" Pemimpin Papua: Jangan Memimpin dengan Kibijakan Sewenang-Wenang” - Suara Wiyaimana Papua
Headlines News :
Home » » " Pemimpin Papua: Jangan Memimpin dengan Kibijakan Sewenang-Wenang”

" Pemimpin Papua: Jangan Memimpin dengan Kibijakan Sewenang-Wenang”

Written By Suara Wiyaimana Papua on Minggu, 21 September 2014 | Minggu, September 21, 2014


Suara Wiyaimana, Dalam kehidupan sosial ada begitu banyak orang yang sering mengungkapkan kepada pemimpin bahwa, para pejabat wilayah & daerah adalah pelindung atau pengayom rakyatnya sendiri. Dan ada juga yang mengatakan para pemempin adalah wakil ALLAH. Namun realitanya, justru menjadi penghianat dan penindas terhadap rakyat mereka sendiri. Pada hal rakyat  mereka ingin memisahkan diri dari negara penjajahan Indonesia.

Kemudian mereka yang disebut para pemimpin adalah untuk menegahkan keadilan demi kebenaran sesuai dengan realita yang benar-benar terjadi  dalam kehidupan etnis itu sendiri. Dan berani mangambil resiko dan mempunyai tanggungjawab sosial yang tinggi, adalah peran pemimpin sebagai wakil rakyat. Namun rakyat papua masih mengalami trauma penderitaan dari tahun-tahun sepanjang hidup orang papua. Kurangnya perlindungan pemerintah terhadap rakyat papua sehingga sering terjadi berbagai konflik di Tanah Papua.

Para pemimpin itu memerintah suatu wilayah ataupun daerah dengan gaya kepemimpinan otoriter dengan menghadirikan beribu-ribu pasukan, karena keegoisan dan kenafsuan yang berlebihan untuk menghabiskan mereka yang disebut penghuni/pribumi itu. Asal-asalan menjadi pemimpin tak akan membuat perubahan yang signifikan, bila  wilayah itu masih dibawa jajahan negara Indonessia. Karena wilayah papua sebagai bagian dari penjajahan, kemungkinan tak satu pun pemimpin papua yang akan membuat perubahan. Dan masih akan  terus terjadi kegagalan dengan berbagai program yang dikucurkan oleh pemerintah pusat melalui mekanisme desentralisasi itu. Otsus sudah gagal total, saatnya untuk pengakuan dan pengesahan negara papua barat melalui referendum.

Walaupun dengan pemimpin pemerintah pusat bersama pemimpin papua yang disebut para penghianat bersilaturahmi di istana kepresidenan beberapa hari yang lalu itu sebagai solusi atas penyelesaian persoalan papua. Namun justru diprediksikan akan melahirkan berbagai produk pemusnahan etnis dengan terjadinya depopulasi bagi rakyat yang disebut penghuni itu, menurut pandangan seluruh rakyat papua barat. Untuk itulah kami bukan bangsa yang diperbudak dan dijajah terus -menerus diatas tanah kami.

Mereka yang selalu menegahkan keadilan demi kemanusian dan kebenaran tentu ada imbalan yang berharga, tetapi mereka yang sering disebut Penindas dan penghianat  akan direngut nyawa mereka sendiri pada kemudian hari. Dan sementara kita hidup didunia ini, kita boleh melakukan tindakan invasi militerisasi secara sewenang-wenang terhadap mereka yang disebut penghuni atau pribumi. Namun suatu saat kita tidak akan hidup bersamaan dengan kaum imprealisme, kapitalisme dan kolonialisme. Sejauh ini, tanah papua belum bisa dikatakan ada pemimpin yang akan membuat perubahan untuk menentuakn nasib sendiri. Untuk itulah pemimpin yang ada ditanah papua semuanya, Otak dibalik Otsus.

Para pemimpin papua seharusnya, menyampaikan kepada penguasa kolonial dengan meminta maaf sebesar-besarnya dengan kegagalan otsus selama ini, kepada pemerintahan pusat. Dan menyampaikan dengan kami pemimpin papua sudah berusaha semaksimal mungkin dengan melalui otsus plus, tetapi masih belum ada perubahan yang menghasilkan. 

Untuk itulah kami pemimpin papua datang kembalikan otsus plus dengan harapan kami untuk referendum. Namun Para pemimpin penghianat itu semua bertakluk kepada kaki tangan kekuasaan pemimpin mereka dinegara ini. Dengan memanfaatkan kepentingan untuk mencari nafkah atas kematian darah manusia papua sepanjang ini.

Bila moment yang tepat untuk kami orang papua juga merdeka sendiri, maka kami akan menyampaikan selamat jalan buat sahabat penjajah Indonesia bersama pemimpin penghianat papua dengan membawa berbagai produk pemusnahan dineri-MU sendiri. Karena kami bangsa papua menuntut seadil-adilnya atas persoalan ideologi perjungan yang kami masih berjuang saat ini. Dan menurut budaya, etnis dan kehidupan sosial juga kami sangat berbeda dengan relasi yang tak dapat terjalin. Untuk itulah, kami rakyat papua hanya menuntut pengakuan negara kami yakni, Negara Papua Barat). (Admin / SW)
Share this article :

0 komentar:

.

.

MELANESIANS IN WEST PAPUA

MELANESIANS IN WEST PAPUA

GOD'S WORD DAILY DEVOTIONAL

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

BIARKAN SENDIRI BERKIBAR

GOOGLE FOLLOWER

Traslate By Your Language

WEST PAPUA FREEDOM FIGHTER

WEST PAPUA

WEST PAPUA

VISITORS

Flag Counter
 
Support : WEST PAPUA | WEDAUMA | SUARA WIYAIMANA
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2014. Suara Wiyaimana Papua - All Rights Reserved
Template Design by WIYAIPAI Published by SUARA WIYAIMANA