Keluarga Korban: Otianus Ditembak dengan Sniper dari Jarak 50 Meter - Suara Wiyaimana Papua
Headlines News :
Home » , , » Keluarga Korban: Otianus Ditembak dengan Sniper dari Jarak 50 Meter

Keluarga Korban: Otianus Ditembak dengan Sniper dari Jarak 50 Meter

Written By Suara Wiyaimana Papua on Kamis, 01 September 2016 | Kamis, September 01, 2016

Oktovianus Sondegau (duduk di pagar paling kanan), ayah kandung Otianus Sondegau (16) saat menunjukkan lokasi anaknya ditempat mati oleh Brimob di Sugapa. (Foto: Yoakim Mujizau)
JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Keluarga korban Otianus Sondegau (16) yang ditembak mati oleh anggota Brimob di Sugapa mengatakan, Otianus ditembak dengan menggunakan senjata jenis Sniper dari jarak 50 meter di depan halaman rumanya pada 27 Agustus 2016 pukul 10.30 WIT.

Dalam pernyataan sikap yang diterima suarapapua.com, keluarga korban menjelaskan, semenjak Brimob datang ke Sugapa, banyak kasus sewenang-wenang yang dilakukan oleh anggota Brimob di Sugapa, Intan Jaya.


Selama Brimob berada di Intan Jaya sudah beberapa kasus yang dilakukan. Antara lain, penembakan terhadap Seprianus Japugau di lapangan sepakbola Sugapa pada September 2014, pengeroyokan terhadap enam pemuda pada 7 Maret 2016, penembakan terhadap Malon Sondegau pada 25 Agustus 2016 dan masih banyak kasus pemukulan yang dilakukan aparat Brimob.

“Terakhir, brimob tembak mati Otianus di depan rumahnya pada 27 Agustus 2016 pada pukul 10.30. mereka (Brimob) tembak dengan Sniper dari jarak 50 meter dan kemudian dua peluru bersarang di dalam tubuh Otianus dan meninggal dunia,” ungkapnya dalam pernyataan sikap tersebut.


Sementara itu , mahasiswa Intan Jaya  di Jayapura mempertanyakan keberadaan aparat Briomob Intan Jaya, Papua. Menurut mahasiswa, pasca penembakan terhadap Seprianus Japugau di lapangan sepak bola pada tahun 2014, semua pihak termasuk Pemkab Intan Jaya telah sepakat untuk tarik Brimob ke Polda Papua.

“Masyarakat sudah menyatakan sikap untuk tarik kembali Brimob dari Intan Jaya. Tetapi ini masih ada di Intan Jaya dan buat ulah lagi. Maka itu kami minta supaya pemerintah daerah dan Polda Papua harus bertanggungjawab. Intan Jaya bukan tempat berburu manusia untuk Brimo. Harus tarik kembali dan Pemkab Intan Jaya harus bertanggung jawab,” tegas Oten Tipagau kepada wartawan di Jayapura.

Kata Tipagau, masyarakat intan jaya sudah biasa hidup damai dengan anggota polisi di Polsek Sugapa dan TNI di Koramil Sugapa.

“Masyarakat sudah tinggal baik dengan polisi dan TNI yang ada. Tapi kenapa bupati datangkan lagi Brimob. Ini untuk mengamankan bisnis atau untuk apa? Karena Brimob ini bikin ulah terus. Intan Jaya bukan daerah konflik,” tegasnya lagi.

Sebelumnya, Komisioner Komnas HAM RI, Natalius Pigai mendesak kepolisian mengusut tuntas kasus penembakan terhadap seorang warga Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua yang dilakukan oleh Brimob, Sabtu (27/8).

“Terkait peristiwa penembakan yang menewaskan satu orang oleh kesatuan anggota Brmob di Intan Jaya, kami telah menyampaikan secara langsung kepada Kapolri dan Kapolda Papua supaya turunkan tim untuk proses penegakan hukum, baik displin, pidana, maupun kode etik,” tegas Natalius dalam keterangannya kepada Media Indonesia, Senin (29/8/2016) seperti dikutip suarapapua.com dari mediaindonesia.com.

Selain itu, ia juga meminta pihak keamanan agar mampu memberikan jaminan kedamaian pascaperistiwa tersebut.

“Demikian pula pemerintah daerah agar dapat menyelesaikan persoalan ini bersama keluarga korban,” sambung Natalius.

Hal lain yang tidak kalah penting, kata dia, adalah penertiban ojek-ojek dan peredaran minuman keras yang seringkali memicu konflik.

“Kejadian yang melibatkan tukang ojek atau akibat miras memang banyak di Papua sehingga kami minta agar ini betul-betul ditertibkan,” tegasnya.


Pewarta: Arnold Belau dan Harun Rumbarar

Share this article :

0 komentar:

.

.

MELANESIANS IN WEST PAPUA

MELANESIANS IN WEST PAPUA

GOD'S WORD DAILY DEVOTIONAL

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

GOOGLE FOLLOWER

Traslate By Your Language

WEST PAPUA FREEDOM FIGHTER

WEST PAPUA

WEST PAPUA

VISITORS

Flag Counter
 
Support : WEST PAPUA | WEDAUMA | SUARA WIYAIMANA
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2014. Suara Wiyaimana Papua - All Rights Reserved
Template Design by WIYAIPAI Published by SUARA WIYAIMANA