TPNPB Kodap III Ndugama Derakma Keluarkan DPO Terhadap Orang Papua Dan Non Papua Yang Terlibat Sebagai Agen Intelijen Militer Indonesia Di Nduga, TPNPB: Peringatan Ini Diumumkan Maka Semua Yang Terlibat Segera Berhenti Jika Tidak Maka Kami Siap Eksekusi
Siaran Pers Ke II Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Rabu, 29 Juli 2026
Silahkan Ikuti Laporan Dibawa Ini.!
Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan resmi dari Komandan Kowip III, Kolonel Nikolaus Nimiangge bersama Panglima TPNPB Kodap lll Ndugama Derakma, Brigjend Egianus Kogeya bersama seluruh pasukan bahwa kami secara resmi mengeluarkan DPO terhadap orang Papua dan Non Papua yang terlibat sebagai agen intelijen militer pemerintah Indonesia yang terlibat bersama aparat militer Indonesia lalu menjual pasukan TPNPB kepada aparat militer Indonesia. Kami juga menegaskan kepada orang Papua terlebih khususnya suku Nduga yang melakukan pembunuhan terhadap pasukan TPNPB melalui ilmu hitam atau pun obat-obatan alam yang dikenal sebagai Magirak atau suangi segera dihentikan. Jika pernyataan ini tidak di indahkan maka sejumlah orang yang kami sudah tahu keterlibatan mereka bersama pemerintah Indonesia lalu membunuh pasukan TPNPB dengan ilmu alam maka kami siap eksekusi dan tembak mati.
Kolonel Nikolaus Nimiangge juga menegaskan kepada orang Suku Nduga bahwa sebagian orang maupun suku lainnya di Papua telah menyerah dan bergabung dengan pemerintah Indonesia namun, TPNPB Kodap III Ndugama Derakma ini berjuang sejak tahun 1963 sampai hari ini di tahun 2026 masih tetap berjuang sehingga kami sampaikan kepada tokoh pemuda, pendeta dan seluruh rakyat Nduga bahwa jangan pernah menyerah terhadap aparat dan pemerintah Indonesia atas nama Alkitab, gembala maupun pembawa injil demi kepentingan negara. Tetapi Gembala dan Alkitab harus dipegang bersama-sama dengan perjuangan kemerdekaan bangsa Papua dan itu yang sudah lama kami pegang sejak tahun 1963 di Mapnduma.
Oleh sebab itu, melalui video atau pernyataan resmi ini yang kami keluarkan Melalui Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB maka seluruh agen intelijen militer pemerintah seperti mereka yang terlibat dalam ASN, pejabat negara dan seluruh intelejen militer Indonesia di Nduga agar segera hentikan aktivitasnya.! Jika hal tersebut masih terus dilanggar maka mereka-mereka tersebut yang melakukan perpanjangan tangan kolonialisme Indonesia di atas Tanah Papua kami siap tembak mati karena kami telah mengikuti dan mengetahui sejumlah pihak yang telah dibayar oleh pemerintah Indonesia untuk melakukan melakukan misi intelijen terhadap pasukan TPNPB dan terlibat melakukan pembunuhan terhadap pasukan TPNPB dengan menggunakan ilmu hitam. Sehingga pihak-pihak yang terlibat dengan aparat dan pemerintah Indonesia segera berhenti.
Kami juga menegaskan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk hentikan eksploitasi sumber daya alam di Papua demi kepentingan Jakarta dan aparat militer Indonesia sebagai yang terjadi di Tembagapura Papua melalui PT Freeport McMoRan milik Amerika Serikat yang sudah beroperasi sejak tahun 1967 hingga sekarang. Dalam hasil penjualan emas, besi, tembaga dan lainnya oleh Amerika Serikat dan Indonesia maka dari hasil itu pula yang digunakan oleh Prabowo Subianto untuk melakukan pembelian logistik militer, pesawat militer dan peralatan tempur lainnya untuk kepentingan operasi dan perang melawan TPNPB.
Demikian Siaran Pers Ke II Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Rabu, 29 Juli 2026 oleh Sebby Sambom Jubir TPNPB OPM.
Dan terima kasih atas kerja sama yang baik.
Penanggungjawab Nasional Komando Markas Pusat Komando Nasional TPNPB-OPM.
Jenderal Goliath Tabuni
Panglima Tinggi TPNPB-OPM
Letnan Jenderal Melkisedek Awom
Wakil Panglima TPNPB-OPM
Mayor Jenderal Terianus Satto
Kepala Staf Umum TPNPB-OPM
Mayor Jenderal Lekagak Telenggen
Komandan Operasi Umum TPNPB-OPM


0 komentar:
Posting Komentar