Ini Kronologis Anggota Brimob Aniaya Empat Anak Muda Versi Korban - Suara Wiyaimana Papua
Headlines News :
Home » , , » Ini Kronologis Anggota Brimob Aniaya Empat Anak Muda Versi Korban

Ini Kronologis Anggota Brimob Aniaya Empat Anak Muda Versi Korban

Written By Suara Wiyaimana Papua on Selasa, 24 Maret 2015 | Selasa, Maret 24, 2015

Lis Tabuni (tengah) keluarga korban bersama Olga Hamadi saat jumpa pers
di kantor Kontras, 23/3/2015. Jubi/Arnold Belau
Jayapura, Jubi – Aparat Brigade Mobil (Brimob) Polda Papua telah melakukan penganiayaan terhadap empat anak muda Papua, Timotius Tabuni (18) kuliah di FKM Uncen, Lesman Jigibalom kuliah di STIE Port Numbay (23), Eldi Abimael sekolah di STM Kotaraja (18) dan Mies Tabo (15) tidak sekolah. Mereka dihadang dan dikeroyok di Cigombong, Kotaraja pada hari Rabu 18 Maret 2015.
Kronologis penganiayaan ini seperti disampaikan oleh KontraS Papua, pada pukul 23. 00 WP, keempat korban dihadang dan dikeroyok oleh sekelompok anggota Brimob berpakaian preman denagn menenteng senjata laras panjang maupun pendek di pasar Cigombong, Kotaraja, Keluarahan Vim distrik Abepura.
Kejadian bermula ketika tiga orang korban atas nama Eldi Kogoya, TImotius Tabuni dan Lesman Jigibalom, hendak kembali ke rumah yang terletak di kotaraja dalam dari arah perumnas III Waena dengan menggunakan motor (roda dua). Ketika mereka sampai di depan Mall Ramayana, ada orang yang mengikuti mereka dari belakang.
Ketika hendak belok masuk ke kotaraja dalam lewat kantor Brimob Polda Papua, korban sempat mendengar aparat dari dalam Brimob Polda Papua mengatakan, “Itu Sudah mereka” sambil mengikuti para korban.
Timotius Tabuni dihadang oleh oknum aparat brimob dan memaksa untuk menyerahkan kunci motornya kepada anggota brimob itu. Saat itu korban menolak dengan mengatakan, “Kakak saya ada salah apa?” Lalu korban isi kunci motor tersebut di dalam saku celana.
Pada saat itu juga beberapa anggota brimob yang memegang senjata dan sangkur mulai mengeroyok Timotius Muris sambil mengatakan “itu sudah pelakunya, tembak saja”.
Saat itu warga yang ada di sekitar pasar panik, termasuk mama-mama yang menjual pinang dan satpam Bank Papua di Cigombong Kotaraja Dalam. Warga panik karena jumlah oknum yang diduga anggota Brimob mulai banyak saat itu, kurang lebih ada sekitar 11 anggota Brimob. Korban dipukul di depan kios Delima, tangan dan kakinya sempat dipukul dengan balok 55.
Sedangkan Lesman Jigibalom dan Eldi Kogoya dihadang oleh aparat Brimob di depan Mesjid Kotaraja, kemudian ditodong dengan senjata dan diperintahkan untuk jalan jongkok, tapi karena tidak mau, mereka lalu diperintahkan untuk tiarap. Kemudian Eldi Kogoya diseret diatas aspal dengan badan mengenai aspal hingga ke depan pasar Cigombong. Kedua korban lalu dipukul sampai di depan kios Delima.
Ketiga korban ini lalu sempat diseret dari kaki diatas aspal hingga badan mereka luka lecet. Pada saat oknum aparat Brimob melakukan itu, saat itu korban atas nama Mies Tabo (14) yang menyaksikan tindakan aparat, sempat berteriak minta tolong. Saat itu aparat langsung datang dan menampar, menendang dan memukul korban sambil mengatakan, “Kau Diam!”. Setelah itu dia juga digiring ke kantor Brimob.
Eldi Kogoya (18) mengalami tulang rusuk retak dan luka memar di belakang tubuh akibat diseret di aspal jalan dan kedua lutut lecet.
Timotius Tabuni (18) mengalami gigi bagian depan satu lepas dan satunya retak. Selain itu kepala luka bocor, bagian belakang badan tergores karena ditikam dengan pisau sangkur, muka lebam, dan lecet akibat pukulan, mulut luka dan kedua lutut lecet.
Lesman Jigibalom (23) ditusuk dengan pisau sangkur dibagian bahu kanan, sampai paru-paru kanan bocor dan luka memar di seluruh tubuh. Lesman dioperasi pada tanggal 19 Maret karena paru-paru bocor akibat ditusuk dengan pisau. Dan Lesman masih kritis dan sedang mendapat perawatan di rumah sakit Bhayangkara.
Mies Tabo (14) luka memar di kepala bagian depan, belakang, pundak kiri dan kanan akibat diseret di jalan aspal. Dahi lecet dan lutut kiri maupun kanan juga lecet.
Sementara itu, Wakil Kasad Brimob Polda Papua, AKBP Tono Budiarto membantah jika pelakunya adalah anggota Brimob. Dikatakan, saat itu justru anggotanya yang menyelamatkan keempat pelajar tersebut dari amukan massa di pasar Cigombong.

“Anggota saya yang menyelamatkanmalah dibilang yang melakukan pemukulan. Pada saat itu pukul 21.00 WIT kita masih focus di Polsek Abepura untuk melakukan perdamaian dengan massa yang membuat kerusuhan di depan Mall Abepura. Dan pada pukul 23.00 anggota kita kembali mendapati laporan ada kerusuhan dan amukan massa terhadap empat pelajar tersebut dan menyelamatkan ke markas kita dan selanjutnya anggota membawa ke RS Bhayangkara,” ungkapnya seperti ditulis salah satu koran harian di Jayapura. (Arnold Belau)

Share this article :

0 komentar:

.

.

MELANESIANS IN WEST PAPUA

MELANESIANS IN WEST PAPUA

GOD'S WORD DAILY DEVOTIONAL

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

GOOGLE FOLLOWER

Traslate By Your Language

WEST PAPUA FREEDOM FIGHTER

WEST PAPUA

WEST PAPUA

VISITORS

Flag Counter
 
Support : WEST PAPUA | WEDAUMA | SUARA WIYAIMANA
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2014. Suara Wiyaimana Papua - All Rights Reserved
Template Design by WIYAIPAI Published by SUARA WIYAIMANA