BENARKAH ORANG INDONESIA SUDAH CERDAS DAN BENAR MERDEKA ? - Suara Wiyaimana Papua
Headlines News :
Home » , , » BENARKAH ORANG INDONESIA SUDAH CERDAS DAN BENAR MERDEKA ?

BENARKAH ORANG INDONESIA SUDAH CERDAS DAN BENAR MERDEKA ?

Written By Suara Wiyaimana Papua on Minggu, 29 Maret 2015 | Minggu, Maret 29, 2015


BENARKAH ORANG INDONESIA SUDAH CERDAS DAN BENAR MERDEKA ?
Kita sering sekali dengar pernyataan-pernyataan yang mengklaim bahwa rakyat Indonesia saat ini sudah cerdas-cerdas, tidak mudah dibodoh-bodohi. Pernyataan seperti ini sering muncul di media masa , TV dalam dialong, ceramah, Orasi politik dan obrolan informal lainya. Benarkah rakyat Indonesia sudah cerdas ? secara pribadi saya sulit mempercayai pernyataan seperti ini.
Sebuah sampel yang paling mudah . di jaman SBY berkali-kali terjadi bencana besar di Indonesia. Rakyat Indonesia menyaksikan mata kepalanya sendiri bahkan sebagian mereka menjadi korban bencana itu. Tetapi semua bencana tersebut tidak berarti di mata mereka, padahal bagi orang lain hal itu merupakan masalah besar yang seharusnya tidak terjadi. 
Masyarakat seperti lupa segala-galanya, hanya karena memori mereka dipengaruhi secara massif oleh iklan-iklan pencitraan politik di TV-TV . Maka pada saat pilpres 8 juli 2009 lalu mereka berduyun-duyun memilih SBY kembali sebagai presiden RI. Di mata masyarakat wajah ganteng, penampilan gagah bahasa kalem ucapan Alhamdulillah, insya Allah sologan kesatuan pendidikan gratis dan lain-lain. Diangkap lebih menarik ketimbang kemandirian Bangsa keberpihakan kepada ekonomi kerakyatan dan sebagainya.
Mungkin, sinetron –sinetron di TV telah mendidik orang Indonesia termasuk orang papua menjadi orang-orang manja, melankolik mendayu-dayu. Karakter tegas, pembelaan terhadap rakyat, sikap patriotik , lugas dan berkata apa adanya, justru diangkap tidak menarik.
Dari sisis pengetahuan wawasan, kesadaran dapat dikatakan mayoritas masyarakat Indonesia sangat lemah termasuk orang Papua juga tervirus karakter orang Indonesia. Banyak indikasi yang dijadikan alasan untuk mendukung itu antara lain :
1. Banyak ahli menyebut, memori orang Indonesia sangat pendek. Masyarakat Indonesia cenderung pelupa. Sri mulyani menyebut hal itu dengan ungkapan Short Memory lost . kita mendengar penilaian seperti ini dari berbagai pihak
2. Dalam salah satu tim sukses capres di TV Max Spachua dari tim suses SBY pernah menyanggah soal isu NEOLIB. Dia mengatakan masyarakat Indonesia tidak tahu menahu sial ISU Neolib. Yang penting bagi mereka masyarakat Indonesia sekolah gratis kesehatan gratis BLT dll. Disimpulkan dari pernyataan Max Sopachua bahwa Rakyat Indonesia tahu masalah-masalah konsumsi.
3. Banyak tokoh nasional yang menyatakan, proplem bangsa Indonesia ada dua: Kemiskinan dan kebodohan. Kemiskinan berarti lemah ekonomi, kebodohan berarti lemah ilmu. Hal ini diungkap di berbagai kesempatan.
4. Dalam kata pengantar buku politik karya Durorudin Mashad Eep Saefullah fatah menulis sekian banyak sifat-sifat kelemahan orang Indonesia. Apa yang disebutkan oleh Eep ( selain tentang teori konspirasi ) cenderung sesuai kenyataan.
5. Menurut indeks kualitas hidup manusia yang dikeluarkan dari UNDP . tingkat kualitas hidup masyarakat Indonesia ada di posisi 112. Bersaing dengan Negara-negara baruh tumbuh seperti laos , Vietnam, kambodja dll.
6. Data dari pengamat berbukuan. Potensi peminat buku di Indonesia itu, untuk semua jenis buku dari totan penduduk sekitar 225 juta, hanya sekita 1 juta orang saja. Itu artinya, kurang dari 0,5% dari total para penduduk Indonesia. Ini adalah presentase yang sangat kecil.
7. Pilihan politik orang Indonesia bisa dibeli dengan uang RP. 50,000; atau 100.000; diberikan sesaat sebelum pelaksanan pemilu. Hal ini bukan hanya terjadi dalam pemilu nasional tetapi, dalam pemilihan kepala daerah atau pilkada-pilkada. Kasus money politic sampai saat ini masih ada termasuk orang papua kena virus ini.
8. Ketiga ada iklan sekolah gratis masyarakat sama sekali tidak kritis. Benarkah semua sekolah gratis ? benarkah semua SD, SMP, SMU dan SMK gratis dari sabang sampai Amboina ? apa lagi Papua ? benar semua sama sekali tidak pungut biaya? Untuk SD saja tidak menjangkau semua sekolah SD di pulau jawa, untuk SMP baru hanya berapa sekolah tahun 2008 itupun hanya di jawa dan hanya sekolah SDdan SMP negeri tetapi tidak otomatis gratis sebab masih banyak biaya –biaya lain yang dikeluarkan oleh orang tua, janji yang hampa.
9. Sebagian besar masyarakat Indonesia dihinggapi rasa minder yang kuat. Mereka malu sebagai bangsa dengan postur pendek, hidung pendek, kulit coklat, rambut lurus. Mereka sangat mengagumi para selebriti yang berpenampilan hebat. Bangsa Indonesia dilanda Inferiorty Complex terhadap ras Amerika eropa arab, China india dan bangsa lainya, hal yang sama terjadi juga di Papua Barat.
10. Ada ratusan bahkan ribuan kaum wanita Indonesia bekerja di luar Negara-negara lain sebagai PRT (pembantu rumah tangga) . Di Malaysia sendiri gaji TKW Indonesia dikenal lebih kecil dari TKW pilipina. Thailand dan Vietnam. Kalo orang Indonesia cerdas dan berilmu, tidak mungkin mau menjadi pembantu Rumah tangga di luar negeri.
11. Di Indonesia hampir tidak pernah terjadi gerakan rakyat semeta yang berpengaruh dalam perubahan politik. Rata-rata hanya jumlah kecil masyarakat terlibat . Dalam perang kemerdekaan Indonesia 1945, hanya para pejuang yang terlibat dari pulau jawa apa lagi di luar pulau jawa. Dalam gerakan G30SPKI , rata-rata hanya mahasiswa santri dan militer yang terlibat, reformasi 1998 kalangan mahasiswa dan kalangan aktivis yang terlibat. Sebagian besar rakyat Indonesia memposisikan diri sebagai konsumen bukan pionir perubahan, bahkan mereka lebih suka menunggu hasil. Hal yang sama terjadi di papua karena guru dan dosen serta materi dari Indonesia maka orang papua juga tergolong bagian dari itu sekarang kita saksikan dalam perjuangan papua merdeka.
12. Orang Indonesia termasuk orang Papua lebih suka menjadi PNS yang minim tantangan. Mereka takut menjadi wira usaha dengan hasil rizki turun naik. Kita bisa lihat setiap ada CPNS selalu sesak dengan orang-orang yang mau mendaftar. Gaji bulanan dan mendaspat pensiunan telah menjadi “the Indonesia Dream ( selalu berfikir instan. 
Termasuk orang papua sekarang lupa bikin kebun, lupa cari ikan , menuggu uluran tangan dari penjajah dan mengemis pemeritah . Tidak mau berjuag untuk mengatur diri degan berjuang keras mengatur bangsa sendiri demi masa depan anak cucuc.
13. Banyak orang Indonesia mengaku membenci Korupsi. Tetapi kalau mereka diberi jabatan, ternyata mereka melakukan korupsi yang sama. Bahakan bisa jadi lebih gila dari koruptor sebelumya. Beda antara koruptor dengan bukan koruptor, hanya soal kesempatan saja . “sangat mengerikan !”
14. Bangsa Indonesia bisa “ betah” dijajah selama 350 tahun oleh Belanda dan VOC, adalah kenyataan yang sangat memilukan. Pada hal sebelumya mereka memiliki sejarah seperti Sriwijaya, Majapahit Tidore dan lain-lain. Tentu hasil dari penjajahan itu lebih kuat pengaruhnya. Para pakar menyebutkan, hal itu menyebabkan timbulnya Mental inlander (merasa sebagai kaum jajahan).
Apakah orang papua juga demikian ? apakah benar orang papua sorong sampai merauke terkolong dan lajak disebutkan orang indonesia dan kisa ini nyata di Papua ?
15. Setelah merdeka dari klonial Eropa dan Asia ternyata bangsa Indonesia tidak benar-benar merdeka mereka masih menghadapi yang disebut New Colianialsm. Inilah klonialisme baru yang mengeruk ekayaan alam di Indonesia termasuk papua, menjadikan bangsa Indonesia terperangkap dalam utang luar negeri nilainya terliunan rupiah. Kini untuk menutupi utang luar negeri Bangsa papua dan sumber daya alamnya digadaikan untuk menutupi utang luara negeri.
Indonesia sesungguhnya belum merdeka sepenuhnya, secara politik mereka merdeka tapi belanda masih belum mengakui kemerdekaan Indonesia 100% . tetapi secara ekonomi dan secara hukum dan pendidikan belum merdeka. Sehingga dalam peraktek hukum dan bidang ekonomi idonesia masi didikte dan terkantung kepada Negara asing.
Bagimana kita bangsa papua apakah kita harus ikut bermain di arena yang sama ? klonialisme NKRI di Papua Barat memperaktekan sesuai dengan karekter orang Indonesia, akhirnya anak mudah di papaua termasuk agen –agen kapitalime dan klonialisme sedang meraya lelah di Papua Barat. Bagimana jika kita tidak berjuang dan kerja keras nasib masa depan anak cucu kita di kemudian hari? Apakah pulau ini harus menjai milik orang lain ? teganya kita anak mudah dilahirkan sebagai anak laki-laki melepas semua kekayaan alam kita dikuasai klonialisme.
Hai anak mudah sadar dan berjuang untuk menetukan nasib bangsa ini ini ke depan, kita tidak harus terperangkap dalam linggaran setang yang sama tetapi, mari kta berjuang untuk merdeka secara politik dan berdaulat secara hukum serta ekonomi.


By. Ones Nesta suhuniap.
Share this article :

0 komentar:

.

.

MELANESIANS IN WEST PAPUA

MELANESIANS IN WEST PAPUA

GOD'S WORD DAILY DEVOTIONAL

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

GOOGLE FOLLOWER

Traslate By Your Language

WEST PAPUA FREEDOM FIGHTER

WEST PAPUA

WEST PAPUA

VISITORS

Flag Counter
 
Support : WEST PAPUA | WEDAUMA | SUARA WIYAIMANA
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2014. Suara Wiyaimana Papua - All Rights Reserved
Template Design by WIYAIPAI Published by SUARA WIYAIMANA