AKSI DAMAI BANGSA PAPUA 1 MEI 2015 TOLAK ANEKSASI PAPUA KE NKRI - Suara Wiyaimana Papua
Headlines News :
Home » , , , » AKSI DAMAI BANGSA PAPUA 1 MEI 2015 TOLAK ANEKSASI PAPUA KE NKRI

AKSI DAMAI BANGSA PAPUA 1 MEI 2015 TOLAK ANEKSASI PAPUA KE NKRI

Written By Suara Wiyaimana Papua on Jumat, 01 Mei 2015 | Jumat, Mei 01, 2015


AKSI DAMAI BANGSA PAPUA 1 MEI 2015 TOLAK ANEKSASI PAPUA KE NKRI

Parlemen Nasional West Papua, West Papua National Coalition for West Papua dan Negara Federal Republik Papua Barat menolak Aneksasi Papua ke NKRI dan menunjuk Komite Nasional Papua Barat sebagai media nasional bangsa Papua di dalam negeri sebagai Koordinator Demo Damai di seluruh wilayah west Papua.

Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menyerukan kepada rakyat Papua Barat agar pada 1 Mei 2015 melakukan aksi demo damai untuk turun ke jalan dan menggelar aksi diseluruh tanah Papua sebagai bentuk protes aneksasi 1 Mei 1963. Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menggelar aksi demo damai dalam rangka menolak aneksasi Papua ke dalam NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) pada Jumat 1 Mei 2015.

Dengan demikian pada hari jumat 1 Mei 2015, rakyat west Papua yang dimediasi oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Pusat dan Komite Nasional Papua Barat Wilayah Manukwar, Sorong, Merauke, Timika, Kaimana, Fak-Fak dan Yahukimo serta wilayah lainnya melakukan aksi demo damai Menentang dan Menolak Aneksasi West Papua ke dalam Wilayah NKRI pada 1 Mei 1963 dan menyatakan sikap bahwa:

SIKAP RAKYAT WEST PAPUA 1 MEI 2015

Rakyat Papua Barat memiliki sejarah yang berbeda dengan Indonesia dalam menentang penjajahan Belanda dan Jepang. Karena gerakan Koreri di Biak dan sekitarnya, lahir pada awal tahun 1940-an aktif menentang kekuasaan Jepang dan Belanda, tidak memiliki garis komando dengan gerakan kemerdekaan di Indonesia ketika itu. Gerakan Koreri, di bawah pimpinan Stefanus Simopiaref dan Angganita Manufandu, lahir berdasarkan kesadaran pribadi bangsa Melanesia untuk memerdekakan diri di luar penjajahan asing.

Wilayah Papua Barat pernah mengalami proses dekolonisasi di bawah pemerintahan Belanda. Papua Barat telah memiliki bendera nasional Bintang fajar memiliki lagu Kebangsaan Hai Tanahku Papua sebagai lagu kebangsaan dan nama negara Papua Barat. Simbol-simbol kenegaraan disiapkan oleh Komite Nasional Papua (KNP) sekarang yang kita kenal hari ini dengan nama Komite Nasional Papua Barat (KNPB), simbol negara ini ditetapkan oleh New Guinea Raad / NGR (Dewan New Guinea). NGR didirikan pada tanggal 5 April 1961 secara demokratis oleh rakyat Papua Barat bekerjasama dengan pemerintah Belanda. Nama negara, lagu kebangsaan serta bendera telah diakui oleh seluruh rakyat Papua Barat dan pemerintah Belanda.

Dari 1 Oktober 1962 hingga 1 Mei 1963, Papua Barat merupakan daerah perwalian PBB di bawah United Nations Temporary Executive Authority (UNTEA) dan dari tahun 1963 hingga 1969, Papua Barat merupakan daerah perselisihan internasional (international dispute region). Kedua aspek ini menggaris-bawahi sejarah Papua Barat di dunia politik internasional dan sekaligus menunjukkan perbedaannya dengan perkembangan sejarah Indonesia bahwa kedua bangsa ini tidak saling memiliki hubungan sejarah.

Masa depan Bangsa Papua dikorbankan dengan tidak diikut-sertakannya rakyat Papua Barat sebagai subjek masalah di dalam Konferensi Meja Bundar, New York Agreement yang mendasari Act of Free Choice, Roma Agreement dan lain-lainnya merupakan pelecehan hak penentuan nasib sendiri yang dilakukan oleh pemerintah (state violence) dalam hal ini pemerintah Indonesia dan Belanda. Rakyat Papua Barat tidak diberi kesempatan untuk memilih secara demokratis di dalam Pepera. Act of Free Choice disulap artinya oleh pemerintah Indonesia menjadi Pepera.

Di sini terjadi manipulasi pengertian dari Act of Free Choice (Ketentuan Bebas Bersuara) menjadi Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera). Ortiz Sans sebagai utusan PBB yang mengamati jalannya Pepera melaporkan bahwa rakyat Papua Barat tidak diberikan kebebasan untuk memilih. Ketidakseriusan PBB untuk menerima laporan Ortiz Sans merupakan pelecehan hak penentuan nasib sendiri. PBB justru melakukan pelecehan HAM melawan prinsip-prinsipnya sendiri. Ini merupakan motivasi di mana rakyat Papua Barat akan tetap berjuang menuntut pemerintah Indonesia, Belanda dan PBB agar kembali memperbaiki kesalahan mereka di masa lalu.

Sejak pencaplokan pada 1 Mei 1963, pemerintah Indonesia selalu berpropaganda bahwa yang pro kemerdekaan Papua Barat hanya segelintir orang yang sedang bergerilya di hutan. Tapi, Gerakan Juli 1998 membuktikan yang lain di mana dunia telah menyadari bahwa jika diadakan suatu referendum bebas dan adil maka rakyat Papua Barat akan memilih untuk merdeka di luar Indonesia. Rakyat Indonesia pun semakin menyadari hal ini. Rakyat Papua Barat menyadari dirinya sendiri sebagai bangsa yang terjajah sejak adanya kekuasaan asing di Papua Barat. Kesadaran tersebut tetap menjadi kuat dari waktu ke waktu bahwa rakyat Papua Barat memiliki identitas tersendiri yang berbeda dengan bangsa lain. Penyandaran diri setiap kali pada identitas pribadi yang adalah dasar perjuangan, merupakan akibat dari kekejaman praktek-praktek kolonialisme Indonesia.

Dalam memperingati hari aneksasi West Papua ke dalam penjajahan Indonesia ke-55, tanggal 1 Mei 2014, rakyat West Papua mendesak Indonesia dan dunia internasional agar menghentikan penjajahan Indonesia dan segera memediasi rakyat West Papua untuk menentukan nasibnya sendiri melalui referendum yang damai, demokratis dan final.

Dalam upaya mencapai hak penentuan nasib sendiri, rakyat West Papua memberi kewenangan penuh kepada badan unifikasi yaitu United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) untuk mewakili menjadi anggota penuh dalam Melanesian Spearhead Groups (MSG). Oleh sebab itu, kami menganggap upaya dari kelompok lain yang berupaya menjadi anggota MSG adalah illegal dan tidak mewakili rakyat West Papua.

Segala bentuk dan siasat kolonial Indonesia untuk menghalangi perjuangan pembebasan West Papua merupakan bagian dari memperkokoh pendudukan kolonial Indonesia dan sebagai wujud dari praktek neo kolonialisme yang sedang berlangsung diatas tanah Papua. Karena itu, kami mendesak Pemimpin-pemimpin Negara-negara Melanesia untuk tidak terjebak dalam rayuan Negara Indonesia yang sedang menindas bangsa Melanesia di West Papua.

Rakyat West Papua menolak setiap tawaran kebijakan pembangunan Indonesia di West Papua yang penuh dengan rekayasa. Bahwa tidak akan pernah ada keberhasilan pembangunan Indonesia di West Papua selama hak penentuan nasib sendiri belum terlaksana. Sebab, rakyat West Papua memiliki konsep ideologi pembangunan sendiri dalam perspektif West Papua-Melanesia. Oleh sebab itu rakyat West Papua mendesak Pemerintahan Joko Widodo untuk menghentikan kebijakan kolonialisme dan kapitalisme di teritori West Papua.

Rakyat West Papua juga mendesak aparat kolonial Indonesia untuk menghentikan upaya kriminalisasi gerakan damai rakyat West Papua. Rakyat West Papua meminta ruang demokratis yang damai dan mendesak Pemerintah Indonesia untuk tidak menggunakan cara-cara militeristik dalam penyelesaian konflik politik teritori West Papua. Hentikan penangkapan, penyiksaan, pembunuhan terhadap rakyat dan aktivis damai, dan segera bertanggung jawab atas kasus-kasus pembunuhan rakyat sipil West Papua.

Berdasarkan sejarah masa lalu diatas kami Rakyat Papua Barat yang tergabung dalam Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Mendesak :

1. Bangsa Papua Barat bukan bagian dari Bangsa Indonesia Melayu tetapi kami bangsa Papua Barat adalah bagian dari ras Melanesia, maka kami rakyat Papua menolak dengan tegas aneksasi bagsa Papua 1 Mei 1963-2015.

2. Mendesak kepda PBB Segera kembalikan Administrasi West Papua yang diserakan oleh UNTEA kepada Pemerintah Indonesia secara sepihak demi kepentigan dan konggalinggong antara Amerika Serika, Belada, Indonesia dan PBB tanpa mempertimbangkan masa depan bangsa Papua Barat.

3. PBB segera meninjau kembali Status Politik Bangsa Papua Barat yang sepihak melalui Perjanjian New York Agreement 15 Agustus 1962 yang mendasari Act of Free Choice, atau Pepera 1969 yang penuh sacat Hukum dan moral.

4. Mendesak kepada Pemerintah Indonesia Memberikan kebebasan unutk rakyat Papua Menentukan Nasib Sendiri melalu Self Detemination Referendum sebagai solusi untuk membuktikan apakah Rakyat Papua Ingin hidup dengan Indonesia atau Merdeka sendiri lepas dari Indonesia.

5. Mendukung penuh ULMWP dan aplikasi west Papua yang diayukan oleh ULMWP guna west Papua menjadi bagian dari anggota MSG.

6. Kami Komote Nasional Papua Barat (KNPB) menghimbau kepada Seluruh Rakyat Papua Barat, dan Seluruh organisasi perjuagan yang ada dalam negeri Maupun Luar Negeri Segera Bersatu dalam satu Isu tunggal Yaitu, Hak Penentuan Nasib Sendiri (Self Determenation ) sesuai Hasil Keputusan KTT MSG di Noumena Kanaky.

Demikian setekmen Politik Bangsa Papua Atas perhatian tak lupa kami haturkan berlimpa terima Kasih

Badan Pengurus Pusat
Komite Nasional Papua Barat (BPP-KNPB)

Victor F. Yeimo         Ones Suhuniap

        Ketua Umum        Sekertaris Umum


Tembusan :
1. PNWP
2. ULMWP
3. Sekretariat IPWP
4. Sekretariat ILWP
5. Sekretariat MSG
6. Kantor OPM di London Inggris
7. Kantor OPM di Belanda
8. Sekretariat FWC 
9. Arsip

Dalam aksi damai menolak aneksasi Papua ke NKRI pada 1 Mei 2015 di seluruh wilayah west papua ada banyak rakyat Papua yang disiksa, dipukul, ditangkap dan dibubarkan aksi damainya dengan kekuatan militer Indonesia yang terdiri dari TNI, Polri, Brimob, Kopasuss dan BIN.

Berikut adalah kronologis selengkapnya:

WILAYAH JAYAPURA

Aksi Demo menolak hari Aneksasi Bangsa Papua Barat ke Dalam NKRI di Jayapura diblokade dan membubarkan Paksa dari polres kota Jayapuar yang dipimpin oleh Wakapolres Jayapura Kota KIKI KURNIA. Polisi juga menagkap 30 aktivis KNPB dan simpatisan rakyat Papua di perumnas 3 waena, mereka yang ditangkap sementara diarahkan ke Polres Kota Jayapura. Pembubaran paksa dan penagkapan ini dilakukan pada pukul 10 .00 WPB di gapura Uncen Perumnas III waena. Berikut nama mereka yang sudah ditangkap dan sedang ditahan di Mapolda Papua, Jayapura, west Papua.

1) BAZOKA LOGO JUBIR NASIONAL KNPB PUSAT, 2) OGRAM WANIMBO KTUA DIPLOMASI KNPB PUSAT, 3) NOPEN ASSO ANGGOTA KNPB PUSAT, 4) NITA WENDA ANGGOTA KNPB PUSAT, 5) IBU PAULINA PAKAGE ANGGOTA, 6) LASCAR MATIUS SAMA ANGGOTA KNPB, 7) MANDENAS SOL ANGGOTA KNPB PUSAT , 8) SAM LOKON, 9) HOSEA YEIMO ANGGOTA KNPB, 10) MUSA BOMA , 11) ISAK TOGOTLY ANGGOTA KNPB ANAK SEKOLAH SMA, 12) YONER UAGA ANGGOTA KNPB TIMIKA, 13) OTNIEL BALIGGA ANGGOTA KNPB, 14) TEREN SORABUT KETUA BEM UNCEN BIDANG HUKUM DAN HAM, 15) NATALIS EDOWAY , 16) YANCE UAGA ANGGOTA KNPB, 17) KOSMOS IYAI, 18) TEPANIUS TABUNI, 19) NATALIS GOO, 20) ALLO YEIMO ANGGOTA KNPB, 21) LEMBER GWIJANGGE, 22) UKUM HIMON, 23) OTO MABEL ANGGOTA KNPB, 24) YUSUP GIBAN, 25) JONI SOLL, 26) SONY DOGOPIA, 27) ANTON GOBAY, 28) SOA MABEL ANGGOTA KNPB, 29) AWEL WETAPO, 30) ALIDIUS KOTOKI

KNPB DAN PRD WILAYAH MANOKWARI

Komite Nasional Papua Barat Wilayah Manukwari menurunkan anggotanya untuk membagikan selambaran akasi damai kepada rakyat bangsa west Papua pada hari kamis tanggal 31 April 2015. Mereka sedang membagikan seruan aksi demo damai untuk 1 Mei 2015, Kepolisian Manokwari menangkap sejumlah aktivis KNPB WILAYAH MANOKWARI dengan simpatisan KNPB. Penagkapan ini dilakukan di lampu merah depan pasar manggeng Manokwari pada hari kamis pukul 12 siang. Polisi sebelum melakukan penagkapan sebelumnya mengeluarkan tembakan sebanyak 4 kali sehingga sejumlah aktifis KNPB Wilayah manukwari yang telah ditangkap tersebut diangkut dengan 1 buah truk Dalmas ke POLRES Manokwari.

Jumlah aktivis yang ditangkap adalah 15 (lima belas) orang. Mereka ditangkap saat membagikan selebaran untuk aksi demo damai tanggal 1 Mei 2015 hari Aneksasi Papua ke NKRI. Mereka masih dalam tahanan polres Manokwari dan mengenai keadaan yang dihadapi mereka masih belum bisa kami pastikan, karena pihak KNPB dan keluarga telah pergi untuk meminta keterangan tetapi dilarang keras oleh polsek dan perangkat keamanan lainnya.

Berikut ini nama-nama anggota KNPB wilayah manokwari yang ditangkap saat membagikan selebaran dilampu merah Sanggeng adalah sebagai berikut :

1) Sarpas Misikmbo (Jubir KNPB Wilayah Manukwar), 2) Yoram Magai (Sekertaris II KNPB Wilayah Manukwar), 3) Samuel Mabel (anggota), 4) Yerius Wenda (anggota), 5) Wainus Karoba (anggota), 6) Joben Kum (anggota), 7) Alex Tebay (anggota), 8) Stefanus Owagai (anggota), 9) Keleopas Bomai (anggota), 10) Jun Murib (anggota/pelajar smk), 11) Ibe Magai (anggota/pelajar smk), 12) Demen Dolame (anggota/pelajar smp)

KNPB DAN PRD WILAYAH MERAUKE

Pada hari kamis siang, 31 April 2015, Kepolisisn Merauke mendatangi kantor KPNB dan PRD Merauke, kemudian mereka membuat tenda di depan kantor KNPB dan PRD dengan tujuan untuk menghalangi aksi damai KNPB dan PRD di Wilayah Merauke pada Hari Aneksasi west Papua ke NKRI pada 1 Mei 2015. Pada hari kamis malam tanggal 31 April 2015, AMIR TAHERA, anggota Intel dari KODIM Merauke bersama seorang anggotanya mendatangi sekretariat KNPB dan Kantor Parlemen Rakyat Daerah (PRD) Merauke. Setibanya kedua anggota Intel tersebut menyanyakan aksi damai pada 1 Mei 2015.

Aksi Damai pada 1 Mei 2015 sebagai hari Aneksasi bangsa west Papua ke NKRI tidak berjalan di Wilayah Merauke karena pada hari jumat tanggal 1 Mei 2015, pada pukul 01.06 WPB, kepolisian dari Polres Merauke masuk ke sekertariat KNPB Merauke menangkap 16 orang aktivis KNPB Merauke, bersama Ketua PRD Mereka Ibu Panggresia Yeem. Mereka yang ditangkap dibawah ke Polres Merauke dan masih ditahan di Polres Merauke.

Berikut adalah nama-nama mereka yang masih ditahan di Polres Merauke adalah sebagai berikut:
1) IBU PANGGRESIA YEEM KETUA PRD MERAUKE, 2) GENTO EMERICUS DOP KETUA KNPB MERAUKE, 3) YOSEP MUYAN ANGGOTA KNPB MERAUKE, 4) YOSEP IMBANOP, KETUA PARLEMEN SUKU MUJU, 5) KETUA KNPB SEKTOR ONGKATMIT, , 6) ZAKARIAS Y SRAUN, 7) EMANUEL MATEMKO, 8) YOHANES KAYOP, 9) IBRAHIM DEWAP , 10) JAN OBAKAM , 11) IKNASIUS WAMIN, 12) THOMAS PISAKAI, 13) FRANSISKU PISAKAI, 14) JULIANUS TABIET, 15) ISAK SOSOCHOM

KNPB DAN PRD WILAYAH SORONG

Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Sorong bersama rakyat bangsa Papua yang ada di wilayah kepala burung Pulau west Papua menolak Aneksasi west Papua ke NKRI pada 1 Mei 1963.

KNPB dan PRD bersama para Krew KNPB Pusat yang sedang bersama rakyat Papua di sorong melakukan aksi ditempat membentangkan poster-poster yang pada intinya menyatakan Papua bukan Indonesia karena Indonesia bukan Melanesia sehingga Indonesia telah Melanggar Hak Hidup sebagai sebuah bangsa di bumi ini.

KNPB DAN PRD DI WILAYAH TIMIKA

Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Timika bersama rakyat bangsa Papua yang ada di wilayah Timika Pulau west Papua menolak Aneksasi west Papua ke NKRI pada 1 Mei 1963. Rakyat Papua yang dimediasi oleh komite Nasional Papua Barat Wilayah Timika di Timika pada 1 Mei 2015 berkumpul di halaman kantor KNPB dan PRD Bomberay melakukan ibadah bersam menolak Aneksasi Papua ke NKRI.

Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Sebagai mediasi Rakyat West Papua mengambil komando di lapangan sekretariat KNPB & PRD Wilayah Timika. Pada pukul 07.30 wpb, para rakyat Papua berkumpul dan pada pukul 8.10 memulai Ibadah bersama. Ibadah berlangsung dengan meria dan khimad. Acara ini dapat berlangsung dengan aman dan tertib.

KNPB DAN PRD KAIMANA

Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Kaimana bersama rakyat bangsa Papua yang ada di wilayah Kaimana Pulau west Papua menolak Aneksasi west Papua ke NKRI pada 1 Mei 1963. Rakyat Papua yang dimediasi oleh komite Nasional Papua Barat Wilayah Kaimana pada 1 Mei 2015 berkumpul di halaman kantor KNPB dan PRD Kaimana untuk melakukan ibadah bersama menolak Aneksasi Papua ke NKRI.

Aksi Demo damai Menolak hari Aneksasi Bangsa Papua Barat ke NKRI pada 1 Mei 2015 di kaimana dibubarkan oleh aparat kepolisian Polres Kaimana. Pembubaran paksa ini terjadi pada 1 Mei 2015 pukul 09.30 waktu Kaimana.

Pihak aparat penegak hukum Republik Indonesia yang terdiri dari Tim Gabungan TNI, POLRI Daerah Kaimana membongkar sekretariat KNPB Wilayah Kaimana dan membubarkan rakyat west papua secara paksa dalam ibadah yang sedang berlangsung.

Kepolisian Kaimana juga telah menagkap sejumlah pengurus KNPB Wilayah Kaimana West Papua. Berikut adalah nama-nama yang di tangkap dan sedang ditahan di Polres Kamimana hingga saat ini adalah sebagai berikut:

1) Ruben Furas (KNPB Wilyah Kaimana), 2) Sepi Surbay (Anggota KNPB Wilayah Kaimana)

KNPB DAN PRD WILAYAH PAK-PAK

Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Pak-Pak bersama rakyat bangsa Papua yang ada di wilayah Pak-Pak, Pulau west Papua menolak Aneksasi west Papua ke NKRI pada 1 Mei 1963 yang mana dilakukan rakyat Papua yang dimediasi oleh komite Nasional Papua Barat Wilayah Pak-Pak pada 1 Mei 2015. Mereka berkumpul di halaman Gereja untuk melakukan ibadah bersama menolak Aneksasi Papua ke NKRI.

Aksi Demo damai Menolak hari Aneksasi Bangsa Papua Barat ke NKRI pada 1 Mei 2015 di Pak-Pak ini berlangsung dengan aman akan tetapi pada akhir acara tersebut dibubarkan oleh aparat kepolisian Polres Pak-Pak. Pembubaran paksa ini terjadi pada 1 Mei 2015 pukul 10.30 wpb.

Berikut adalah gambar ketika rakyat west Papua di Pak-Pak yang sedang long march menuju ke tempat ibadah bersaman menolak Aneksasi papua ke NKRI pada 1 Mei 1963 yang diperingati dan Ditolak oleh bangsa Papua di Pak-Pak.

Dilaporkan Oleh: Romario E. Yatipai
Wakil Parlemen Nasional West Papua (PNWP)


E-mail: westpapuanationalparliament@gmail.com
Share this article :

0 komentar:

.

.

MELANESIANS IN WEST PAPUA

MELANESIANS IN WEST PAPUA

GOD'S WORD DAILY DEVOTIONAL

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

GOOGLE FOLLOWER

Traslate By Your Language

WEST PAPUA FREEDOM FIGHTER

WEST PAPUA

WEST PAPUA

VISITORS

Flag Counter
 
Support : WEST PAPUA | WEDAUMA | SUARA WIYAIMANA
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2014. Suara Wiyaimana Papua - All Rights Reserved
Template Design by WIYAIPAI Published by SUARA WIYAIMANA