Seruan Nasional PRD DAN KNPB Wilayah Mee-Pago - Paniai Tentang Hari Aneksasi 1 May 1963 -2015 - Suara Wiyaimana Papua
Headlines News :
Home » , , , , , » Seruan Nasional PRD DAN KNPB Wilayah Mee-Pago - Paniai Tentang Hari Aneksasi 1 May 1963 -2015

Seruan Nasional PRD DAN KNPB Wilayah Mee-Pago - Paniai Tentang Hari Aneksasi 1 May 1963 -2015

Written By Suara Wiyaimana Papua on Rabu, 06 Mei 2015 | Rabu, Mei 06, 2015


PERSPEKTIF (TINJAUAN) 1 MEI 1963 DARI DUA VERSI YANG BERBEDA
Versi Indonesia Vs Versi Papua

Seruan Nasional. 
Parlemen Nasional West Papua (PNWP) Fraksi Mee-Pago dan Parlemen Rakyat Daerah (PRD) Wilayah Paniai !!!
==========================================
Sejarah adalah mengenang masa lalu, menata masa sekarang demi masa depan yang penuh harapan. Dan sejarah adalah kekuatan terbesar di dunia untuk melwan lupa, menyatakan kebenaran, memperbaiki kelalakuan buruk di masa lalu. Oleh karenanya, belajar sejarah West Papua dari pangkuan ke pangkuan alias dari tangan ke tangan ibarat sebuah bola volley yang dimainkan oleh Nedherlnd atau kerajaan Belanda, kolonial Indonesia, PBB, dan Amerika Serikat dengan back ground atau latar belakang kepentingannya masing-masing. Amerika Serikat dengan kepentingan ekonominya yakni telah dihadirkan PT Freeport McMorran dengan statusnya atau kontra karya yang kurang jelas alias pencuri, sehingga telah menjadi negara kapitalis di West Papua, serta Indonesia dengan kepentingan politik kekuasaannya.
Papua Barat dari masa ke masa pada beberapa dekade lalu, telah melewati masa-masa sukar, pahit, sakit, duka, menderita, terror, oleh karena perilaku NKRI yang tidak manusiawi dan yang menyimpang dari kebenaran, Undang-Undang serta falsafah bangsa yankni Pancasila. Namun, praktek hidupnya atau implementasi Undang-Undangnya menyimpan dari teks. Hal ini perlu di kenang kembali. Perlakuan NKRI yang tidak manusiawi sejak tahun 1960-an, dimana telah menjadi akar masalah West Papua yang memunculkan pertanyaan bahwa mengapa West Papua memiliki Ideologi untuk merdeka ??. lebih cepat di jawab bahwa, oleh karena sejarah pahit telah menjadi jawaban jitu dan menjadi latar belakang perjuangan bahka terkandung beraneka latar belakang perjuangan salah satunya adalah ras, budaya dan bahasa.
West Papua dari masa ke masa: West Papua era Nedherland atau Kerajaan Belanda; West Papua era Jepang pada tahun 1940-an; West Papua di era PBB pada tahun 1960-an dan West Papua di era kolonial Indonesia pada tahun 1963 hingga saat ini. Belanda bertanggungjawab atas perjanjiannya; PBB bertanggung jawab atas kelalaian perannya semenjak West Papua berada di pangkuannya dan pengelabuhan mekanisme pemilihan secara Internasional, yakni “One Man One Vote” atau satu orang satu suara saat PEPERA 1969. Sehingga pelaksanaan PEPERA 1969 diintervensi oleh Indonesia, sehingga dilaksanakan secara cacat hukum dan moral internasional.
NKRI, yang disupport oleh Amerika Serikat, bermaksud menggagalkan PEPERA 969, maka Indonesia berencana mencaplok dahulu West Papua ke dalam NKRI dengan menggunakan kekuatan militernya sejak tanggal 1 May, 1963 melalui berbagai operasi militer yang dikumandangkan oleh Soekarno Hatta di alun-alun Yogyakarta, yakni “Tri Komando Rakyat” disingkat menjadi “Trikora”, sehingga disandangkan “Integrasi Papua Barat ke dalam NKRI”, maka bagi Indonesia integrasi telah selesai, namun bagi West Papua integrasi belum selesai, karena diintegrasikan atau dicaplok dengan kekuatan militer dan melalaikan mekanisme pemilihan secara Internasional, yakni “One Man One Vote” artinya satu orang satu suara.
Tanggal 1 Mei 1963 merupakan hari dan tahun keberhasilan bagi NKRI, sementara bagi rakyat West Papua, merupakan hari awal dari pemerkosaan, pencurian, penindasan, terror, intimidasi, pembunuhan, penculikan, dan penyitaan, beberapa dekade hingga saat ini. Saat ini sistim pemusnahan etnis Melanesia di West Papua sedang Indonesia menggunakan sistim baru, yakni “Neo-Kolonialisme/ Militerisme & Bio-Kolonialisme/ Militerisme”. Neo-Kolonialisme/Militerisme adalah sistim pembunuhan cara baru. Misalnya, melalui: BIN, BAIS, BRISAN MERAH PUTI, ILMU HITAM, ILMU PUTIH/HALUS, JIHAT, SIHIR, ARWAH ORANG MATI, JIMAT dan sebagainya. Sedangkan Bio-Kolonianisme/Militerisme melalui racun-racunan di taburkan di dalam makanan, minuman, di hamburkan di atas tanaman dan diracuni ternak asli rakyat West Papua.
Orang West Papua perlu mengenang kembali sejarah 1 Mei 1969 dari versi West Papua, adalah bahwa Indonesia belum pernah berhasil saat itu mengintegrasikan West Papua ke dalalam NKRI. Oleh karena perlakuannya tidak manusiawi alias dijadikan orang West Papua saat itu ibarat binatang buas yang harus diterkam alias di bunuh. Saat itu Indonesia mengambil peran dan berubah wujud menjadi singa atau harimau yang mencari serta menerkam orang West Papua sebagai mangsanya. Tidak sama sekali melalui jalur atau mekanisme internasional serta pengelabuhan nili-nilai kemanusiaan. Bagi orang Indonesia sejarah 1 Mei 1969 adalah awal kekuasaan, perebutan dan keberhasilan untuk menduduki tanah West Papua dan memusnahkan orang West Papua. Indonesia bukan mencintai manusia Melanesia di West Papua ketimbang mencintai alam dan kekayaan di tanah West Papua.
Sementara bagi orang West Papua yang bertopeng Indonesia atau di kontrak oleh NKRI sebagai penganut atau pelaksana pemusnahan etnis Melanesia di West Papua menggunakan sistim “Neo-Kolonialisme”, misalnya: BIN, BAIS, INTELIJEN, Barisan MERAH PUTIH dan praktek ragam Ilmu Gaib “Occultisme”. Mereka ini terperangkap dengan rupiah alias uang dirasuk dengan roh mammon. Golongan ini dikategorikan sebagai kaum pemberontak terhadap dan di hadapan Allah Sang Pencipta alam semsta dan manusia. Karena Allah menghendaki agar manusia tidak usah saling membunuh, mencuri, saling perkosa, dan sebagainya, tetapi harus saling berdamai, bertoleransi serta tidak mementingkan kepentingan diri sendiri, namun harus memandang orang lain, bangsa lain, ras lain, suku lain, budaya lain sebagai citra Allah Sang Pencipta, oleh karena kenyataan semesta ini mencacat atau melukiskan Keadilan Allah. Allah itu adil, sehingga keadilan-Nya membedakan ras, suku, budaya dan milik pusaka masing-masing serta tanah sebagai mama yang memberi hidup masing-masing. Maka dengan itu, Tanah West Papua dari Sorong Hingga Merauke/Samarai adalah Tanah milik rambut keriting kulit hitam, ber-ras Melanesia yakni orang West Papua adalah pemiliknya serta langsung diberi Hak Hidup oleh Allah Sang Pencipta untuk mendiaminya, hingga akhirat nanti. (PTN)
Berdasarkan hal-hal di atas ini, maka kami seluruh Rakyat West Papua di Paniai pada hari ini Jumat Tanggal 1 Mei 2015, melalui Parlemen Nasional West Papua (PNWP) Fraksi Mee-Pago, dan Parlemen Rakyat Daerah (PRD) Wilayah Paniai menyatakan sikap bahwa:
1.  Integrasi atau pencaplokkan West Papua ke dalam pangkuan NKRI belum selesai
2.  Rakyat West Papua tidak mengakui integrasi Wet Papua kedalam NKRI, karena tidak sesuai dengan sistim atau mekanisme Internasional.
3. Kami Rakyat Papua Barat tetap pada posisi tengah atau netral dan mempertahankan ideologi kami, yakni Papua Meredeka sebagai aras dan landasan berpikir yang hakiki atau substansial di setiap benak rakyat West Papua.

4. Berdasarkan fakta sejarah, kami Rakyat West Papua bukan berarti warga Indonesia, tetapi warga asli di West Papua ini.
Demikian seruan nasional dan pernyataan sikap kami Rakyat Papua Barat melalui Parlemen Nasional West Papua (PNWP) Fraksi Mee-Pago dan Parlemen Rakyat Daerah Wilayah Paniai (PRD) sebagai representatif politik dan demokrasi tertinggi Rakyat West Papua.

Enagotadi West Papua, 1 Mei 2015

T E R T A N D A

Ketua Fraksi Mee-Pago

Pectrus T. Nawipa (Sekretaris)

Ketua Parlemen Rakyat Daerah (PRD) Wilayah Paniai,
Andi Yeimo (Sekretaris)

Ketua KNPB Wilayah Paniai        Sekertaris KNPB Wilayah Paniai
Mecky Nawipa                              Alpius Yumai


Share this article :

0 komentar:

.

.

MELANESIANS IN WEST PAPUA

MELANESIANS IN WEST PAPUA

GOD'S WORD DAILY DEVOTIONAL

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

GOOGLE FOLLOWER

Traslate By Your Language

WEST PAPUA FREEDOM FIGHTER

WEST PAPUA

WEST PAPUA

VISITORS

Flag Counter
 
Support : WEST PAPUA | WEDAUMA | SUARA WIYAIMANA
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2014. Suara Wiyaimana Papua - All Rights Reserved
Template Design by WIYAIPAI Published by SUARA WIYAIMANA