Catatan pendek; Gugusan Kepulauan Raja Ampat dan Bomberai - Suara Wiyaimana Papua
Headlines News :
Home » » Catatan pendek; Gugusan Kepulauan Raja Ampat dan Bomberai

Catatan pendek; Gugusan Kepulauan Raja Ampat dan Bomberai

Written By Suara Wiyaimana Papua on Minggu, 18 Januari 2015 | Minggu, Januari 18, 2015


Catatan pendek; Gugusan Kepulauan Raja Ampat dan Bomberai
Penduduk asli menganggap Waigeo sebagai tanah ada sukunya. Tetapi selain penduduk asli, terdapat juga penduduk yang berasal dari Helmahera, Tidore, Ternate, Seram, Sulawesi Selatan serta mereka yang datang dari Timur Papua. Karena itu mereka bercampur baur dan menerima berbagai macam pengaruh dari luar sehingga ciri-ciri Papua menjadi hilang.
Melalui orang-orang Seram, Tidore, Bugis Dan Makassar yang datang dan menetap disana sebagai pedagang, agama islam masuk dan mempengaruhi kehidupan, tetapi tidak mempengaruhi adat penduduk setempat.
Para pemuka dengan gelar kalana atau raja adalah orang-orang asing; mereka yang pada zaman dahulu adalah kaki tangan Sultan Ternate, dan mereka harus membayar rampasan perang. Wilayah pantai tetap dianggap sebagai “medan berburu” mereka untuk mendapatkan berbagai rampasan perang.
Lebih ke daerah Selatan, di jazirah yang di namakan Bomberai, bermukim sejumlah suku. Ke arah Barat terdapat Jazirah Kapauer atau Onin sebagai pusat pemerintah, di bagian Utara terdapat wilayah Kokas, sebagai pelabuhan tempat kapal-kapal bersandar.
Jazirah Kapauer merupakan wilayah terpenting karena disana terdapat sekitar 8 kerajaan kecil antara lain; Arguni, Sekar, Pikpik, Wartuar, Pattipi, Rumbiati, Fatigar, dan Atiati. Raja-raja dari semua kerajaan kecil itu adalah keturunan yang datang dari Pulau Seram dan Goram. Mereka adalah kaki tangan Sultan Ternate dan Ia yang mengangkat mereka menjadi raja.
Pemerintah Belanda banyak menggunakan pengaruh dari raja-raja tersebut karena tidak mengetahui hubungan dan konsisi sosial masyarakat saat itu. Pemerintah Belanda tidak mengetahui bahwa raja-raja itu sudah menggeser peran kepala suku dalam adat masyarakat setempat. Akibatnya pengaruh raja-raja ini semakin besar.
Salah satu sumber; Het gebied der Kalana fat of vier Radja's in Westelijk Nieuw-Guinea, F S A de Clercq, Leiden : Brill, 1889.

Sumber: Fb (Ibiroma Wamla)
Share this article :

0 komentar:

.

.

MELANESIANS IN WEST PAPUA

MELANESIANS IN WEST PAPUA

GOD'S WORD DAILY DEVOTIONAL

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

GOOGLE FOLLOWER

Traslate By Your Language

WEST PAPUA FREEDOM FIGHTER

WEST PAPUA

WEST PAPUA

VISITORS

Flag Counter
 
Support : WEST PAPUA | WEDAUMA | SUARA WIYAIMANA
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2014. Suara Wiyaimana Papua - All Rights Reserved
Template Design by WIYAIPAI Published by SUARA WIYAIMANA