Saksi sebut penembakan atas perintah Kapolsek Tigi - Suara Wiyaimana Papua
Headlines News :
Home » , , , » Saksi sebut penembakan atas perintah Kapolsek Tigi

Saksi sebut penembakan atas perintah Kapolsek Tigi

Written By Suara Wiyaimana Papua on Sabtu, 05 Agustus 2017 | Sabtu, Agustus 05, 2017

http://tabloidjubi.com/m/artikel-8407-saksi-sebut-penembakan-atas-perintah-kapolsek-tigi.html
Deiyai, Jubi – Terjadinya penembakan brutal terhadap belasan warga di Kampung Oneibo, Deiyai, yang menewaskan Yulianus Pigai, karena terkena peluru kaliber PIN 5,56 bersama empat korban lainnya yang dirujuk ke RSUD Nabire, diduga merupakan perintah dari Kapolsek Tigi, N. Raini.
Menurut saksi, NP, Kapolsek Tigi membawa personel kepolisian dan Brimob ke tempat kejadian atas panggilan pimpinan PT. Putra Dewa Paniai.
“Yang datang waktu itu Kapolsek Tigi, Raini, dengan anggotanya bersama Brimob. Setelah tiba Kapolsek perintahkan tembak. Saya lihat dan saksikan sendiri,” ungkap NP, seorang saksi mata kepada Jubi di Waghete, Jumat, (4/8/2017). 
Setelah diperintahkan, menurut dia, bunyi letusan senjata berentetan sehingga warga banyak yang terkena tembakan.
“Waduh, saat itu bunyi senjata macam air yang mengalir. Sangat lancar dan kencang,” katanya.
“Mereka ukur itu pas-pas laki-laki, terutama anak-anak muda. Tembaknya bukan ke arah langit, tapi lurus ke orang. Jadi, terjadi itu murni Kapolsek. Kalau dia tidak perintah mana mungkin anak buahnya lakukan penembakan. Jadi, kematian Yulianus dan beberapa orang yang luka-luka ini merupakan bukti perintah dari si Raini,” tutur NP.
Yopi Douw, tokoh pemuda Deiyai menegaskan, segera pidanakan pimpinan Polsek Tigi sesuai kode etik kepolisian dan aturan perundang-undangan yang berlaku di Republik Indonesia.
“Kapolsek Tigi harus tanggung jawab nyawa adik Yulianus Pigai. Dia harus dicopot dari jabatan dan masukkan ke dalam penjara seumur hidup sesuai dengan fakta yang terjadi,” tegas Yopi.
Ia menambahkan, pihaknya memiliki bukti foto saat terjadi  tindak kekerasan di tempat kejadian, sehingga tidak perlu banyak alasan untuk mengulur-ulur waktu dalam proses hukum.
Terpisah, Pastor Dekan Dekenat Paniai, Pater Marthen E. Kuayo menegaskan, siapa pun dia yang menjadi pelaku, nuraninya akan "mendidih" seumur hidup.
“Kalau tidak sampai pengadilan pun, nuraninya akan mendidih terus menerus, bahkan terjadi kekacauan karena tidak berhati-hati dalam penanganan masalah di tengah masyakat,” katanya seraya mengutuk keras pelaku penembakan tersebut. (*)    
Reporter :Abeth You

Sumber:http://tabloidjubi.com/m/artikel-8407-saksi-sebut-penembakan-atas-perintah-kapolsek-tigi.html
Share this article :

0 komentar:

.

.

MELANESIANS IN WEST PAPUA

MELANESIANS IN WEST PAPUA

GOD'S WORD DAILY DEVOTIONAL

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

GOOGLE FOLLOWER

Traslate By Your Language

WEST PAPUA FREEDOM FIGHTER

WEST PAPUA

WEST PAPUA

VISITORS

Flag Counter
 
Support : WEST PAPUA | WEDAUMA | SUARA WIYAIMANA
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2014. Suara Wiyaimana Papua - All Rights Reserved
Template Design by WIYAIPAI Published by SUARA WIYAIMANA