPUA

WEST PAPUA

VISITORS

Flag Counter
 
Support : WEST PAPUA | WEDAUMA | SUARA WIYAIMANA
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2014. Suara Wiyaimana Papua - All Rights Reserved
Template Design by WIYAIPAI Published by SUARA WIYAIMANA