Lepaskan Garuda, Demi Cenderawasih dan Mambruk ! - Suara Wiyaimana Papua
Headlines News :
Home » , » Lepaskan Garuda, Demi Cenderawasih dan Mambruk !

Lepaskan Garuda, Demi Cenderawasih dan Mambruk !

Written By Suara Wiyaimana Papua on Senin, 18 September 2017 | Senin, September 18, 2017

Pendeta Dr. Socrates S.Yoman  adalah seorang gembala dan hamba Tuhan ‘luar biasa’ yang bukan saja dimiliki  oleh warga jemaat Baptis Papua, melainkan milik seluruh orang beriman di Tanah Papua.
Saya menilai pendeta Doktor  Socrates S. Yoman merupakan seorang pendeta bagi kaum tak bersuara di Papua. Dia satu-satunya pendeta yang benar-benar paham dan menghidupi firman Allah secara kontekstual dalam hidupnya. Dia juga satu-satunya hamba Tuhan yang dengan murni memahami persoalan dasar rakyat Papua yang sudah begitu kronik dan sistemik.
Tidak ragu, keras dan tegas. Itu sudah sosok gembala Yoman. Beliau selalu berjuang di mimbar-mimbar dengan mewartakan kabar keselamatan akan penderitaan rakya Papua selama bertahun-tahun. Saya amat kagum, melihat karya pelayanannya yang sungguh nyata dan hidup dengan merasakan suara kaum lemah dan tertindas di Papua.
Ia tidak seperti mayoritas pendeta dan pastor serta pewarta lain yang hanya menjalankan ayat hafalan dan pandai berkotbah berapi-api di atas podium dan mimbar-mimbar dengan bahasa manis, tetapi selalu menutup mata terhadap realitas penderitaan rakyat Papua. 
Ia bukan tipe gembala yang hanya pandai menghibur umat dengan kata-kata mati tanpa berbuat nyata terhadap penyelamatan umat atau jemaat yang menangis akibat ketidakadilan negara dan aparat penegak hukum di republik ini.
Bahkan Socrates Yoman tidak seperti pastor dan gembala palsu ‘menyesatkan’ dalam mengstigma rakyat Papua yang menuntut keadilan atas rekayasa hak sipil-politiknya, penegakan HAM dan demokrasi dengan stigma yang sama dengan yang sering dilontarkan aparat penegak hukum selama ini. 
Di tengah realita, situasi tidak adanya gembala umat Tuhan di tanah Papua yang memihak kaum tertindas, Gembala Yoman hadir bersama Gembala Benny dll di samping rakyat yang menderita untuk menanggung penderitaan secara kolektif. Memikul salib atas dosa dan perlakuan pendeta-pastor-Ustad siluman Indonesia di Papua yang lebih memihak penguasa dan negara Indonesia.
Saya amat tersanjung dengan berbagai tulisan Pendeta Yoman yang selalu menyuarakan kebenaran. Menyuarakan perdamaian dan perlunya keadilan yang hakiki. Keadilan bagi rakyat Papua sesuai mekanisme yang internasional yang damai, manusiawi dan final yakni ‘penentuan nasib sendiri’ bagi rakyat Papua.
Mengutip pernyataan Gembala Yoman yang terakhir, membuat saya berefleksi. Jika saja di Indonesia dan khususnya di Papua memiliki gembala dan pastor yang seperti Gembala Yoman sudah pasti bahwa kedamaian dan firdaus akan lebih terasa di surga kecil cenderawasih ini.
Begini tutur gembala Yoman yang terakhir menyikapi perlakuan negara yang kejam terhadap Gubernur Papua, LE yang dikriminalisasikan oleh Mabes Polri beberapa waktu belakangan ini.
Gembala Yoman mengatakan: 
“Lepaskan lambang garuda di dada dan kembalikan kepada Indonesia dalam meresponi kriminalisasi gubernur Papua. Cara-cara bangsa penjajah Melayu Indonesia  ini sangat merendahkan dan melecehkan martabat rakyat dan bangsa West Papua. Apakah gubernur, para bupati/walikota  terus menjadi budak-budak bangsa Melayu? Dimana harga dirimu dan martabatmu?  Rakyat dan bangsa West Papua 95% pasti mendukung kalau Anda lepaskan garuda di dada dan kembali kepada bangsa Melayu Indonesia”. 
Dari pernyataan ini menunjukan betapa dia (S.Yoman) memahami perlakuan tidak adil negara Indonesia terhadap rakyat Papua itu sungguh luar biasa. Ia mengatakan ini sebagai bagian dari ungkapan imannya, bahwa bersama negara Indonesia tidak ada kasih dan persaudaraan. Tidak ada nilai-nilai roh. Buah roh yang menjadi pedoman hidup gereja sudah sirna diganti nafsu kekuasaan, ketamakan, perampokan dan pembunuhan atas nama negara yang abstrak. Maka dengan demikian, saya berkesimpulan bahwa, sudah saatnya rakyat Papua entah siapapun dia, apapun jabatan, pangkat dan golongannya. Sudah saatnya  HARUS turun jalan mendesak pemerintah Indonesia untuk menghentikan kriminalisasi dan pembunuhan karakter terhadap pemimpin politik Papua. Demi tegaknya nilai keadilan dan kebenaran yang universalis. 
Lepaskan Garuda dan raihlah Cenderawasihmu dan mambrukmu yang kekal, wahai rakyat melanesia di West Papua. 
Bangun dan Sadar, sadarlah anda bukan garuda yang tidak jelas keberadaan dan sejarahnya atau ras melayu, tetapi anda Cenderawasih burung surga yang hingga kini masih ada dan jelas. Anda adalah ras melanesia, bagian dari keluarga Pasifik yang sudah dijajah dan tipu selama puluhan tahun oleh penjajahan Indonesia.

Sudah saatnya bangkit, bersatu dan lawan! 
Share this article :

0 komentar:

.

.

MELANESIANS IN WEST PAPUA

MELANESIANS IN WEST PAPUA

GOD'S WORD DAILY DEVOTIONAL

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

GOOGLE FOLLOWER

Traslate By Your Language

WEST PAPUA FREEDOM FIGHTER

WEST PAPUA

WEST PAPUA

VISITORS

Flag Counter
 
Support : WEST PAPUA | WEDAUMA | SUARA WIYAIMANA
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2014. Suara Wiyaimana Papua - All Rights Reserved
Template Design by WIYAIPAI Published by SUARA WIYAIMANA