Ini sebagai pertanyaan retoris yang memaksa pembaca berpikir geopolitik, bukan cuma aktivisme jalanan.
Oleh: Ones Nesta Epikuros Suhuniap
Perjuangan bangsa terjajah untuk hak penentuan nasib sendiri akan dikorbankan atas persaingan dua gagasan dunia.
Dua gagasan itu adalah Dunia Multi Polar dan New World Order. Dua gagasan ini sedang bersaing untuk merebut panggung dunia.
Dalam perebutan ini bukan hanya dunia politik dan ekonomi, tetapi persaingan dalam teknologi. Dan saat ini senjatanya adalah AI.
Kepentingan politik ekonomi dunia selalu mengorbankan kedaulatan bangsa-bangsa kecil di dunia. Salah satu contoh adalah dalam Perang Dingin Amerika Serikat dan Uni Soviet, nasib bangsa Papua dikorbankan.
Pasca Perang Dingin pada tahun 1992 ada kesepakatan tentang pembangunan berkelanjutan yang mereka sebut Agenda 21, yang artinya agenda dunia di abad ke-21 sekarang ini.
Dalam agenda New World Order tersebut adalah 25 agenda yang disepakati dan puncaknya akan terlihat pasca tahun 2030.
Kemudian Blok Timur China dan Rusia maju dengan agenda Dunia Multi Polar yang akan berhadapan dengan konsep New World Order sekarang.
Dalam persaingan teknologi dan perebutan panggung dunia dengan dua gagasan tatanan dunia ini, menjadi ancaman terhadap bangsa-bangsa yang masih terjajah.
Kondisi objektif di Papua, banyak isu lingkungan yang merupakan strategi perbaikan sistem, sementara strategi revolusioner merebut kedaulatan terdegradasi karena ego parah pejuang.
Agenda lanjutan global 21 dalam gagasan Tatanan Dunia Baru New World Order salah satunya adalah pembangunan berkelanjutan yang diadakan di Sorong bulan lalu dengan tema PAPEDA SUMMIT 2026.
Agenda PAPEDA SUMMIT berhubungan dengan agenda global 21 dan tujuan jangka panjangnya adalah 25 agenda bagian dari fungsi kontrol dunia dan kehidupan manusia.
Agenda global tersebut menjadi ancaman terhadap perjuangan agenda bangsa terjajah yaitu hak penentuan nasib sendiri.
PERINGATAN KERAS UNTUK PEJUANG PAPUA
Pejuang Papua, berhenti berdebat hal yang tidak penting. Buang ego sentris, pikirkan persatuan dan strategi dan taktik perjuangan untuk rebut kedaulatan politik untuk selamatkan bangsa.
Ingat bahwa bangsa tidak bisa didirikan oleh ide satu orang, tetapi ide kolektif anak-anak bangsa.
Jika pejuang masih mempertahankan ego sentris, perdebatan kusir dan hanya saling mencari kebenaran tanpa berpikir strategi dan persatuan bangsa untuk rebut kedaulatan, berarti anda adalah agen imperialisme global dengan agenda Tatanan Dunia Baru.
Dampaknya mengorbankan kepentingan bangsa. Hak penentuan nasib sendiri sebagai solusi untuk selamatkan kedaulatan bangsa Papua terancam dari Agenda 21 dan 25 poin dalam gagasan New World Order.
BACA PETA POLITIK GLOBAL
Coba baca peta politik global yang berhubungan langsung dengan kepentingan penguasa ekonomi politik regional.
Kenapa Israel bergabung ke PIF? Kenapa China uji coba senjata tembak ke lautan Pasifik beberapa bulan lalu? Bagaimana peta politik Indonesia yang bermain dua kaki ke Blok Timur maupun Blok Barat? Kemudian lihat juga bandara antariksa di Biak, Papua.
Apakah pejuang punya analisis politik dan solusi alternatif untuk selamatkan bangsa Papua?
Apakah tanpa persatuan bangsa Papua dapat diselamatkan saat dunia sedang bersaing untuk rebut panggung dunia melalui persaingan teknologi ini?
Jawabannya ada di Honai. Jawabannya ada di persatuan.
By: Ones Nesta Epikuros Suhuniap


0 komentar:
Posting Komentar