Pernyataan Resmi Pimpinan TPNPB OPM AIBON KOGOYA DI INTAN JAYA - Suara Wiyaimana Papua
Headlines News :

.

.
Home » , , , » Pernyataan Resmi Pimpinan TPNPB OPM AIBON KOGOYA DI INTAN JAYA

Pernyataan Resmi Pimpinan TPNPB OPM AIBON KOGOYA DI INTAN JAYA

Written By Suara Wiyaimana Papua on Jumat, 29 Mei 2026 | Jumat, Mei 29, 2026


Serangan Drone Bom Terhadap Gereja Katolik Santo Paulus Nabuni Di Intan Jaya Seluruh Korban Adalah Warga Sipil Dan TPNPB Kodap VIII Intan Jaya Dengan Tegas Menolak Pembentukan Kabupaten Delama Jaya, Aibon Kogoya: DPO Meky Nawipa Dan Kelompok LMA Yang Terlibat Mendukung Pemekaran DOB Di Paniai
 

Siaran Pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Kamis, 28 Mei 2026

Silahkan Ikuti Laporan Dibawa Ini.!

Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan resmi dari Komandan TPNPB Batalion D Dulla, Mayor Aibon Kogoya bersama pasukannya dari medan perang pada hari Kamis, 28 Mei 2026 di Intan Jaya bahwa kami menegaskan kepada aparat militer Indonesia untuk hentikan serangan bom melalui darat dan udara terhadap warga sipil dan bangunan-bangunan Gereja di Intan Jaya karena seluruh serangan tersebut hanya mengorbankan warga sipil yang tak bersalah dan tak berdosa menjadi korban luka-luka dan meninggal dunia. Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI Agus Subyanto segera bertanggung jawab atas serangan bom di Gereja Katolik Santo Paulus Nabuni Kampung Mbamogo pada hari Minggu 17 Mei 2026 lalu yang mengakibatkan 4 orang menjadi korban luka-luka hingga kritis, satu diantaranya telah meninggal dunia setelah tubuh korban mengalami luka berat akibat ledakan bom.

Mayor Aibon Kogoya juga memberikan peringatan keras dan DPO terhadap Meky Nawipa bersama kelompok Lembaga Masyarakat Adat (LMA) dibawa pimpinan Aten Kobogau di Nabire agar hentikan pembahasan terkait pembentukan Kabupaten Delama Jaya yang ibukotanya di Bibida, jika hal tersebut tidak di indahkan maka kami siap tembak mati pihak-pihak yang terlibat dalam pembentukan DOB. TPNPB dengan tegas menolak semua kebijakan negara kolonialisme Indonesia di atas Tanah Papua karena, perjuangan kami untuk merebut kembali kemerdekaan bangsa Papua pada 1 Desember 1961. Kami bukan mencari makan, uang dan jabatan serta provinsi dan kabupaten baru di Tanah Papua, itu tidak.

Kami juga menegaskan kepada Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI Agus Subyanto bahwa seluruh aparat militer Indonesia yang telah di kirim ke Papua atas perintah Prabowo Subianto lalu mendirikan pos-pos militer dan gereja-gereja versi militer di Papua maka, silahkan anda tinggal di situ, makan di situ dan silahkan jadikan Gereja sebagai markas militer. Kami juga mengimbau kepada semua pihak bahwa seluruh jalan Trans Nabire-Intan Jaya akan menjadi wilayah perang sehingga seluruh warga imigran Indonesia agar segera kosongkan wilayah operasi TPNPB dari Nabire-Intan Jaya serta kami menegaskan kepada aparat militer Indonesia agar hentikan lakukan operasi militer di kampung-kampung atau pemukiman warga sipil di Intan Jaya, wilayah perang kami ada di Jalan Trans Nabire-Intan Jaya sehingga jika aparat militer Indonesia masuk di pemukiman warga sipil itu mau lawan siapa? disana ada ibu-ibu dan anak-anak kecil maka hentika operasi terhadap mereka dan hentikan pembunuhan terhadap warga sipil dalam operasi tersebut.

Kami menegaskan kepada aparat militer Indonesia bahwa jika mau perang silahkan perang lawan TPNPB saja. Jangan tembak ibu-ibu, anak-anak dan warga sipil lalu menuduh mereka bagian dari anggota TPNPB tanpa adanya bukti senjata yang mereka miliki dan saya menegaskan bahwa penembakan tersebut warga sipil harus segera dihentikan mulai detik ini. Kalau mau perang silahkan turun di jalan trans Nabire-Intan Jaya kami siap 1X24 jam. Kami juga mengimbau kepada semua pihak bahwa wilayah Nabire telah masuk dalam wilayah operasi TPNPB Kodap VIII Intan Jaya dan kami sudah lakukan perang disana sehingga seluruh warga imigran Indonesia agar segera kosongkan wilayah operasi kami sebelum terjadi sesuatu yang tidak di inginkan oleh anda dan keluarga.

Dalam hal tersebut, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menegaskan kepada Pemerintah kolonialisme Indonesia agar segera bertanggung jawab atas serangan bom terhadap Gereja Katolik Santo Paulus Nabuni di Intan Jaya yang telah menewaskan 1 warga sipil dan 3 orang lainnya luka-luka dan mengimbau kepada Meki Nawipa dan kelompok Aten Kobogau serta LMA agar hentikan pembahasan dan pembentukan Kabupaten Delama Jaya di wilayah Bibida jika hal tersebut tidak di di indahkan maka anda siap menerima konsekuensinya sendiri.

Kami juga memberikan warning kepada pihak-pihak yang terlibat dalam menyukseskan operasi pertambangan emas di wilayah Blok B Wabu di Intan Jaya, jika hal tersebut tidak di indahkan maka pihak-pihak yang terlibat siap menerima konsekuensinya karena perjuangan TPNPB bukan untuk mendirikan perusahaan dan tambang-tambang ilegal milik Indonesia dan negara asing di seluruh Tanah Papua. Kami berjuang dalam medan perang demi merebut kembali kemerdekaan bangsa Papua sehingga hal ini harus menjadi perhatian bagi seluruh orang Papua terutama para pejabat orang Papua yang sedang berada dalam sistem pemerintahan kolonialisme indonesia di atas Tanah Papua.

Demikian Siaran Pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Kamis, 28 Mei 2026 oleh Sebby Sambom Jubir TPNPB OPM.

‎Dan terima kasih atas kerja sama yang baik.

Penanggungjawab Nasional Komando Markas Pusat Komando Nasional TPNPB-OPM.

Jenderal Goliath Tabuni

‎Panglima Tinggi TPNPB-OPM

Letnan Jenderal Melkisedek Awom

‎Wakil Panglima TPNPB-OPM

Mayor Jenderal Terianus Satto

‎Kepala Staf Umum TPNPB-OPM

Mayor Jenderal Lekagak Telenggen

‎Komandan Operasi Umum TPNPB-OPM

Share this article :

0 komentar:

.

.

Pray For West Papua

Pray For West Papua

MELANESIANS IN WEST PAPUA

MELANESIANS IN WEST PAPUA

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

GOOGLE FOLLOWER

Traslate By Your Language

WEST PAPUA FREEDOM FIGHTER

WEST PAPUA

WEST PAPUA

VISITORS

Flag Counter
 
Support : WEST PAPUA | WEDAUMA | SUARA WIYAIMANA
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2014. Suara Wiyaimana Papua - All Rights Reserved
Template Design by WIYAIPAI Published by SUARA WIYAIMANA