Tidak ada Yang disebut Kerasuka Setan atau dipandang Kriminal di Tanah Papua. - Suara Wiyaimana Papua
Headlines News :
Home » » Tidak ada Yang disebut Kerasuka Setan atau dipandang Kriminal di Tanah Papua.

Tidak ada Yang disebut Kerasuka Setan atau dipandang Kriminal di Tanah Papua.

Written By Suara Wiyaimana Papua on Jumat, 12 Desember 2014 | Jumat, Desember 12, 2014

Kita Bukan Kriminal tetapi
Penegak Keadilan di Tanah Papua
Dalam kehidupan manusia di dunia ini, seringkali kita memikirkan sesuatu tanpa menyaksikan realita yang benar-benar dilihat secara nyata sehingga munculnya pemikiran irasional tanpa dikoreksi diri pada seseorang dalam kehidupan sosial maupun pada orang itu sendiri. Disini kita diharapkan untuk merenungkan “Setiap Manusia di Dunia ini, Tidak ada yang dirasuki Setan atau disebut Kriminal”. Sebab manusia diciptakan oleh Allah/Aula untuk saling mengasihi, menolong dan mengayomi sesama umat Tuhan tanpa membeda-bedakan sesama manusia sebagai makhluk yang mulia terharap Tuhan Yang Maha Esa.

Ketika kami masih bertumbuh menjadi remaja dipedalaman semenjak kecil itu. kami telah mendegarkan kabar gembira yang disampaikan oleh Pdt, Pastor dan Ustat bahwa, manusia diciptakan dengan serupa dan segambar yang sempuran untuk saling mengasih, membantu dan mengayomi satu sama lain, tanpa melakukan tindakan destruktif sesama umat di dunia ini. Namun berbagai tindakan tak bermoral itu sedang menimpa di Bumi Cendrawasih. Karena kehidupan kita didunia ini, ada banyak diantara sesama warga Negara tidak saling mengakui atas tindakan-tindakan secara tidak menusiawi sepanjang ini. Namun salah satu hal yang terkesan dan perpukuli dalam sanubari setiap orang adalah dengan adanya kediskriminasian dan ketidakadilan terus-menerus membara di dunia ini, terutama di negeri yang kita cintai yakni, di bumi Cendrawasih-Papua.

Firman yang direnungkan dan dihayati tentang ceritera-ceritera region yang dirasuki setan selama bertahun-tahun dapat dipulikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Dan pada waktu itu, banyak orang israel memikirkan bahwa, region adalah orang gila atau manusia kriminal. Namun penderitaan dan kesakitan region ditolong dan disembuhkan oleh Allah melalui mujizat Yesus. Kemudian banyak orang berbondong-bondong melihat region dengan betapa begitu penyebuhannya. Melalui motivasi kebenaran ini, bagi kami merasa termotivasi dan terinspirasi serta perlunya diperkuat iman dalam sepanjang kehidupan akan berjalan. Dengan kebenaran sejarah perjuangan tak bisa ditipu, dimanipulasi, dan dibantai sesama manusia didunia ini.

“Ketika Yesus bersama para murid-Nya untuk menjalani tugas yang dipundakkan oleh Bapa-Nya. Yesus tak pernah melakukan ketidakadian dan kediskriminasian bagi umat manusia yang ada dibawa kolong langit ini. Dan totalitas hidupnya menyerahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yakni, Allah/Aula. Dan Yesus selama hidup didunia ini, tak pernah ingkar janji Bapa-Nya sampai terangkat kesurga.

Pada suatu hari, Yesus bersama para muridnya, bertemu dengan region yang disebut kerasukan setan. Region menderita selama waktu yang cukup lama. Dan sebelum Yesus sampai ketempat region yang dirasuki setan atau dipadang manussia kriminal itu. Ada banyak orang yang mengatakan bahwa, region adalah orang yang dirasuki setan secara sakit turunan atau alamiah. Walaupun ada banyak orang yang mengatakan kepada region adalah kerasukan setan atau dipandang kriminal. Namun semua yang dipikirkan dan diperlakukan oleh manusia Israel kepada region hanya pemikiran yang irasional. Pemikiran yang bersifat agresif, represif untuk menghabiskan nyawa region tanpa ada bukti yang benar-benar dirasuki setan. Sebenarnya, dia adalah manusia sejati, sebagaimana Allah menciptanya sebagai rupanya yang sempurna.

Ketika kami bertumbuh menjadi remaja dipedalaman papua. Orangtua kami tak pernah diajarkan atas ketidakadilan, kediskriminasian dan pembunuhan terhadap sesama manusia didunia ini. Tetapi sepanjang hidup orangtua kami senantiasa diajarkan setiap manusia harus hidup dalam kedamaian dan tetentraman adalah prospek yang diinginkan oleh masyarakat yang mendiami diwilayah itu sendiri. Untuk melihatnya situasi yang semakin mencekam dari tahun-ke tahun dan belum ada perubahan yang segnifikan. Tentunnya, ada upaya penyelesaian untuk mengakhiri penderitaan buat mereka yang merasa intimidasi, perbudakan dan pembaintaian diatas negeri mereka.

Motivasi Firman yang diwartakan diatas ini, perlunya kita menyadari dan mengembangkan nilai-nilai spritualitas dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karenya, kitapun sebagai makhluk sosial saling mengasih, mendoakan, dan mengayomi bagi mereka yang anggap kita kerasukan setan, manusia kriminal, atau separatis. Tidak ada manusia yang dirasuki setan atau dipandang kriminal didunia ini. Karena manusia diciptakan oleh Allah/Aula dengan serupa dan segambar yang sempurna. Maka perlunya kita mendoakan dan berusaha untuk menciptakan keadialan dan perdamaian di negeri yang kita cintai, Tanah Papua, melalui tahapan perundingan secara demokratis.

Sesuai dengan konteks kebenaran motivasi diatas ini, kami dapat menyimpulkan bahwa setiap manusia saling mengasihi, mengayomi dan melayani serta membenahi atas kelalaian dalam menjalankan tugas yang dipercayakan oleh mereka yang masih membutuhkan perubahan serta menegahkan keadilan dan perdamaian di Bumi Cendrawasih-Papua, yang lebih baik adalah upaya kita bersama. Dengan adanya kebenaran yang diwartakan diatas ini, bagi umat kristiani dan umat muslim bangsa papua dapat merefleksi kebenaran sejarah sepanjang kehidupan pada era globalisasi. Serta kebenaran sejarah dapat mengantarkan kehidupan kita lebih dimaknai dan dipancari dengan "KUASA TUHAN" menjadi agenda penentuan nasib sendiri secara demokratis. ( A.G. T)


Share this article :

0 komentar:

.

.

MELANESIANS IN WEST PAPUA

MELANESIANS IN WEST PAPUA

GOD'S WORD DAILY DEVOTIONAL

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

GOOGLE FOLLOWER

Traslate By Your Language

WEST PAPUA FREEDOM FIGHTER

WEST PAPUA

WEST PAPUA

VISITORS

Flag Counter
 
Support : WEST PAPUA | WEDAUMA | SUARA WIYAIMANA
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2014. Suara Wiyaimana Papua - All Rights Reserved
Template Design by WIYAIPAI Published by SUARA WIYAIMANA