Staf Khusus Kepresidenan Kunjungi Filep Karma, Benny Giay: Saya Datang sebagai Gembala - Suara Wiyaimana Papua
Headlines News :
Home » , , , » Staf Khusus Kepresidenan Kunjungi Filep Karma, Benny Giay: Saya Datang sebagai Gembala

Staf Khusus Kepresidenan Kunjungi Filep Karma, Benny Giay: Saya Datang sebagai Gembala

Written By Suara Wiyaimana Papua on Rabu, 06 Mei 2015 | Rabu, Mei 06, 2015

Perbincangan antara para tapol, Benny Giay dan Staff Khusus Presiden. Foto: Aprila
Jayapura, MAJALAH SELANGKAH -- Judith, salah satu Staft Kepresidenan Republik Indonesia didampingi seorang aktivis Kemanusiaan Papua di Jakarta, Ruth Ogetay mengunjungi Filep Karma dan tahanan politik lainnya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Abepura, Jayapura, Papua, Selasa (05/05/2015) sekaligus untuk membicarakan rencana pembebasan Tapol di seluruh tanah Papua.

Menurut Judith, persoalan atas pembebasan Tapol diminta tidak mediasi untuk menjaga adanya pihak lain memanfaatkan momen tersebut. "Ini jangan dimediasi dulu karena takut dimanfaatkan oleh musuh-musuh pak Jokowi," kata Staff Kepresidenan ini.

Pada kesempatan itu, kepada Filep Karma, Benny Giai yang juga adalah Ketua Sinode Gereja Kingmi di Tanah Papua (GKIP) mengatakan kahdiran dirinya di lapas Abepura sebagai seorang gembala, "Filep, saya datang sebagai Gembala. Siapkan ko untuk keluar dan kembali melihat dunia luar," kata Benny kepada Filep.

"Untuk Judith, saya tidak tau dia asalnya dari mana, karena nama juga saya baru dengar. Jadi, saya mau bilang bahwa saya kunjungi ke tapol di lapas dari sisi Gembala dan dia dari sisi NKRI," jelas ketua Sinode GKIP ini.

Latifa Anum Siregar, Direktris Aliansi Demokrasi untuk Papua (ALDP) kembali mempertanyakan pembebasan yang akan diberikan kepada masing-masing tapol. "Saya mendengar isu soal pembebasan Tapol itu sudah sejak awal tahun, sebulan yang lalu juga ada informasi ke arah itu, cuma masih ada perbedaan, antara mereka itu mau diberikan Grasi atau Amnesty?" tanya Siregar

Ia meminta Jokowi untuk perlu mengambil ketegasan soal pembebasan Tapol seperti dilakukan Gusdur pada masa kepemimpinannya. Karena menurutnya, ketegasan serupa belum pernah dilakukan oleh presiden selanjutnya. 

"Saya pikir ketegasan seperti ini adalah salah satu ciri dari satu negara demokrasi yang memang politiknya harus dihargai," ungkapnya.

Dengar wacana ini, kata Siregar, tentu kita menyambut baik jika ada gagasan baik. Namun, jangan sampai itu hanya janji semata tanpa adanya realiasasinya.


"Yang perlu kita ingat, jangan sampai ini hanya pencitraan saja karena presiden mau ke Papua. Atau karena ini keterikatan terkait sampai isu itu muncul hanya karena momen-momen itu saja tapi bukan sikap kongkrit pemerintah yang merupakan negara demokrasi," tegas Anum. (Theresia Fransiska Tekege/MS) 

Share this article :

0 komentar:

.

.

MELANESIANS IN WEST PAPUA

MELANESIANS IN WEST PAPUA

GOD'S WORD DAILY DEVOTIONAL

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

GOOGLE FOLLOWER

Traslate By Your Language

WEST PAPUA FREEDOM FIGHTER

WEST PAPUA

WEST PAPUA

VISITORS

Flag Counter
 
Support : WEST PAPUA | WEDAUMA | SUARA WIYAIMANA
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2014. Suara Wiyaimana Papua - All Rights Reserved
Template Design by WIYAIPAI Published by SUARA WIYAIMANA