TPN-PB/OPM tidak akan mengganggu Pilkada 2018 - Suara Wiyaimana Papua
Headlines News :
Home » , , » TPN-PB/OPM tidak akan mengganggu Pilkada 2018

TPN-PB/OPM tidak akan mengganggu Pilkada 2018

Written By Suara Wiyaimana Papua on Rabu, 21 Februari 2018 | Rabu, Februari 21, 2018

Pater Dr. Neles Tebay - Dok. Jubi
TPN-PB/OPM tidak akan mengganggu Pilkada 2018

Oleh : Pater Dr. Neles Tebay

SEJUMLAH pihak menempatkan Provinsi Papua sebagai daerah urutan pertama tingkat kerawannya pada pilkada serentak 2018, antara lain karena masih aktifnya Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat/Organisasi Papua Merdeka (TPN-PB/OPM). Keberadaan kelompok-kelompok TPN dilihat sebagai ancaman terhadap pilkada di Papua.

TPN biasa disebut Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) oleh pihak Kepolisian dan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) oleh pihak TNI.
Dalam pilkada serentak 2018, Papua akan melaksanakan Pilkada gubernur dan pilkada bupati di tujuh kabupaten yakni Mimika, Deiyai, Paniai, Puncak, Jayawijaya, Biak Numfor, dan Mamberamo Tengah.
Sekalipun pihak kepolisian sudah membentuk Satgas Merah Putih yang tugasnya adalah mengantisipasi gangguan KKB, saya masih yakin bahwa TPN/OPM tidak akan tergerak untuk mengganggu pilkada. Ada tiga alasan yang mendasari keyakinan saya.

Pertama, TPN/OPM didirikan bukan untuk memperjuangkan kemenangan salah satu calon bupati atau gubernur. Juga bukan untuk mengurus pilkada. TPN dibentuk untuk memperjuangkan kemerdekaan Papua Barat. TPN mencapai tujuannya bukan ketika seorang calon bupati atau gubernur terpilih atau menang pilkada, tetapi ketika suatu Negara Papua Barat didirikan di bumi cenderawasih.
Kedua, OPM masih setia pada cita-cita ideologinya dan belum merubah orientasi perjuangannya. OPM masih melanjutkan perlawanan dengan bergerilya dari hutan belantara Papua yang dilakukan oleh TPN PB dan melancarkan diplomasi di luar negeri yang dikoordinir oleh United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) guna membebaskan tanah dan orang Papua dari penjajahan asing. TPN tahu bahwa pilkada gubernur dan bupati tidak ada kaitan dengan perjuangan kemerdekaan Papua Barat.

Ketiga, TPN sadar bahwa apabila mengganggu pelaksanaan pilkada, maka kredibilitas TPN akan jatuh baik dihadapan rakyat Papua maupun di mata komunitas internasional. Banyak pihak akan mempertanyakan motivasi dan tujuan perjuangan TPN. Akibatnya, kepercayaan terhadap TPN akan menurun. TPN akan kehilangan dukungan politik dari banyak pihak. TPN sendiri lah yang menanggung segala akibat dan resikonya. ”Karena TPN sadari resiko dan akibat-akibat ini, maka saya tetap yakin bahwa TPN/OPM yang sungguh-sungguh memperjuangkan kemerdekaan Papua Barat tidak akan mengganggu pelaksanaan pilkada serentak di Bumi Cenderawasih”.

Keempat, berdasarkan sejumlah pengalaman yang terjadi di masa lampau, saya sadari adanya peluang bagi pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab untuk menggunakan nama TPN demi memenuhi kepentingan pribadi atau kelompoknya dengan mengganggu pelaksanaan pilkada di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Kelima, mungkin karena masih adanya kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang aktif di tanah Papua, maka pasukan keamanan akan diperbanyak mengamankan pelaksanan pilkada bukan hanya pada tujuh kabupaten yang kaan melaksanakan pilkada bupati tetapi seluruh kabupaten di Provinsi Papua.

Irjen Boy Rafli Amar selaku Kapolda Papua telah mengumumkan bahwa akan diterjunkan 14.506 personel gabungan POLRI, TNI, dan LINMAS untuk pengamanan pilkada serentak di Provinsi Papua. Dari 14.506 personel tersebut, sebanyak 854 anggota personel berasal dari Polda Papua, 6.296 anggota dari semua POLRES di Tanah Papua, 700 anggota Brimob Penugasan Nusantara, 600 anggota dari Polda Barat, 2.250 anggota TNI, dan sebanyak 4.687 anggota dari LINMAS. Mereka akan ditugaskan baik di tujuh kabupaten yakni untuk mengamankan pelaksanaan pilkada bupati maupun di kabupaten-kabupaten lain guna mengamankan pilkada gubernur. (*)

Pater Dr. Neles Tebay: Ketua STF Fajar Timur di Abepura, Koordinator Jaringan Damai Papua (JDP), Pemenang Penghargaan Tji Hak Soon untuk Keadilan dari Seul, Korea Selatan, 2013.

Share this article :

0 komentar:

.

.

MELANESIANS IN WEST PAPUA

MELANESIANS IN WEST PAPUA

GOD'S WORD DAILY DEVOTIONAL

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

GOOGLE FOLLOWER

Traslate By Your Language

WEST PAPUA FREEDOM FIGHTER

WEST PAPUA

WEST PAPUA

VISITORS

Flag Counter
 
Support : WEST PAPUA | WEDAUMA | SUARA WIYAIMANA
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2014. Suara Wiyaimana Papua - All Rights Reserved
Template Design by WIYAIPAI Published by SUARA WIYAIMANA