Kepulauan Solomon, Negara Pulau yang Tenang - Suara Wiyaimana Papua
Headlines News :
Home » , , , » Kepulauan Solomon, Negara Pulau yang Tenang

Kepulauan Solomon, Negara Pulau yang Tenang

Written By Suara Wiyaimana Papua on Selasa, 16 Juni 2015 | Selasa, Juni 16, 2015

Negara Kepulauan Solomon, pendiri MSG 1988.(Jubi/ist)
Jayapura, Jubi- Kepulauan Solomon menjadi negara merdeka pada 7 Juli 1978 dari Inggris. Negeri ini boleh dibilang tenang tetapi beberapa waktu lalu PM nya diguncang skandal suap. Beberapa hari lalu di Vanuatu juga kena mosi tidak percaya karena dugaan suap.

Negara kepulauan ini juga yang menformalkan pendirian negara-negara Ujung Tombak Melanesia, Melanesian Spearhead Group (MSG) pada 1988 di Port Villa Vanuatu. Kepulauan ini sangat terkenal saat pecah Perang Dunia Kedua atau Perang Pasifik. Pulau Gualdalcanal. Savo dan Florida merupakan wilayah pertempuran hebat antara tentara Jepang dan Amerika Serikat di wilayah Pasifik Selatan. Persitiwa perang Gualdacanal sampai saat ini diabadikan di dinding koridor gedung Pentagon, Washington DC.Amerika Serikat.

Luas Kepulauan Solomon adalah 28.450 KM persegi, sedangkan luas daratan hanya 27.540 KM persegi saja. Negara ini terdiri dari enam pulau utama dan puluhan pulau-pulau kecil. Enam pulau utama itu adalah Gualdacanal, Malaita, San Cristobal atau Makira, New Georgia, Santa Isabel dan Choiseul atau Lauru. Pulau-pulau lain yang masuk dalam gugusan pulau Florida dan Russel, Shorland, Mono, Vella Lavella, Kolombangara, Ranongga, Gizo dan Rendova.

Ibukota Kepulauan Solomon terletak di Honiara, Pulau Gualdacanal, kota ini baru dibangun setelah Perang Dunia Kedua. Hampir sama dengan kota-kota di Pasifik Selatan berkembang setelah Perang Pasifik berkecamuk. Sebelumnya ibukota Solomon berada di Tulagi termasuk dalam Kepualuan Florida.

Jumlah penduduk di Solomon Island pada 1991 baru mencapai 347.115 jiwa dengan pertumbuhan penduduk rata-rata sebesar 3,5 persen per tahun.

Mayoritas penduduk di Solomon Island adalah Melanesia sebanyak 93 persen dari populasi penduduk. Kelompok etnis kedua adalah Polinesia hanya empat persen. Meski Polinesia sedikit dari populasi, tetapi mereka menyebar secara ekonomis di pulau-pulau kecil dan penting di Solomon Island yaitu Ontong Java, Sikiana, Rennel, Bellona, Reef dan Tikopia.

Sedangkan penduduk lainnya berasal dari ras Mikronesia, terutama penduduk dari Kiribati(1,5 persen), Eropah (0,8 persen), Cina(0,3 persen) dan lain-lain (0,4 persen). Mereka ini boleh disebut sebagai masyarakat pendatang dan bermukim di ibukota Honiara.

Dilihat dari struktur masyarakatnya, Kepulauan Solomon terdapat dua struktur sosial, Melanesia dan Polinesia. Hampir sama dengan negara Fiji yang mayoritas Melanesia dan Polinesia. Perbedaan mencolok antara kedua ras Melanesia dan Polinesia ini terdapat pada garis keturunan. Orang Melanesia garis keturunannya berdasarkan patrilineal yang terdapat di Pulau Malaita, Gualdacanal. Makira dan Choiseul.

Sedangkan ras Polinesia menganut garis keturunan patrilineal, matrilineal atau gabungan keduanya. Sistem matrilineal terdapat Pulau Santa Isabel dan Santa Cruz.

Sebagian besar kelompok Melanesia memiliki tanah dan kekayaan materi merupakan indikator utama dalam status sosial mereka. Hal ini dicerminkan dalam pengungkapan upacara adat dalam upacara pesta pemberian. Pemberi yang paling banyak biasanya seorang Bigman atau kastom chief atau kepemimpinan dengan suatu pencapaian seorang pria berwibawa.

Sedangkan masyarakat Polinesia lebih mempertahankan organisasi sosial yang patrilineal, hirarkis dan keturunan.

Kepulauan Solomon sendiri memiliki bahasa sebanyak 120 bahasa, orang Melanesia memakai bahasa pribumi dengan 90 dialek atau logat yang berbeda. Bahasa pergaulan di Solomon Island memakai bahasa Inggris dan Tok Pigdgin sebagai komunikasi antar penduduk.

Negara Solomon akan menjadi tuan rumah pertemuan Negara-negara Melanesia dan FLNKS dari Kaledonia Baru pada 18 June 2015,  mendatang. Berbagai persiapan telah dilakukan untuk menyambut pertemuan tokoh-tokoh penting dari MSG. Apakah negara Pulau yang tenang ini memberikan peluang bagi orang-orang Papua Barat untuk duduk dalam Persaudaraan Melanesia? Hanya soal waktu dan kesempatan serta keberuntungan yang bisa berbicara.(Dominggus Mampioper)

Share this article :

0 komentar:

.

.

MELANESIANS IN WEST PAPUA

MELANESIANS IN WEST PAPUA

GOD'S WORD DAILY DEVOTIONAL

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

GOOGLE FOLLOWER

Traslate By Your Language

WEST PAPUA FREEDOM FIGHTER

WEST PAPUA

WEST PAPUA

VISITORS

Flag Counter
 
Support : WEST PAPUA | WEDAUMA | SUARA WIYAIMANA
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2014. Suara Wiyaimana Papua - All Rights Reserved
Template Design by WIYAIPAI Published by SUARA WIYAIMANA